PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Styrofoam merupakan salah satu jenis kemasan makanan yang sering kita temukan. Styrofoam memiliki ketahanan terhadap panas dan dingin yang sangat baik sehingga digunakan sebagai insulator. Kemampuan menahan suhu yang baik, ringan, dan praktis mendorong penggunaan styrofoam sebagai bahan kemasan makanan dan minuman. Namun, styrofoam mengandung banyak zat berbahaya dan tidak ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah mengganti material untuk membuat styrofoam yang ramah lingkungan yang disebut busa biodegradable. Serat ampas tebu memiliki potensi sebagai bahan dasar untuk membuat busa biodegradable. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ampas tebu terhadap karakteristik busa biodegradable. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan perlakuan konsentrasi serat ampas tebu. Pengujian karakteristik yang dilakukan meliputi uji kekuatan tarik, uji serapan air, uji biodegradasi, dan analisis termogravimetri. Dari hasil dekomposisi serat ampas tebu 9,130 mg dan masih tersisa 1,13 mg. Konsentrasi optimum busa biodegradable serat ampas tebu pada serapan air, laju biodegradasi, dan kekuatan tarik pada sampel komposisi 90:10. Hasil analisis gugus fungsional menunjukkan gugus O-H dan C-O yang mengindikasikan bahwa busa biodegradable mudah terdegradasi oleh mikroorganisme di dalam tanah.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa serat ampas tebu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan busa biodegradable dan memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan busa biodegradable.Semakin banyak komposisi serat ampas tebu dalam busa biodegradable, semakin rendah kekuatan tariknya.Kekuatan tarik terendah pada busa biodegradable terjadi pada sampel A4 pada waktu 30 menit, sedangkan yang tertinggi pada sampel A5 pada waktu 60 menit.Hasil uji biodegradasi terendah terjadi pada sampel A1 pada waktu 30 menit, sedangkan yang tertinggi pada sampel A3 pada waktu 30 menit.Serat ampas tebu memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif untuk mengurangi penggunaan styrofoam.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan lebih lanjut potensi busa biodegradable berbahan dasar ampas tebu dan pati tapioka. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jenis plasticizer terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas busa biodegradable, dengan tujuan untuk menemukan plasticizer yang paling optimal dalam meningkatkan fleksibilitas dan mempercepat proses degradasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi proses ekstrusi untuk menghasilkan busa biodegradable dengan struktur sel yang lebih homogen dan stabil, sehingga dapat meningkatkan kekuatan tarik dan mengurangi serapan air. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif terhadap kinerja busa biodegradable ini sebagai kemasan makanan dibandingkan dengan kemasan styrofoam konvensional, dengan mempertimbangkan aspek keamanan pangan, biaya produksi, dan dampak lingkungan.

  1. Polystyrene as Hazardous Household Waste | IntechOpen. polystyrene hazardous household waste intechopen... api.intechopen.com/redirector/books/household-hazardous-waste-management/polystyrene-as-hazardous-household-wastePolystyrene as Hazardous Household Waste IntechOpen polystyrene hazardous household waste intechopen api intechopen redirector books household hazardous waste management polystyrene as hazardous household waste
Read online
File size451.63 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test