PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Salah satu faktor penyebab terjadinya pemanasan global dan kerusakan lingkungan adalah limbah medis dari praktik kedokteran gigi. Green Dentistry merupakan konsep praktik kedokteran gigi yang ramah lingkungan. Green Dentistry merupakan solusi untuk mengurangi pemakaian sumber daya alam, penggunaan energi, serta produksi limbah medis. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran terkait pengetahuan, sikap dan penerapan tentang green dentistry diantara dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi. Scoping review ini menggunakan penelusuran pustaka pada database Google Scholar dilakukan dengan berpedoman pada PRISMA. Populasi penelitian adalah dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi. Kriteria inklusi adalah studi observasional mengenai green dentistry yang diterbitkan antara tahun 2018 - 2022 dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Artikel diseleksi berdasarkan judul, abstrak, dan teks lengkap. Data hasil ekstraksi disajikan dalam bentuk tabel dan dirangkum untuk menghasilkan gambaran. Dari total 88 artikel yang didapatkan, sebanyak 11 artikel dapat disertakan dalam penelaahan. Setiap artikel membahas tentang pengetahuan, sikap dan tindakan terkait green dentistry, jenis praktik kedokteran gigi ramah lingkungan serta pengelolaan limbah medis yang dilakukan. Setiap artikel menggunakan kuesioner dengan jumlah domain serta item yang bervariasi. Pengetahuan, sikap, maupun tindakan dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi terkait konsep green dentistry masih belum merata. Dokter gigi lulusan pascasarjana memiliki pengetahuan yang lebih baik. Hambatan yang sering ditemui adalah faktor biaya dan kurangnya pelatihan atau informasi. Pengetahuan terkait konsep green dentistry diantara dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi masih sangat perlu untuk ditingkatkan. Pemberian informasi tentang langkah-langkah terkait konsep green dentistry secara spesifik sangat diperlukan.

Tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan dokter gigi maupun mahasiswa kedokteran gigi di dunia terkait konsep green dentistry masih belum merata.Dokter gigi lulusan pascasarjana ditemukan memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dokter gigi lulusan sarjana.Salah satu aspek penting dalam konsep green dentistry adalah pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.Secara keseluruhan tingkat pengetahuan tentang metode pengelolaan limbah yang ramah lingkungan masih perlu ditingkatkan.Hambatan yang dapat ditemui dalam pelaksanaan green dentistry dalam praktik kedokteran gigi adalah faktor biaya dan kurangnya pengetahuan, pelatihan ataupun pemberian informasi.Pengetahuan terkait konsep green dentistry diantara dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi masih sangat perlu untuk ditingkatkan.Pemberian informasi tentang langkah-langkah terkait konsep green dentistry secara spesifik sangat diperlukan.

Berdasarkan temuan ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan green dentistry yang komprehensif dan mudah diakses bagi dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam hambatan-hambatan yang dihadapi dalam implementasi green dentistry di klinik gigi, serta mengidentifikasi strategi-strategi yang efektif untuk mengatasi hambatan tersebut. Terakhir, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program pelatihan green dentistry terhadap praktik kedokteran gigi dan lingkungan.

Read online
File size441.57 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test