PNLPNL
Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi ReaksiPoliuretan (PUR) adalah zat polimer yang sangat mudah beradaptasi dengan berbagai atribut fisik dan kimia. Ketahanan abrasi yang tinggi, kekuatan sobek, penyerapan kejut, fleksibilitas, dan elastisitas hanyalah beberapa kualitas PUR yang diinginkan. Meskipun stabilitas termalnya umumnya rendah, hal ini dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan lempung yang telah diberi perlakuan. Dari sumber daya terbarukan, nanokomposit poliuretan/lempung telah berhasil dibuat. Dengan menggabungkan asam oleat dari minyak kelapa sawit dengan gliserol, sebuah poliol untuk pembuatan poliuretan melalui reaksi dengan isosianat berhasil diciptakan. Sebagai katalis dan pengemulsi, asam dodesilbenzena sulfonat (DBSA) digunakan. Oktadodesilamin (ODA-mont) dan setiltrimetil amonium bromida (CTAB-mont) digunakan untuk mengolah lempung murni (kunipia-F). Jarak-d pada CTAB-mont dan ODA-mont lebih besar dibandingkan dengan pure-mont (1,142 nm), masing-masing sebesar 1,571 nm dan 1,798 nm. Teknik pra-polimer digunakan untuk membuat nanokomposit poliuretan/lempung, dan struktur mikro-domain PU tersegmentasi, CTAB-mont-PU 1, 3, dan 5 wt%, serta ODA-mont-PU 1, 3, dan 5 wt% ditentukan oleh spektrum FTIR. Difraksi sinar-X (X-RD) digunakan untuk mengevaluasi morfologi nanokomposit, dan hasilnya menunjukkan bahwa semua nanokomposit tipe interkalasi berhasil dibuat dari upaya ini. Ketika permukaan material diperiksa menggunakan observasi mikroskop elektron transmisi (TEM) dan mikroskop elektron pemindai (SEM), hal ini semakin dikonfirmasi. Analisis termogravimetri (TGA) digunakan untuk memeriksa stabilitas termal. PU murni mulai terdegradasi sekitar 200°C, yang lebih rendah dari laju degradasi CTAB-mont PU dan ODA-mont PU, yang terjadi masing-masing pada sekitar 318°C dan 330°C. Baik poliuretan (PU) murni maupun nanokomposit PU/lempung memiliki sifat mekanik, termasuk sifat mekanik dinamis, yang diuji. Dengan penambahan montmorilonit CTAB-mont PU atau ODA-mont PU hanya 5 persen berat, kekuatan tarik nanokomposit masing-masing meningkat lebih dari 214% dan 267%, menunjukkan dampak positif yang mengesankan dari organoclay termodifikasi pada kekuatan dan perpanjangan putus nanokomposit.
Penelitian ini berhasil mengembangkan nanokomposit poliuretan/lempung berbasis poliol minyak kelapa sawit sebagai alternatif berkelanjutan pengganti produk petrokimia.Modifikasi lempung dengan CTAB-mont dan ODA-mont menghasilkan interkalasi yang berhasil, meningkatkan stabilitas termal (mulai degradasi pada 318-330°C dibandingkan 200°C untuk PU murni) serta sifat mekanik seperti kekuatan tarik dan perpanjangan putus lebih dari 200%.Hasil ini mengonfirmasi bahwa penambahan organoclay termodifikasi secara signifikan meningkatkan kinerja termal dan mekanik poliuretan, didukung oleh dispersi partikel lempung yang baik dalam matriks polimer.
Mengingat potensi besar nanokomposit poliuretan berbahan dasar minyak kelapa sawit, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sumber poliol alternatif yang lebih beragam dan berkelanjutan. Peneliti dapat menyelidiki minyak nabati non-pangan atau biomassa limbah pertanian sebagai bahan baku poliol, serta mengevaluasi rute modifikasi kimia yang berbeda untuk mengoptimalkan strukturnya dan sifat poliuretan yang dihasilkan, demi mengurangi ketergantungan pada minyak kelapa sawit dan petrokimia. Selain itu, eksplorasi modifikasi kimia hijau yang inovatif untuk lempung montmorilonit, atau silikat berlapis lainnya seperti halloysit, akan sangat berharga. Ini mencakup penggunaan surfaktan berbasis bio atau teknik polimerisasi in situ untuk mencapai pengelupasan (exfoliation) dan adhesi antarmuka yang lebih unggul dalam matriks poliuretan, yang berpotensi menghasilkan peningkatan signifikan dalam sifat spesifik seperti elastisitas, ketahanan lelah, atau bahkan kemampuan swasembuh yang dapat diregenerasi. Terakhir, sangat penting untuk melakukan studi komprehensif mengenai biodegradabilitas dan kinerja lingkungan jangka panjang dari nanokomposit ini. Penelitian ini harus mencakup pengujian penuaan yang dipercepat serta penilaian ketahanan terhadap berbagai tekanan lingkungan, membuka jalan bagi aplikasi bernilai tinggi di mana kombinasi sifat material yang ditingkatkan dan jejak lingkungan yang berkurang menjadi krusial, seperti dalam implan medis atau material konstruksi yang tahan lama.
