LAKASPIALAKASPIA

Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru Madrasah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk karakter religius, strategi pembinaan, serta hambatan dan solusi dalam proses internalisasi nilai-nilai religius pada peserta didik di MIN 10 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius peserta didik terwujud melalui kebiasaan ibadah, sikap sopan santun, dan kepedulian sosial. Pembinaan dilakukan melalui lima strategi utama: keteladanan, kisah spiritual, nasihat agama, pembiasaan praktik keagamaan, dan diskusi tematik, yang diperkuat oleh program QURMA dan tambahan jam diniyah. Hambatan utama mencakup keterbatasan sumber daya manusia, waktu, dana, serta variasi dukungan keluarga. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui inovasi manajerial, sinergi antar pemangku kepentingan, dan penguatan komunikasi. Penelitian ini merekomendasikan model pembinaan karakter religius berbasis kolaboratif dan kearifan lokal untuk madrasah ibtidaiyah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius di MIN 10 Kota Banda Aceh telah dilaksanakan secara sistematis dan menyeluruh.Karakter religius peserta didik terwujud melalui pembiasaan ibadah seperti salat dhuha, tadarus Al-Quran, dan doa harian, serta tercermin dalam sikap sopan santun dan kepedulian sosial.Hambatan dalam pelaksanaan pembinaan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, waktu, dan dukungan keluarga, namun berhasil diatasi melalui inovasi manajerial dan penguatan komunikasi.Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan model pembinaan karakter religius berbasis partisipasi dan kearifan lokal.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi efektivitas program QURMA dan tambahan jam diniyah dalam meningkatkan pemahaman agama dan praktik ibadah siswa, dengan melibatkan pengukuran kuantitatif terhadap perubahan perilaku religius. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi dukungan keluarga terhadap pembinaan karakter religius siswa, termasuk peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama di rumah. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan model pembinaan karakter religius di MIN 10 dengan madrasah ibtidaiyah lain di wilayah berbeda, guna mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam konteks yang berbeda. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pembinaan karakter religius yang lebih efektif dan adaptif di madrasah ibtidaiyah di Indonesia.

  1. Skala Karakter Religius Sebagai Alat Ukur Karakter Religius Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan | PINUS:... doi.org/10.29407/pn.v6i2.14992Skala Karakter Religius Sebagai Alat Ukur Karakter Religius Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan PINUS doi 10 29407 pn v6i2 14992
Read online
File size293.65 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test