PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Minyak goreng bekas atau sering disebut minyak jelantah merupakan salah satu kebutuhan dalam pengolahan makanan bagi manusia. Pengolahan minyak goreng secara berulang dalam proses penggorengan dapat menurunkan kualitas minyak goreng tersebut. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengolah minyak goreng bekas adalah dengan adsorpsi menggunakan arang aktif dari kulit pisang kepok. Penggunaan arang aktif sebagai adsorben dapat bermanfaat karena karbon aktif mampu menyerap bau yang tidak diinginkan dan mengurangi kadar asam lemak bebas, sehingga meningkatkan kualitas minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan jumlah ukuran partikel arang aktif kulit pisang kepok (mesh) dengan waktu adsorpsi terhadap kualitas minyak goreng bekas. Variabel yang digunakan adalah variasi ukuran partikel karbon aktif yaitu 100 mesh, 120 mesh, 140 mesh, dan 160 mesh dengan waktu adsorpsi 3 jam, 5 jam, dan 7 jam. Minyak hasil pemurnian dianalisis densitas minyak, kadar asam lemak dalam minyak, dan kadar air. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ukuran partikel terbaik adalah 160 mesh. Nilai densitas yang diperoleh adalah 0,889 g/ml. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai densitas masih belum memenuhi persyaratan standar mutu minyak goreng SNI (2002), yaitu 0,900 g/ml. Analisis FTIR menunjukkan adanya peningkatan bilangan gelombang yang merupakan puncak struktur OH (ikatan hidrogen) menggunakan arang yang dimurnikan. Molekul C=O (karboksilat) pada Asam Lemak Bebas (ALB) ditunjukkan di sekitar bilangan gelombang 1060 cm-1 yang meningkat menjadi 1070 cm-1.

Arang kulit pisang kepok menunjukkan kemampuan adsorpsi yang efektif, melebihi arang umum, dalam menurunkan kadar asam lemak bebas, kadar air, dan meningkatkan densitas minyak goreng bekas.Proses adsorpsi optimal tercapai pada ukuran partikel 160 mesh dan waktu adsorpsi 7 jam, seiring dengan peningkatan waktu kontak.Hasil ini menunjukkan bahwa arang kulit pisang kepok potensial sebagai adsorben untuk memurnikan minyak goreng bekas, dengan kadar air hasil pemurnian telah memenuhi standar mutu SNI (2002).

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada peningkatan kualitas minyak goreng bekas agar sepenuhnya memenuhi standar SNI, terutama terkait nilai densitas yang masih belum tercapai. Salah satu arah studi yang menarik adalah dengan menguji berbagai metode aktivasi arang kulit pisang kepok yang berbeda, seperti aktivasi kimia dengan jenis zat kimia dan konsentrasi yang bervariasi, atau aktivasi fisik pada suhu dan waktu yang lebih optimal. Hal ini bertujuan untuk menciptakan arang aktif dengan struktur pori yang lebih ideal, sehingga kemampuan adsorpsinya terhadap komponen yang memengaruhi densitas dan parameter kualitas lainnya dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan arang aktif yang telah dimodifikasi atau dikombinasikan dengan bahan lain untuk mencapai standar kualitas yang lebih tinggi, serta mempertimbangkan studi mengenai regenerasi arang aktif bekas pakai agar dapat digunakan kembali, mengurangi limbah, dan meningkatkan keberlanjutan proses. Aspek lain yang perlu dikaji adalah kelayakan ekonomi dan potensi skala produksi arang aktif dari kulit pisang kepok ini untuk aplikasi yang lebih luas di masyarakat. Penelitian dapat mencakup analisis biaya produksi arang aktif dan perbandingan efektivitas biaya dengan adsorben komersial yang ada, sehingga dapat diketahui potensi pasar dan keberlanjutan ekonomis dari inovasi ini. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman komprehensif tentang optimalisasi proses pemurnian minyak jelantah dan potensi pemanfaatan limbah pisang kepok secara berkelanjutan.

Read online
File size274.23 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test