UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Self efficacy merupakan keyakinan atau kepercayaan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang dihadapi sehingga dapat mengatasi rintangan dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan self efficacy dalam kegiatan pembelajaran siswa SMP Kartini 2 Kota Batam. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif analitik survey dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 48 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kecerdasan intelektual dibantu psikolog. Analisis data menggunakan uji statistik Spearmans Rho. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman keberhasilan, pengalaman orang lain, persuasi verbal, dan kondisi psikologis memiliki hubungan dengan self efficacy, sedangkan kecerdasan intelektual tidak memiliki hubungan. Nilai p-value untuk pengalaman keberhasilan adalah 0,004, pengalaman orang lain 0,039, persuasi verbal 0,000, kondisi psikologis 0,007, dan kecerdasan intelektual 0,823. Koefisien korelasi tertinggi dimiliki oleh persuasi verbal (0,515).

Terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman keberhasilan, pengalaman orang lain, persuasi verbal, dan kondisi psikologis dengan self efficacy pada siswa SMP Kartini 2 Kota Batam, sedangkan kecerdasan intelektual tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Faktor yang paling berpengaruh terhadap self efficacy dalam kegiatan pembelajaran adalah persuasi verbal.Sebagian besar siswa memiliki self efficacy pada kategori sedang, dan mayoritas memiliki kecerdasan intelektual rata-rata serta pengalaman keberhasilan yang tinggi.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi pengaruh role model guru terhadap self efficacy siswa, mengingat bahwa faktor ini mungkin lebih kuat daripada pengalaman orang lain secara umum namun belum diukur secara spesifik dalam penelitian ini. Kedua, perlu dikaji bagaimana interaksi antara kondisi psikologis dan kecerdasan emosional memengaruhi self efficacy, terutama karena teori menyebutkan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi besar terhadap keyakinan diri meskipun kecerdasan intelektual tidak berhubungan langsung. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas intervensi berbasis persuasi verbal dari guru dan orang tua dalam jangka panjang, untuk melihat apakah dorongan verbal yang konsisten dapat secara signifikan meningkatkan self efficacy dan prestasi belajar siswa di sekolah. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang strategi yang efektif dalam membangun keyakinan diri siswa dalam konteks pembelajaran. Dengan memahami mekanisme ini, sekolah dapat merancang program pendukung yang lebih terarah. Selain itu, penelitian bisa mempertimbangkan faktor sosial-ekonomi yang mungkin menjadi penghambat. Eksplorasi lebih dalam terhadap konteks keluarga juga penting. Temuan dari studi lanjutan dapat digunakan untuk pelatihan guru. Intervensi yang berbasis bukti akan lebih mudah diadopsi. Hasilnya dapat mendukung kebijakan pendidikan yang berfokus pada aspek psikososial.

Read online
File size508.06 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test