UMGUMG

Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri ProduksiMatrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi

Pengendalian persediaan sangat krusial dan berdampak pada kelangsungan bisnis perusahaan. Penggunaan multiple item single supplier digunakan tidak hanya untuk menekan total biaya tetapi juga efisiensi proses. Keterbatasan luas gudang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan persediaan, terutama pada shared warehouse. Penelitian ini membandingkan kinerja integrasi model P atau Q dengan multiple item single supplier dan batasan kapasitas ruang. Model P dinilai lebih stabil dalam penggunaan ruang (pemesanan terhadap t) daripada Q yang lebih sensitif karena kebutuhan safety stock untuk mengatasi lonjakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Model Q lebih unggul secara biaya tetapi jumlah order yang dibutuhkan lebih banyak 12% dari Model P. Hasil numerik perhitungan biaya variable cost (biaya pesan dan biaya simpan) menunjukkan model P lebih tinggi 65,2 % dari Model Q sebesar 10,9 juta. Meskipun secara penggunaan ruangan, kedua model tersebut sudah memenuhi Batasan sebesar 4896 m2. Penelitian ini berkontribusi pada pemilihan kebijakan persediaan probabilistik terintegrasi untuk sistem multi-item dengan kendala kapasitas gudang, khususnya dalam konteks optimalisasi biaya dan utilisasi ruang secara simultan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Model Q lebih unggul secara biaya, jumlah order yang dibutuhkan lebih banyak 12% dibandingkan Model P.Biaya variabel model P tercatat 65,2% lebih tinggi dari Model Q, yaitu sebesar 10,9 juta.Kedua model memenuhi batasan luas gudang sebesar 4896 m² setelah penyesuaian menggunakan metode Lagrange.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut mengenai kelayakan ekspansi gudang dengan mempertimbangkan trade-off antara biaya tambahan dan peningkatan kapasitas penyimpanan, terutama jika permintaan terus meningkat dalam jangka panjang. Kedua, penting untuk mengembangkan model persediaan adaptif berbasis permintaan dinamis (demand-based inventory) yang dapat menyesuaikan kebijakan pemesanan secara real-time sesuai fluktuasi pasar, sehingga mengurangi ketergantungan pada asumsi statis. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang integrasi sistem monitoring real-time pada Model Q untuk menilai efektivitas dan kelayakan penerapannya di perusahaan dengan keterbatasan sumber daya teknologi, mengingat kebutuhan pemantauan berkala yang tinggi pada model ini.

  1. Designing A Multi-item Product Inventory Policy to Reduce Stockouts on CV VLJ | G-Tech: Jurnal Teknologi... ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/g-tech/article/view/4806Designing A Multi item Product Inventory Policy to Reduce Stockouts on CV VLJ G Tech Jurnal Teknologi ejournal uniramalang ac index php g tech article view 4806
  2. On the estimation of the fill rate for the continuous (s, S) inventory system for the lost sales context... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0263655On the estimation of the fill rate for the continuous s S inventory system for the lost sales context journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0263655
Read online
File size833.77 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test