LAKASPIALAKASPIA
Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru MadrasahKualitas dan kinerja tenaga administrasi sekolah yang rendah akan berdampak pada kelancaran penyelenggaraan pendidikan, hal tersebut terjadi dikarenakan pegawai yang kurang disiplin dan permasalahan terpenting yang terjadi yaitu kurangnya tenaga administrasi sekolah yang sesuai dengan kualifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis standar kinerja tenaga administrasi sekolah, langkah-langkah kepala sekolah dalam pembinaan tenaga administrasi sekolah, dan prestasi pada pembinaan tenaga administrasi sekolah di SMA Negeri 1 Kaway XVI Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan 3 (tiga) orang tenaga administrasi sekolah. Berdasarkan hasil penelitian: 1) Standar kinerja tenaga administrasi sekolah di SMA Negeri 1 Kaway XVI Aceh Barat seperti administrasi persuratan, administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, administrasi sarana prasarana. 2) Langkah-langkah dalam pembinaan yang diberikan kepala sekolah kepada tenaga administrasi sekolah adalah a) Mengumpulkan tenaga administrasi sekolah, b) Memberikan arahan pembinaan kepada tenaga administrasi sekolah, c) Mengontrol pelaksanaan tugas tenaga administrasi sekolah, dan d) melakukan evaluasi. 3) Tenaga Administrasi Sekolah belum memperoleh prestasi pada bagian administrasi sekolah.
Kinerja tenaga administrasi sekolah di SMA Negeri 1 Kaway XVI Aceh Barat masih belum optimal karena keterbatasan jumlah tenaga administrasi dan beban kerja ganda yang ditanggung oleh guru dan staf non-administratif.Kepala sekolah melakukan pembinaan melalui pendekatan non-formal seperti diskusi rutin, pengawasan, dan partisipasi dalam pelatihan eksternal, yang terbukti meningkatkan motivasi, disiplin, dan efektivitas kerja tenaga administrasi.Meskipun belum ada penghargaan formal, pembinaan yang partisipatif dan konsisten telah mendukung pencapaian sekolah secara institusional, namun perlu dukungan pemerintah daerah dalam penambahan tenaga administrasi formal untuk memperluas dampak pembinaan.
Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem rotasi tugas antara tenaga administrasi dan guru dalam mengurangi beban kerja ganda serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan administrasi dan kinerja mengajar. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pembinaan kepala sekolah berbasis digital, seperti aplikasi manajemen tugas dan umpan balik daring, dalam meningkatkan konsistensi dan dokumentasi supervisi di sekolah dengan sumber daya terbatas. Ketiga, perlu dikaji efektivitas program pelatihan eksternal yang diikuti tenaga administrasi terhadap peningkatan kompetensi teknis dan motivasi kerja jangka panjang, serta bagaimana sekolah dapat mengadaptasi pelatihan tersebut secara internal secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat membantu sekolah mewujudkan manajemen administrasi yang lebih efisien, profesional, dan berkelanjutan meskipun berada di bawah keterbatasan struktural dan anggaran. Dengan memahami dinamika rotasi tugas, pemanfaatan teknologi, dan replikasi pelatihan internal, kepala sekolah dapat merancang strategi pembinaan yang lebih tepat sasaran dan adaptif. Temuan dari penelitian-penelitian tersebut juga dapat menjadi acuan bagi dinas pendidikan dalam menyusun kebijakan peningkatan kapasitas tenaga kependidikan non-guru. Selain itu, model pembinaan berbasis digital dapat dikaji cakupan dan keterjangkaunya bagi sekolah di daerah terpencil. Sistem rotasi tugas perlu dievaluasi dari sisi keseimbangan beban kerja dan dampaknya terhadap kompetensi inti guru. Program pelatihan internal juga perlu dikembangkan berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan. Dengan pendekatan penelitian yang fokus pada solusi berbasis konteks lokal, sekolah dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang mandiri dan berkelanjutan.
| File size | 455.63 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Sedangkan sebanyak 41,2% dari total responden menyatakan tidak setuju, Responden yang tidak setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariahSedangkan sebanyak 41,2% dari total responden menyatakan tidak setuju, Responden yang tidak setuju dengan produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah
JOURNALSJOURNALS Secara kuantitatif, rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 52%, dari tingkat pemahaman awal yang masih rendah menjadi kemampuan yang memadai setelahSecara kuantitatif, rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 52%, dari tingkat pemahaman awal yang masih rendah menjadi kemampuan yang memadai setelah
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini mengkaji kompatibilitas konsep qisas dan diyat dengan sistem pemidanaan positif Indonesia melalui pendekatan yuridis normatif yang menganalisisPenelitian ini mengkaji kompatibilitas konsep qisas dan diyat dengan sistem pemidanaan positif Indonesia melalui pendekatan yuridis normatif yang menganalisis
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya mengajarkan pengetahuan keislaman, tetapi juga membentuk akhlak, sikap, dan kesadaran moral siswa berdasarkanPendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya mengajarkan pengetahuan keislaman, tetapi juga membentuk akhlak, sikap, dan kesadaran moral siswa berdasarkan
ALFARABIALFARABI Kendala yang dihadapi termasuk kurangnya perhatian guru terhadap siswa yang melakukan kesalahan dan kurangnya kesadaran siswa dalam menaati peraturan.Kendala yang dihadapi termasuk kurangnya perhatian guru terhadap siswa yang melakukan kesalahan dan kurangnya kesadaran siswa dalam menaati peraturan.
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Jika tidak memenuhi syarat, laporan dapat ditolak dan dikembalikan ke produsen. Setelah Komisi Fatwa MUI menetapkan kehalalan produk, Majelis Ulama IndonesiaJika tidak memenuhi syarat, laporan dapat ditolak dan dikembalikan ke produsen. Setelah Komisi Fatwa MUI menetapkan kehalalan produk, Majelis Ulama Indonesia
UIRUIR Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif terhadap data dari aspek akad perjanjian gadai, taksiran biaya, tempo waktu, dan tebusanMetode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif terhadap data dari aspek akad perjanjian gadai, taksiran biaya, tempo waktu, dan tebusan
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Program tersebut difokuskan kepada para prokrastinator khususnya di kelas XII yang akan menghadapi dunia bersaing yang sesungguhnya. Metode yang digunakanProgram tersebut difokuskan kepada para prokrastinator khususnya di kelas XII yang akan menghadapi dunia bersaing yang sesungguhnya. Metode yang digunakan
Useful /
STMIKIBASTMIKIBA Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0. 685 menunjukkan bahwa 68. 5% variasi motivasi kerja ASN dipengaruhi oleh penerapan Nilai-Nilai Inti BerAKHLAK,Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0. 685 menunjukkan bahwa 68. 5% variasi motivasi kerja ASN dipengaruhi oleh penerapan Nilai-Nilai Inti BerAKHLAK,
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Pengkhususan hari-hari tahlil dalam tradisi Jawa tidak serta-merta dianggap sebagai pembatasan terhadap nash mutlak, selama tidak diyakini sebagai kewajibanPengkhususan hari-hari tahlil dalam tradisi Jawa tidak serta-merta dianggap sebagai pembatasan terhadap nash mutlak, selama tidak diyakini sebagai kewajiban
LAKASPIALAKASPIA Generasi milenial yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi menuntut metode pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan relevan dengan dunia digitalGenerasi milenial yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi menuntut metode pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan relevan dengan dunia digital
LAKASPIALAKASPIA Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan 10 guru dan 40 siswa sebagai informan. Sebelum penerapan model, hanya 45% siswaDengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan 10 guru dan 40 siswa sebagai informan. Sebelum penerapan model, hanya 45% siswa