ADPEBIADPEBI

International Journal of Law Policy and GovernanceInternational Journal of Law Policy and Governance

Artikel ini membahas aspek hukum dan kontrak terkait skema pengembalian biaya untuk pembebasan lahan dan ROW (Right of Way) sebagai solusi untuk menyelesaikan proyek konstruksi transmisi selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan menganalisis dokumen kontrak, penyesuaian persepsi, dan perjanjian antara PLN dan kontraktor. Penelitian juga menyelidiki elemen utama kontrak dalam hal lingkup pekerjaan, dengan penambahan klausul pengembalian biaya untuk pembayaran lahan dan ROW (Hak Lintas) dengan biaya, serta penambahan prosedur pembayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penambahan klausul pengembalian biaya lahan dan ROW dalam perjanjian antara kedua pihak dapat membantu menyelesaikan proyek konstruksi transmisi sesuai target yang direncanakan, meskipun konstruksi berlangsung selama pandemi Covid-19, di mana pandemi menyebabkan PLN mengalihkan sebagian anggaran untuk menangani dan mengendalikan dampak Covid terhadap sumber daya manusia, sehingga anggaran untuk pekerjaan tersebut sementara terbatas selama pandemi. Penelitian ini menawarkan solusi alternatif untuk menyelesaikan proyek konstruksi transmisi selama pandemi Covid-19, di mana kendala anggaran dapat diatasi dengan menambahkan klausul pengembalian biaya lahan dan ROW yang akan dibayarkan dengan biaya kepada mitra. Solusi alternatif ini juga dapat menjadi referensi praktis bagi pemilik proyek konstruksi transmisi selama pandemi sambil menjaga hubungan profesional antara kedua pihak.

Penelitian ini menganalisis aspek hukum dan kontrak terkait skema pengembalian biaya pembayaran lahan dan ROW sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan proyek konstruksi transmisi selama pandemi Covid-19.Berdasarkan analisis klausul kontrak dan peraturan yang berlaku, dapat disimpulkan bahwa skema pengembalian biaya sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan proyek konstruksi transmisi selama pandemi Covid-19 dapat digunakan sebagai salah satu solusi dengan memprioritaskan prinsip itikad baik untuk mencapai tujuan bersama.Tentu saja, hal ini harus terlebih dahulu mempertimbangkan batas nilai pengembalian biaya yang akan diselesaikan, sehingga tidak mengganggu arus kas kontraktor untuk menyelesaikan seluruh item pekerjaan konstruksi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komprehensif tentang dampak skema pengembalian biaya terhadap kinerja keuangan kontraktor dan PLN. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah skema pengembalian biaya yang diterapkan selama pandemi Covid-19 telah memberikan manfaat finansial yang signifikan bagi kedua pihak. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi alternatif untuk mengatasi kendala anggaran dalam proyek konstruksi transmisi, seperti penggunaan sumber pendanaan alternatif atau optimasi alokasi anggaran. Penelitian juga dapat menganalisis dampak skema pengembalian biaya terhadap hubungan profesional antara PLN dan kontraktor, serta mengidentifikasi cara-cara untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi antara kedua pihak. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih menyeluruh untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi proyek konstruksi transmisi di masa pandemi dan pasca-pandemi.

Read online
File size193.27 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test