UNIBAUNIBA
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamPenyakit Jantung Koroner (PJK) atau dikenal dengan Coronary Artery Disease (CAD) adalah suatu penyakit dengan proses perjalanan penyakit yang cukup panjang dan terjadi aterosklesrosis di sepanjang pembuluh darah. Pada saat arteri yang mensuplai miokardium mengalami gangguan, Jantung tidak mampu untuk memompa sejumlah darah secara efektif untuk memenuhi perfusi darah ke organ vital dan jaringan perifer secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021. Desain penelitian adalah studi epidemiologi deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 334 pasien poli jantung yang diambil menggunakan simple random sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien poli jantung rawat jalan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam Tahun 2021, analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis didapatkan memiliki Penyakit Jantung Koroner (60,2%). Risiko Penyakit Jantung Koroner lebih dominan pada kolesterol total (66,8%). Tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner. Terdapat hubungan antara penyakit jantung koroner dengan kolesterol total didapatkan nilai p value diperoleh 0.000 (p<0.05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, kadar trigliserida, riwayat hipertensi, dan riwayat diabetes mellitus dengan penyakit jantung koroner pada pasien poli jantung rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021 , dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner pada pasien poli jantung rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, kadar trigliserida, riwayat hipertensi, dan riwayat diabetes mellitus dengan penyakit jantung koroner pada pasien poli jantung rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021 , dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner pada pasien poli jantung rawat jalan di RSBP Batam tahun 2021.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian penyakit jantung koroner, karena pada penelitian ini IMT belum menjadi variabel yang diteliti. Kedua, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kejadian penyakit jantung koroner, seperti gaya hidup, pola makan, dan tingkat aktivitas fisik. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan desain studi kohort untuk mengetahui secara longitudinal bagaimana faktor risiko yang berbeda mempengaruhi perkembangan penyakit jantung koroner dari waktu ke waktu. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
- | DMSO | Dove Medical Press. dmso dove medical press doi.org/10.2147/DMSOTT.S13457DMSO Dove Medical Press dmso dove medical press doi 10 2147 DMSOTT S13457
- Role of Cholesterol as a Risk Factor in Cardiovascular Diseases | IntechOpen. role cholesterol risk factor... api.intechopen.com/redirector/books/cholesterol-good-bad-and-the-heart/role-of-cholesterol-as-a-risk-factor-in-cardiovascular-diseasesRole of Cholesterol as a Risk Factor in Cardiovascular Diseases IntechOpen role cholesterol risk factor api intechopen redirector books cholesterol good bad and the heart role of cholesterol as a risk factor in cardiovascular diseases
- Role of Cholesterol as a Risk Factor in Cardiovascular Diseases | IntechOpen. role cholesterol risk factor... doi.org/10.5772/intechopen.76357Role of Cholesterol as a Risk Factor in Cardiovascular Diseases IntechOpen role cholesterol risk factor doi 10 5772 intechopen 76357
| File size | 569.13 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
AIPTLMI IASMLTAIPTLMI IASMLT Keadaan ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari normal untuk memompa darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. PerilakuKeadaan ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari normal untuk memompa darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Perilaku
UNIMMANUNIMMAN Sikap petugas administrasi terhadap pasien rawat jalan di RSU Bhakti Asih tahun 2025 secara umum tergolong baik, berdasarkan penilaian dari aspek afektif,Sikap petugas administrasi terhadap pasien rawat jalan di RSU Bhakti Asih tahun 2025 secara umum tergolong baik, berdasarkan penilaian dari aspek afektif,
UHTUHT Sebanyak 88% pasien memiliki komorbiditas, dengan tingkat kepatuhan rasionalitas obat tinggi. indikasi tepat 78,70%, obat tepat 82,25%, dosis tepat 100%,Sebanyak 88% pasien memiliki komorbiditas, dengan tingkat kepatuhan rasionalitas obat tinggi. indikasi tepat 78,70%, obat tepat 82,25%, dosis tepat 100%,
UMWUMW Berdasarkan jenis pekerjaan, jumlah kadar LDL yang abnormal pada wiraswasta yaitu 2 orang (9. 5%), pada wirausaha tidak ada (0%), pada PNS sebanyak 6 orangBerdasarkan jenis pekerjaan, jumlah kadar LDL yang abnormal pada wiraswasta yaitu 2 orang (9. 5%), pada wirausaha tidak ada (0%), pada PNS sebanyak 6 orang
USKUSK Kombinasi ekstrak teh hijau dan peppermint dapat digunakan sebagai formulasi sediaan pasta gigi karena memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian iniKombinasi ekstrak teh hijau dan peppermint dapat digunakan sebagai formulasi sediaan pasta gigi karena memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian ini
UNIBAUNIBA Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah SakitMetode: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit
UNIBAUNIBA Self efficacy merupakan keyakinan atau kepercayaan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang dihadapi sehinggaSelf efficacy merupakan keyakinan atau kepercayaan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang dihadapi sehingga
URINDOURINDO Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada bulan Maret sampai Juli 2019. Populasi dalam penelitianPenelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada bulan Maret sampai Juli 2019. Populasi dalam penelitian
Useful /
IAIN SUIAIN SU Melalui ketegangan dinamis antara ranah semiotik (emosi, ritme musik daerah) dan ranah simbolis (hukum, kedaulatan negara), video musik ini berhasil menegosiasikanMelalui ketegangan dinamis antara ranah semiotik (emosi, ritme musik daerah) dan ranah simbolis (hukum, kedaulatan negara), video musik ini berhasil menegosiasikan
ITLITL Dengan menggabungkan data pengiriman historis (N=119) dengan wawasan kualitatif, penelitian ini mengevaluasi enam variabel keterlambatan potensial. kondisiDengan menggabungkan data pengiriman historis (N=119) dengan wawasan kualitatif, penelitian ini mengevaluasi enam variabel keterlambatan potensial. kondisi
ITLITL Studi ini juga mengevaluasi efektivitas zona emisi rendah dan potensi biofuel sebagai sumber energi alternatif. Hasil menunjukkan bahwa meskipun adopsiStudi ini juga mengevaluasi efektivitas zona emisi rendah dan potensi biofuel sebagai sumber energi alternatif. Hasil menunjukkan bahwa meskipun adopsi
URINDOURINDO Faktor-faktor utama yang berkontribusi pada SBS meliputi kontaminan kimia, kontaminan biologi, ventilasi yang tidak memadai, dan radiasi elektromagnetik,Faktor-faktor utama yang berkontribusi pada SBS meliputi kontaminan kimia, kontaminan biologi, ventilasi yang tidak memadai, dan radiasi elektromagnetik,