DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Pada masa remaja, terjadi peningkatan massa otot dan jaringan lemak. Perubahan ini berhubungan dengan status gizi yang dapat dinilai melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (BMI). Pada usia remaja, individu mulai mengenali bentuk tubuh atau citra tubuh, masalah terbesar yang dihadapi banyak remaja adalah ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (BMI) dengan citra tubuh pada siswi SMK Sentra Medika Medan tahun 2018. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Sentra Medika Medan, dengan jumlah 56 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling, sebanyak 56 orang. Data diperoleh dari pengukuran IMT dan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis univariat dan bivariat dengan komputer menggunakan Uji Chi Square Statistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswi dengan IMT kurus sebanyak 28,6%, IMT normal 37,5% dan IMT berat badan lebih 33,9%. Siswi memiliki citra tubuh yang tidak puas sebanyak 44,6% sementara siswi memiliki citra tubuh yang puas sebanyak 55,4%. Hasil uji statistik menunjukkan (P = 0,004) berarti terdapat Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Citra Tubuh pada Siswi SMK Sentra Medika Medan tahun 2018.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (BMI) dan Citra Tubuh pada Siswi SMK Sentra Medika Medan Tahun 2018.Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki citra tubuh yang tidak puas.Penting bagi sekolah dan keluarga untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menerima bentuk tubuh yang dimiliki.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi citra tubuh remaja, seperti pengaruh media sosial dan tekanan teman sebaya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi yang efektif untuk meningkatkan citra tubuh positif pada remaja, dengan melibatkan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk memahami lebih dalam pengalaman dan persepsi remaja terhadap citra tubuh mereka, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan informatif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan mengatasi masalah citra tubuh pada remaja, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.

Read online
File size268.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test