PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Sampah adalah sisa bahan yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Ada berbagai proses yang dapat diterapkan untuk menghasilkan sampah kering menggunakan teknologi biodrying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari teknologi biodrying untuk pengolahan sampah organik di Kota Lhokseumawe menjadi briket dan lama proses biodrying terhadap kualitas briket yang dihasilkan dari variasi EM4. Penelitian ini menggunakan dua variabel independen, yaitu proses biodrying selama 14 dan 21 hari dan variasi EM4, yaitu 100 ml, 200 ml, 300 ml, 400 ml, dan 500 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memenuhi standar SNI No.1/6235/2000 hanya uji kadar abu, kadar volatil, dan uji lama nyala, sedangkan uji kadar air tidak memenuhi standar SNI No.1/6235/2000.

Semakin banyak EM4, semakin baik kualitasnya, ditandai dengan peningkatan pada uji kadar air, kadar abu, tingkat volatilitas, dan lama nyala yang dilakukan pada briket sampah organik di Kota Lhokseumawe.Semakin lama waktu proses, semakin baik kualitas briket yang dihasilkan.Dari hasil uji yang memenuhi standar SNI No.1/6235/2000, hanya kadar abu, volatilitas, dan lama nyala.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada peningkatan kualitas briket sampah organik melalui optimasi proses biodrying. Penelitian dapat dilakukan dengan mengeksplorasi variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kualitas briket, seperti jenis dan konsentrasi EM4, waktu proses biodrying yang lebih lama, dan penggunaan bahan pengikat yang berbeda. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan ekonomi dari penggunaan briket sampah organik sebagai sumber energi terbarukan.

Read online
File size224.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test