JURNALEQUIVALENTJURNALEQUIVALENT

Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial TeknikEquivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik

Studi perkotaan selalu memperhatikan hirarki dan distribusi ukuran kota karena hal tersebut menentukan aturan pembangunan kota dan tata ruang sistem perkotaan yang berimplikasi pada penyediaan infrastruktur. Dalam rangka menganalisis hirarki dan distribusi kota di Indonesia, penelitian ini menggunakan data sebaran penduduk, kepadatan penduduk, dan pemetaan menggunakan GIS pada 94 kota di Indonesia dalam dua dekade terakhir, mulai dari tahun 2010 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal penting. Pertama, mayoritas kota di Indonesia masih tergolong kota sedang dengan jumlah penduduk di bawah satu juta penduduk. Kedua, kepadatan penduduk mayoritas masih berada pada kisaran kepadatan sedang. Ketiga, dominasi kota besar dan padat berada pada Pulau Jawa dan kemudian bergeser ke Pulau Sumatera. Pola hirarki dan distribusi kota di Indonesia membentuk pola zaitun yang menunjukkan adanya urbanisasi yang terus bergerak. Hal ini berimplikasi pada perlunya kebijakan pesebaran dari pusat pertumbuhan ekonomi pada kota-kota di luar Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Selain itu, diperlukan kebijakan kota kompak untuk memaksimalkan kepadatan terutama pada kota-kota metropolitan yang dapat meningkatkan efisiensi penyediaan infrastruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami hirarki dan distribusi kota di Indonesia serta memberikan masukan bagi pengambilan kebijakan pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penduduk Indonesia terkonsentrasi di kota-kota besar dan metropolitan, terutama di Pulau Jawa.Konsentrasi penduduk ini menyebabkan keterbatasan lahan, kemacetan lalu lintas, dan masalah sosial di kota-kota tersebut.Selain itu, terjadi pergeseran konsentrasi penduduk dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan perencanaan dan pembangunan kota yang berkelanjutan, termasuk pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.Pemerintah juga harus memperhatikan hirarki dan persebaran kota serta standar pelayanan minimal dalam pembangunan infrastruktur perkotaan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial dan ekonomi dari pergeseran konsentrasi penduduk dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, termasuk analisis terhadap perubahan mata pencaharian, akses terhadap layanan publik, dan kualitas hidup masyarakat di kedua pulau tersebut. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model perencanaan kota yang adaptif dan responsif terhadap perubahan demografis dan kebutuhan infrastruktur yang dinamis, dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan potensi sumber daya yang ada di masing-masing wilayah. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai kebijakan desentralisasi dan pemerataan pembangunan yang telah diterapkan, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendukung atau menghambat keberhasilan implementasinya, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mewujudkan pembangunan perkotaan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di Indonesia.

  1. Redefining "Urban" | OECD. redefining urban oecd skip main content way measure metropolitan... oecd.org/en/publications/redefining-urban_9789264174108-en.htmlRedefining Urban OECD redefining urban oecd skip main content way measure metropolitan oecd en publications redefining urban 9789264174108 en html
Read online
File size1.11 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test