UMGUMG

Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri ProduksiMatrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya tingkat cacat produksi pada produk Dust Cover dan Bracket Rubber di PT XYZ, yang berpotensi mengurangi kualitas produk, meningkatkan biaya produksi, dan mengurangi kepuasan pelanggan. Permasalahan ini menunjukkan kebutuhan akan pendekatan pengendalian kualitas yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecacatan produk, mengidentifikasi penyebab dominan cacat, serta mengevaluasi kapabilitas proses produksi menggunakan pendekatan Lean Six Sigma. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve). Analisis dilakukan melalui perhitungan Defect Per Million Opportunities (DPMO), penentuan Level Sigma, Diagram Pareto, Diagram Fishbone, dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia dan kondisi mesin menjadi penyebab dominan terjadinya cacat produksi. Nilai Level Sigma untuk Dust Cover sebesar 3,83 dan Bracket Rubber sebesar 3,96, menunjukkan bahwa proses masih berada pada tingkat kinerja menengah dan memerlukan perbaikan berkelanjutan. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada peningkatan sistem preventive maintenance, pengendalian parameter proses, serta pelatihan dan standarisasi kerja operator.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingginya cacat produksi pada Dust Cover dan Bracket rubber di PT XYZ terutama disebabkan oleh kondisi mesin dan faktor manusia, seperti keausan alat, extruder tidak stabil, serta kesalahan operator.Analisis Pareto, Fishbone, dan FMEA menunjukkan bahwa sebagian besar cacat berasal dari segelintir penyebab utama, dengan RPN tertinggi pada keausan mesin (315).peningkatan kompetensi operator, perawatan mesin yang terjadwal, perbaikan lingkungan kerja, dan penyempurnaan metode produksi.Metode FMEA terbukti efektif dalam identifikasi risiko, dan kombinasi alat analisis visual seperti Pareto dan Fishbone direkomendasikan untuk pengendalian kualitas.Penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk pengembangan studi lanjutan menggunakan SPC, DMAIC, atau IoT, serta mendorong kolaborasi akademik-industri dalam peningkatan mutu berkelanjutan di era manufaktur modern.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mesin dan faktor manusia dalam proses produksi. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem preventive maintenance yang diterapkan, serta pengendalian parameter proses secara lebih detail. Penelitian juga dapat berfokus pada pengembangan metode pelatihan dan standarisasi kerja operator yang efektif, serta mengkaji dampak dari perbaikan lingkungan kerja terhadap stabilitas dan kapabilitas proses produksi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dan terukur untuk meningkatkan kualitas produksi secara berkelanjutan di industri manufaktur karet.

  1. Pendekatan Lean Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Produk (Studi Kasus Pt.Karya Jati Global) | Jurnal... doi.org/10.33752/invantri.v5i1.10425Pendekatan Lean Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Produk Studi Kasus Pt Karya Jati Global Jurnal doi 10 33752 invantri v5i1 10425
  2. Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analyze Untuk Meminimalisasi Defect di PT. ABC | Venus:... journal.aritekin.or.id/index.php/Venus/article/view/79Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analyze Untuk Meminimalisasi Defect di PT ABC Venus journal aritekin index php Venus article view 79
Read online
File size955.73 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test