IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananManajemen kesehatan larva kerapu cantang meliputi proses pemeliharaan larva, pengelolaan pakan larva, pengendalian penyakit larva dan pengelolaan kualitas air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode manajemen kesehatan larva kerapu cantang di BBRBLPP Gondol Bali. Metode pengambilan data primer dengan cara partisipasi aktif, observasi dan wawancara langsung. Pengambilan data sekunder dengan cara studi literatur. Larva kerapu cantang dipelihara di hatchery untuk mengontrol suhu dan kondisi larva. Kolam disterilisasi dengan klorin 3-5 ppm pada pagi hari dan tiosulfat 3-5 ppm pada sore hari. Kemudian dibilas agar tidak ada sisa klorin. Larva dipelihara mulai umur hari ke 1 sampai hari ke 45. Pemberian pakan larva mulai saat larva umur 2 hari dengan Nannochloropsis occulata. Rotifer diberikan saat larva umur 2-3 hari dengan kepadatan 5 individu/ml. Artemia diberikan saat larva umur 18 hari sampai umur 40 hari. Pellet diberikan saat larva umur 8-10 hari dengan ukuran pellet level 1. Ukuran pellet terus bertambah sesuai bukaan mulut larva hingga panen. Penyakit yang menyerang larva yaitu Viral Nervous Necrosis. Ciri-ciri larva yang terinfeksi VNN adalah nafsu makan berkurang, pergerakan lemah, larva mengapung di permukaan dan tergeletak di dasar kolam. Bakteri yang sering menyerang larva yaitu Vibrio alginolyticus. Vibrio alginolyticus dapat ditangani menggunakan obat dari bahan alami. Suhu di kolam larva sebesar 28 – 30 oC dan salinitas sebesar 34 – 35 ppt. suhu dan salinitas ini masih tergolong baik untuk hidup larva kerapu.
Manajemen kesehatan larva ikan kerapu cantang di BBRBLPP Gondol Bali meliputi pemeliharaan larva, pengelolaan pakan, pengendalian penyakit, dan pengelolaan kualitas air.Proses pemeliharaan dilakukan di hatchery untuk mengontrol suhu dan kondisi larva.Penyakit utama yang menyerang larva adalah Viral Nervous Necrosis (VNN) dan bakteri Vibrio alginolyticus.Suhu dan salinitas dalam kolam larva (28–30°C dan 34–35 ppt) masih tergolong optimal untuk pertumbuhan larva kerapu.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan obat alami yang lebih efektif untuk mengatasi infeksi Vibrio alginolyticus dan Virus Nervous Necrosis (VNN) pada larva kerapu. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh variasi komposisi pakan terhadap daya tahan larva terhadap penyakit. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi hibridisasi ikan kerapu dengan spesies lain untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit secara genetik.
- FITOFARMAKA DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus... journal.trunojoyo.ac.id/jurnalkelautan/article/view/4997FITOFARMAKA DAUN SAMBUNG NYAWA Gynura procumbens UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS IKAN KERAPU MACAN Epinephelus journal trunojoyo ac jurnalkelautan article view 4997
- ANALISIS KERAGAAN PERTUMBUHAN BENIH KERAPU HIBRIDA HASIL HIBRIDISASI KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus)... ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/jra/article/view/483ANALISIS KERAGAAN PERTUMBUHAN BENIH KERAPU HIBRIDA HASIL HIBRIDISASI KERAPU MACAN Epinephelus fuscoguttatus ejournal balitbang kkp go index php jra article view 483
| File size | 254.73 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Pelaksanaan observasi partisipan selama satu bulan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Kegiatan ini bertujuan mengetahui penerapanPelaksanaan observasi partisipan selama satu bulan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Kegiatan ini bertujuan mengetahui penerapan
IBRAHIMYIBRAHIMY Penggunaan pupuk anorganik pada kegiatan budidaya ikan bandeng menimbulkan dampak degradasi lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengoptimalkanPenggunaan pupuk anorganik pada kegiatan budidaya ikan bandeng menimbulkan dampak degradasi lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengoptimalkan
IPBIPB Perlakuan yang digunakan adalah perendaman jeroan teripang dengan dosis 0 ml/L (A), 1 ml/L (B), 3 ml/L (C), 5 ml/L selama 24 jam (D), dan 0,5 ml/L 17α-MTPerlakuan yang digunakan adalah perendaman jeroan teripang dengan dosis 0 ml/L (A), 1 ml/L (B), 3 ml/L (C), 5 ml/L selama 24 jam (D), dan 0,5 ml/L 17α-MT
IBRAHIMYIBRAHIMY Berbagai faktor dapat mempengaruhi efektivitas kemampuan predasi ikan kepala timah sehingga penelitian dalam skala lebih besar seperti di habitat alaminyaBerbagai faktor dapat mempengaruhi efektivitas kemampuan predasi ikan kepala timah sehingga penelitian dalam skala lebih besar seperti di habitat alaminya
IBRAHIMYIBRAHIMY Proses pemijahan abalon menggunakan teknik pemijahan secara alami dengan sistem massal dengan rasio pemijahan antara induk abalon jantan dan betina adalahProses pemijahan abalon menggunakan teknik pemijahan secara alami dengan sistem massal dengan rasio pemijahan antara induk abalon jantan dan betina adalah
IBRAHIMYIBRAHIMY Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan baku pakan dengan bahan alami yang mengandung beta karoten dapat memengaruhi laju pertumbuhan baikHasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan baku pakan dengan bahan alami yang mengandung beta karoten dapat memengaruhi laju pertumbuhan baik
IBRAHIMYIBRAHIMY Adapun yang di uji adalah perlakuan A (kadar tepung biji trembesi terfermentasi tanpa menggunakan yoghurt (kontrol)), B (kadar tepung biji trembesi terfermentasiAdapun yang di uji adalah perlakuan A (kadar tepung biji trembesi terfermentasi tanpa menggunakan yoghurt (kontrol)), B (kadar tepung biji trembesi terfermentasi
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian ini telah berhasil mengungkapkan identitas molekuler ikan pioneer yang ditemukan di kolong pascatambang timah berumur < 1 tahun, yaitu IkanPenelitian ini telah berhasil mengungkapkan identitas molekuler ikan pioneer yang ditemukan di kolong pascatambang timah berumur < 1 tahun, yaitu Ikan
Useful /
IPBIPB paracasei melalui pakan telah meningkatkan pertumbuhan, respons imun, retensi lemak protein, dan aktivitas enzim pencernaan udang vaname lebih baik dibandingkanparacasei melalui pakan telah meningkatkan pertumbuhan, respons imun, retensi lemak protein, dan aktivitas enzim pencernaan udang vaname lebih baik dibandingkan
IPBIPB Ikan diberi pakan sesuai perlakuan, secara at satiation dua kali sehari. Parameter hematologi menunjukkan kisaran normal, dan histologi usus menunjukkanIkan diberi pakan sesuai perlakuan, secara at satiation dua kali sehari. Parameter hematologi menunjukkan kisaran normal, dan histologi usus menunjukkan
IBRAHIMYIBRAHIMY Ikan patin dapat mengeluarkan telur sebanyak 323.500 butir per induk dengan bobot telur 300 gram per induk, sehingga produktivitas telur mencapai 5. HasilIkan patin dapat mengeluarkan telur sebanyak 323.500 butir per induk dengan bobot telur 300 gram per induk, sehingga produktivitas telur mencapai 5. Hasil
IBRAHIMYIBRAHIMY Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. HasilMetode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil