STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahAL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Imam Al-Ghazali dalam menjawab tantangan pendidikan dasar di era Society 5.0. Al-Ghazali menekankan pentingnya harmonisasi antara spiritualitas, moralitas, dan ilmu pengetahuan sebagai fondasi pembentukan manusia paripurna. Dalam konteks pendidikan dasar, prinsip ini dipandang mampu menjadi solusi atas problem modern seperti krisis moral, dehumanisasi teknologi, dan lemahnya integrasi nilai dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, menelaah karya-karya Al-Ghazali serta literatur kontemporer terkait Society 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Al-Ghazali tetap memiliki relevansi yang kuat dan bahkan semakin signifikan dalam menghadapi dinamika era Society 5.0. Integrasi antara spiritualitas, moralitas, dan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi yang kerap menggeser nilai-nilai kemanusiaan.

Konsep pendidikan Al-Ghazali tetap memiliki relevansi yang kuat dan bahkan semakin signifikan dalam menghadapi dinamika era Society 5.Integrasi antara spiritualitas, moralitas, dan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting untuk menjawab tantangan pesatnya kemajuan teknologi yang kerap menggeser nilai-nilai kemanusiaan.Pendidikan tidak semestinya hanya menitikberatkan pada aspek kognitif dan digitalisasi, tetapi harus berfungsi sebagai wahana pembentukan karakter melalui penanaman etika, empati, dan tanggung jawab sosial agar manusia mampu memanfaatkan teknologi secara arif dan bermartabat.Dalam konteks ini, guru berperan sebagai figur sentral yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan moral dan spiritual bagi peserta didik untuk tumbuh sebagai pribadi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, meneliti lebih dalam tentang bagaimana konsep pendidikan Al-Ghazali dapat diintegrasikan secara praktis dalam kurikulum pendidikan dasar di era Society 5.0, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang yang ada. Kedua, melakukan studi komparatif antara pemikiran Al-Ghazali dengan tokoh-tokoh pendidikan lainnya, seperti Ibnu Miskawaih, untuk memahami perbedaan dan kesamaan pendekatan mereka dalam membentuk karakter dan moralitas. Ketiga, mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana nilai-nilai spiritual dan moral dapat diimplementasikan dalam pembelajaran berbasis teknologi, dengan mempertimbangkan tantangan dehumanisasi dan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan digital dan kemanusiaan.

  1. THE EDUCATION IN ERA SOCIETY 5.0 | Harahap | JURNAL EDUSCIENCE. education era society harahap jurnal... jurnal.ulb.ac.id/index.php/eduscience/article/view/3959THE EDUCATION IN ERA SOCIETY 5 0 Harahap JURNAL EDUSCIENCE education era society harahap jurnal jurnal ulb ac index php eduscience article view 3959
  2. Tinjauan Teoretis Mengenai Citra Sebagai Komoditas Identitas : Studi Kasus Fenomena Gerakan Hijrah Kontemporer... doi.org/10.51804/deskovi.v6i2.14278Tinjauan Teoretis Mengenai Citra Sebagai Komoditas Identitas Studi Kasus Fenomena Gerakan Hijrah Kontemporer doi 10 51804 deskovi v6i2 14278
Read online
File size341.73 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test