| File size | 1.24 MB |
| Pages | 29 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Persentase yield glukosa dari pati menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya waktu hidrolisis, dimulai dari 40,75% pada 40 menit hingga mencapai 74,76%Persentase yield glukosa dari pati menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya waktu hidrolisis, dimulai dari 40,75% pada 40 menit hingga mencapai 74,76%
HTPHTP Sebagian besar tenaga kesehatan di layanan primer masih memiliki stigma terhadap ODHA. Upaya pengurangan stigma perlu dilakukan melalui peningkatan pengetahuanSebagian besar tenaga kesehatan di layanan primer masih memiliki stigma terhadap ODHA. Upaya pengurangan stigma perlu dilakukan melalui peningkatan pengetahuan
UBUB Green Accounting adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan sehubungan dengan aktivitas operasionalnya terhadap lingkungan sekitar. Biaya lingkungan iniGreen Accounting adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan sehubungan dengan aktivitas operasionalnya terhadap lingkungan sekitar. Biaya lingkungan ini
UNSURUNSUR Hasil pengujian terhadap data 230 jenis sampah dan 69 tanaman menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan rekomendasi tanaman yang logis secara agronomis,Hasil pengujian terhadap data 230 jenis sampah dan 69 tanaman menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan rekomendasi tanaman yang logis secara agronomis,
STIE TDNSTIE TDN Penelitian ini menggunakan metode multiple regresi untuk mengetahui dampak ESG dan GA terhadap kinerja keuangan dan data perbandingan antara perbankanPenelitian ini menggunakan metode multiple regresi untuk mengetahui dampak ESG dan GA terhadap kinerja keuangan dan data perbandingan antara perbankan
PNLPNL Penelitian ini menggunakan dua variabel independen, yaitu proses biodrying selama 14 dan 21 hari dan variasi EM4, yaitu 100 ml, 200 ml, 300 ml, 400 ml,Penelitian ini menggunakan dua variabel independen, yaitu proses biodrying selama 14 dan 21 hari dan variasi EM4, yaitu 100 ml, 200 ml, 300 ml, 400 ml,
4141 Pembuatan benda uji tanpa dan dengan kombinasi substitusi plastik sebesar 2,7%, 4,7%, 6,7% terhadap berat aspal pada KAO ± 0,5% tanpa dan dengan fillerPembuatan benda uji tanpa dan dengan kombinasi substitusi plastik sebesar 2,7%, 4,7%, 6,7% terhadap berat aspal pada KAO ± 0,5% tanpa dan dengan filler
4141 It can be concluded that the addition of polypropylene fibers and palm oil clinkers on high quality concrete can increase the compressive strength of concrete.It can be concluded that the addition of polypropylene fibers and palm oil clinkers on high quality concrete can increase the compressive strength of concrete.
Useful /
HTPHTP Dalam kondisi tersebut, citra merek dan kualitas pelayanan menjadi aspek krusial yang memengaruhi preferensi konsumen dalam menentukan pilihan apotek.Dalam kondisi tersebut, citra merek dan kualitas pelayanan menjadi aspek krusial yang memengaruhi preferensi konsumen dalam menentukan pilihan apotek.
HTPHTP Penelitian ini berjenis kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil berjumlah 183 orang, melalui teknik purposivePenelitian ini berjenis kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil berjumlah 183 orang, melalui teknik purposive
PNLPNL Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan jumlah ukuran partikel arang aktif kulit pisang kepok (mesh) dengan waktu adsorpsi terhadapTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan jumlah ukuran partikel arang aktif kulit pisang kepok (mesh) dengan waktu adsorpsi terhadap
PNLPNL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa serat ampas tebu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatanBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa serat ampas tebu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan