IAIN MADURAIAIN MADURA

AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata SosialAL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara dua ajaran Islam, yaitu nilai-nilai lingkungan dan praktik ibadah, dalam tiga naskah kuno yang populer di kalangan Wetu Telu di Lombok Utara. Penelitian ini bertanya bagaimana ketiga naskah, yaitu Serat Rengganis, Usada Rara, dan Tuḥfah al-Mursalāh ilā Rūḥ an-Nabī, menyampaikan pengajaran melalui isi tentang kedua tema tersebut. Naskah-naskah tersebut dikenal luas dan sering dibaca di kalangan Wetu Telu di Bayan, sebuah desa yang rutin mengadakan pepaosan. Metode antropologis yang digunakan dalam penelitian ini mengandalkan data primer melalui observasi mendalam, wawancara dengan pihak-pihak terkait, serta pemetaan isi naskah. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai lingkungan dan pengajaran ibadah di kalangan Wetu Telu di Lombok Utara sebagian besar didasarkan pada naskah-naskah tersebut, dengan Serat Rengganis sebagai yang paling sering dirujuk dan populer. Naskah-naskah tersebut kemungkinan menggunakan metafora untuk menyampaikan pengajaran, yang membuatnya sulit untuk memahami makna tanpa menghadiri pepaosan untuk mendengarkan penjelasan dari para ahli. Integrasi kedua ajaran tersebut terutama jelas dari bagaimana Wetu Telu diharapkan berperilaku baik terhadap Tuhan, sesama manusia, dan alam. Ibadah individu dan sosial Wetu Telu, seperti salat dan haji, juga menunjukkan bagaimana ketiga naskah kuno tersebut masih memainkan peran penting dalam komunitas.

Seiring berjalannya waktu, cara Wetu Telu menginternalisasi atau menghidupkan teologi lingkungan dan pengajaran ibadah mungkin tidak selalu selaras dengan yang tertulis dalam tiga naskah kuno mereka.Namun, acara pepaosan yang rutin diadakan saat ini menunjukkan bagaimana naskah-naskah kuno tersebut masih dihormati dan dijadikan panduan hidup.Hal ini juga menunjukkan upaya Wetu Telu untuk melestarikan warisan mereka, mulai dari menjaga hingga menyelenggarakan acara hingga menjaga naskah-naskah tersebut.Sementara itu, nilai-nilai di luar pengajaran lingkungan sebenarnya saling terkait karena mencerminkan perawatan fisik dan spiritual sekaligus.Ketika seseorang memperlakukan alam dengan baik, ia diharapkan membangun interaksi yang baik dengan Tuhan dan sesama manusia melalui pelaksanaan ibadah dengan cara yang benar.Untuk menjaga hubungan ini ideal dan seimbang, ditemukan beberapa upacara untuk memperkuat kesatuan ini, seperti serangkaian ritual yang mengelilingi haji, sebelum menanam, atau setelah panen.Penelitian ini mengungkapkan bahwa selain menekankan hubungan ilahi dengan Tuhan, Wetu Telu masih mempertahankan pengajaran lama mereka tentang harmoni dengan sesama manusia dan alam, termasuk ruang untuk meditasi dan kontemplasi.hal-hal yang membuat Wetu Telu unik di setiap generasi.Namun, penelitian ini terbatas pada tiga naskah kuno tanpa analisis lebih lanjut tentang seberapa jauh mereka mempengaruhi perilaku Wetu Telu terhadap makhluk lain dan cara mereka menghadapi berbagai aturan fiqh dan tradisi dalam melaksanakan ibadah, misalnya.Oleh karena itu, perlu untuk menggali lebih dalam berbagai perspektif dan pendekatan yang terkait dengan hasil penelitian ini.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh naskah-naskah kuno Wetu Telu terhadap perilaku mereka terhadap makhluk lain dan cara mereka menghadapi berbagai aturan fiqh dan tradisi dalam melaksanakan ibadah. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Wetu Telu mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dan pengajaran ibadah dalam kehidupan sehari-hari mereka, serta bagaimana mereka mempertahankan warisan budaya dan agama mereka di tengah perubahan sosial dan lingkungan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran pepaosan dalam melestarikan dan mentransmisikan pengetahuan dan nilai-nilai Wetu Telu kepada generasi berikutnya, serta bagaimana acara ini dapat ditingkatkan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat.

  1. The Islamic Culture of “Wetu Telu Islam” Affecting Social Religion in Lombok | Muliadi |... doi.org/10.18860/el.v22i1.7384The Islamic Culture of AuWetu Telu IslamAy Affecting Social Religion in Lombok Muliadi doi 10 18860 el v22i1 7384
  2. The Importance of the Ijtihad Jama'i Method in Contemporary Fiqh Formulations | Al-Risalah: Forum... shariajournals-uinjambi.ac.id/index.php/al-risalah/article/view/1322The Importance of the Ijtihad Jamai Method in Contemporary Fiqh Formulations Al Risalah Forum shariajournals uinjambi ac index php al risalah article view 1322
Read online
File size2.32 MB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test