IAIN MADURAIAIN MADURA

AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata SosialAL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial

Biasanya, orang membayar zakat kepada kelompok asnaf berdasarkan preferensi dan pertimbangan mereka. Namun, di Madura, distribusi zakat tetap mengikuti konsep tradisional, di mana zakat terutama dialokasikan dan diprioritaskan untuk kiai. Hal ini menghadapi fenomena yang kontroversial apakah Kiai dapat menjadi penerima zakat atau tidak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran diversifikasi Kiai dalam pembayaran zakat dan menggambarkan konstruksi teologis dan sosial di antara pembayaran zakat di Madura. Studi saat ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif, khususnya dengan memanfaatkan wawancara sebagai teknik pengumpulan data primer. Peserta dalam studi ini termasuk kiai, anggota masyarakat, dan pemimpin dari komunitas Madura. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas Muslim Madura menetapkan kiai sebagai mustahik zakat di bawah kategori masakin, fi sabillillah, dan amil. Diversifikasi peran Kiai didasarkan pada perspektif teologis yang dipegang oleh komunitas Muslim Madura yang menyatakan bahwa kiai adalah penerima zakat yang sah. Selain itu, komunitas Muslim Madura mempertahankan persepsi sosial bahwa kiai adalah individu yang dihormati yang layak mendapatkan kompensasi. Akibatnya, meskipun orang Madura memahami adanya doktrin agama kepada siapa mereka harus membelanjakan zakat, mereka tetap memprioritaskan memberikan zakat kepada kiai sebagai hasil konstruksi sosial mereka.

Komunitas Madura telah menetapkan status kiai sebagai penerima zakat sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghormatan atas kontribusi pendidikan dan sosial kiai terhadap komunitas.Praktik ini juga mencerminkan aspirasi komunitas untuk mendapatkan karunia ilahi.Pengkategorian kiai sebagai mustahik zakat mencakup tiga kelompok yang berbeda.Kategori pertama disebut amil, yang biasanya diduduki oleh kiai karena reputasinya sebagai individu yang paling dapat dipercaya dalam distribusi zakat.Aspek signifikan lainnya adalah peran kiai sebagai fi sabillillah, yang mencakup tanggung jawab mereka sebagai pendahulu, penegak, dan advokat prinsip-prinsip agama.Tempat ketiga diduduki oleh kiai yang umumnya dipandang sebagai orang miskin atau masakin.Kiai yang dianggap sebagai masakin paling dihormati dalam peran ini kebanyakan adalah mereka yang diakui sebagai guru tolang, atau pengajar yang awalnya memperkenalkan Al-Quran.Penelitian ini terbatas pada tiga posisi yang melekat pada Kyai sebagai mustahik zakat.Namun, kami belum melihat dampak dari tiga posisi ini.Jadi, sangat perlu melakukan penelitian untuk mengeksplorasi dampak posisi ini pada ketajaman nilai-nilai sosial yang diberikan masyarakat kepada Kiai.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak dari tiga posisi kiai sebagai mustahik zakat terhadap ketajaman nilai-nilai sosial yang diberikan masyarakat kepada kiai. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran kiai dalam distribusi zakat, khususnya dalam konteks Madura, dan bagaimana peran ini dapat ditingkatkan untuk mencapai tujuan zakat yang lebih produktif dan berkelanjutan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi praktik-praktik distribusi zakat di daerah-daerah lain di Indonesia dan bagaimana praktik-praktik ini dapat disesuaikan dengan konteks lokal masing-masing daerah.

  1. Mediation in the Religious Courts of Indonesia | AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah. mediation religious courts... journal.uinjkt.ac.id/index.php/ahkam/article/view/13249Mediation in the Religious Courts of Indonesia AHKAM Jurnal Ilmu Syariah mediation religious courts journal uinjkt ac index php ahkam article view 13249
  2. PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT KONSUMTIF TRADISONAL DI KARANG PENANG SAMPANG | Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman.... ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/ulumuna/article/view/3642PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT KONSUMTIF TRADISONAL DI KARANG PENANG SAMPANG Ulumuna Jurnal Studi Keislaman ejournal kopertais4 madura index php ulumuna article view 3642
  3. Toward Zakat Management Integration in Indonesia: Problems and Solution | AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah.... doi.org/10.15408/ajis.v18i2.6319Toward Zakat Management Integration in Indonesia Problems and Solution AHKAM Jurnal Ilmu Syariah doi 10 15408 ajis v18i2 6319
Read online
File size607.12 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test