STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE

Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe

Perkembangan sosial budaya dalam masyarakat merupakan suatu tanda bahwa masyarakat dalam suatu daerah tersebut telah mengalami suatu perubahan dalam proses berfikir. Perubahan sosial dan budaya bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Perilaku sosial budaya dalam merawat ibu hamil juga terus berkembang dari generasi ke generasi, menjadi sebuah peraturan tidak tertulis yang harus dipatuhi ibu postpartum dan keluarga agar tidak mendapat hukuman sosial ataupun karma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu selama hamil sesuai sosial budaya di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 68 orang, dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket dan dianalisa secara computerisasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan perilaku sosial budaya selama masa kehamilan pada ibu hamil di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen sebagian besar pada kategori kadang-kadang (58,8%). Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengevaluasi kebijakan institusi pelayanan kesehatan ibu hamil dan menambah pemahaman tentang sosial budaya dalam kehamilan bagi tenaga kesehatan, agar dapat memberikan edukasi dan penyuluhan tentang sosial budaya yang negatif dan positif pada ibu hamil.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perilaku sosial budaya selama masa kehamilan di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen mayoritas berada pada kategori kadang-kadang.Hal ini menunjukkan adanya pengaruh budaya dalam perilaku ibu hamil, namun juga menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya informasi kesehatan yang lebih modern.Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat terus memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai perilaku sosial budaya yang positif dan negatif selama kehamilan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai makna dan alasan di balik praktik perilaku sosial budaya yang dilakukan ibu hamil di wilayah tersebut, sehingga pemahaman akan kompleksitas budaya dapat lebih mendalam. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat diperluas dengan menambahkan variabel sosio-ekonomi dan pendidikan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan perilaku sosial budaya selama kehamilan. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan perilaku sosial budaya selama kehamilan dan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan janin, sehingga intervensi yang lebih tepat sasaran dapat dirancang.

  1. DOI Name 10.54460 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support... doi.org/10.54460DOI Name 10 54460 Values doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support doi 10 54460
Read online
File size417.44 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test