STMIKIBASTMIKIBA

Journal Informatic, Education and Management (JIEM)Journal Informatic, Education and Management (JIEM)

Prayer (ṣalāh) merupakan praktik sentral dalam spiritualitas Islam yang mencakup dimensi ritual dan transformatif. Meskipun telah banyak penelitian tentang pemikiran Al-Ghazali, penelitian sistematis yang mengintegrasikan kerangka spiritualnya dengan konstruk psikologis kontemporer masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai spiritual dari doa dalam perspektif Al-Ghazali dan mengembangkan model integrasi konseptual yang menghubungkan nilai-nilai ini dengan teori psikologi modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian perpustakaan kualitatif dengan metode interpretatif (hermeneutik). Data primer berasal dari Ihya Ulum al-Din, sementara data sekunder mencakup karya ilmiah terbaru di bidang psikologi agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual utama—ikhlas (ketulusan), khushu (kerendahan hati), dhikr (mengingat), dan hudhur al-qalb (kehadiran hati)—dapat dipetakan secara konseptual ke konstruk psikologis seperti mindfulness, regulasi emosi, dan ketahanan. Studi ini mengusulkan model konseptual di mana doa berfungsi sebagai proses mediasi yang mengubah kesadaran spiritual menjadi kesejahteraan psikologis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa doa dalam perspektif Al-Ghazali memiliki signifikansi spiritual yang mendalam yang melampaui sekadar pelaksanaan ritual.Doa, menurut Al-Ghazali, seharusnya dipahami sebagai sistem spiritual yang terintegrasi yang menggabungkan tindakan ritual luar dengan kesadaran batin, yang pada akhirnya berfungsi sebagai proses transformatif dalam kehidupan manusia.Doa berfungsi sebagai disiplin spiritual yang membersihkan jiwa (tazkiyat al-nafs) dan memperkuat hubungan antara manusia dan Tuhan.Lebih penting lagi, temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa efektivitas doa sangat bergantung pada kehadiran dimensi batin seperti hudhur al-qalb (kehadiran hati) dan khushu (kerendahan hati spiritual), yang mengubah doa dari rutinitas mekanis menjadi pengalaman spiritual yang bermakna.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris untuk menguji validitas model konseptual yang diusulkan, khususnya dalam mengukur dampak psikologis dari doa yang dilakukan dengan kesadaran spiritual. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada eksplorasi lebih lanjut mengenai bagaimana nilai-nilai spiritual dalam doa, seperti ikhlas dan khushu, berkontribusi pada pengembangan regulasi emosi dan ketahanan psikologis. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana praktik doa dapat diintegrasikan ke dalam program intervensi kesehatan mental untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis individu, dengan mempertimbangkan konteks budaya dan agama yang berbeda. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran doa dalam meningkatkan kesehatan mental dan spiritual, serta berkontribusi pada pengembangan pendekatan terapi yang lebih holistik dan berpusat pada nilai-nilai spiritual.

  1. Religion, Spirituality, and Health: The Research and Clinical Implications - Koenig - 2012 - International... hindawi.com/journals/isrn/2012/278730Religion Spirituality and Health The Research and Clinical Implications Koenig 2012 International hindawi journals isrn 2012 278730
Read online
File size609.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test