UBTUBT
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianJ-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianPertumbuhan populasi manusia telah mengakibatkan konversi lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman, dan salah satu solusi potensial untuk masalah ini adalah memanfaatkan teknologi hidroponik untuk pertanian. Sistem Hidroponik Penyiraman Cerdas SWU02 adalah salah satu jenis teknologi hidroponik yang dapat digunakan untuk tujuan ini. Jarak tanam yang tepat memainkan peran penting dalam hidroponik karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil panen selada butterhead hijau (Lectuca sativa var. capitata L.). Desain acak lengkap (CRD) dengan tiga perlakuan, yang terdiri dari jarak tanam 12,5 x 12,5 cm, 20x20cm, dan 25 x 25 cm, masing-masing dengan tiga ulangan, digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam secara signifikan memengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Penanaman selada dengan jarak tanam 25 x 25 cm menghasilkan hasil terbaik dan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman dibandingkan dengan opsi jarak tanam lainnya, dengan tinggi tanaman 18,33 cm, lebar tanaman 31,17 cm, berat tanaman 122,78 gram, dan jarak antar daun 0,03 cm. Pertumbuhan tanaman yang optimal dan menghindari gejala etiolasi dapat dicapai dengan memberi jarak antar tanaman, yang meminimalkan persaingan untuk mendapatkan nutrisi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi jarak tanam dalam sistem hidroponik Smart Watering SWU 02 secara signifikan memengaruhi pertumbuhan dan hasil panen selada butterhead hijau (Lectuca sativa var.Berdasarkan temuan tersebut, perlakuan jarak tanam optimal yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil panen selada butterhead hijau terbaik dalam sistem hidroponik ini adalah 25 x 25 cm, menghasilkan tinggi tanaman 18,33 cm, lebar tanaman 31,16 cm, 41 daun, jarak antar daun 0,03 cm, dan berat basah 122,78 gram.Hasil ini menunjukkan pentingnya mengevaluasi jarak tanam dalam berbagai sistem untuk menentukan kondisi optimal untuk mencapai pertumbuhan dan hasil panen selada butterhead hijau yang maksimal.
Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti konversi lahan pertanian dan potensi hidroponik, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem hidroponik vertikal yang terintegrasi dengan teknologi sensor untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan pupuk organik cair yang berasal dari limbah pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan keberlanjutan sistem hidroponik. Terakhir, penelitian dapat menginvestigasi pengaruh berbagai jenis media tanam, seperti cocopeat atau sabut kelapa, terhadap pertumbuhan dan hasil panen selada butterhead hijau dalam sistem hidroponik SWU 02, dengan tujuan menemukan media tanam yang paling efisien dan ramah lingkungan. Kombinasi dari ketiga saran ini diharapkan dapat menghasilkan sistem hidroponik yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.
| File size | 177.38 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
ITLITL Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa musim perayaan mewakili gangguan yang dapat diprediksi, berdampak tinggi yang didorong oleh konvergensiSecara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa musim perayaan mewakili gangguan yang dapat diprediksi, berdampak tinggi yang didorong oleh konvergensi
IPBIPB Implementasi Rencana Tata Ruang dapat meminimalkan konversi lahan dan masalah lingkungan. Selain itu, sinkronisasi antara Rencana Tata Ruang dan LP2B perluImplementasi Rencana Tata Ruang dapat meminimalkan konversi lahan dan masalah lingkungan. Selain itu, sinkronisasi antara Rencana Tata Ruang dan LP2B perlu
UPIUPI Pluralisme hukum memicu konflik kepemilikan hutan karena masyarakat mengklaim kawasan sebagai tanah Ulayat sesuai hukum adat, sedangkan pemerintah menempatkannyaPluralisme hukum memicu konflik kepemilikan hutan karena masyarakat mengklaim kawasan sebagai tanah Ulayat sesuai hukum adat, sedangkan pemerintah menempatkannya
APTKLHIAPTKLHI Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi 18 pemangku kepentingan yang berperan dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Laguna Segara Anakan,Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi 18 pemangku kepentingan yang berperan dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Laguna Segara Anakan,
IPBIPB Drainase berikut konversi lahan gambut menjadi perkebunan kelapa sawit selalu dikaitkan dengan kehilangan karbon (C), salah satunya dalam bentuk karbonDrainase berikut konversi lahan gambut menjadi perkebunan kelapa sawit selalu dikaitkan dengan kehilangan karbon (C), salah satunya dalam bentuk karbon
IPBIPB DAS Wosi memiliki luas 2. 346,32 ha, keliling 29,95 km2, panjang sungai 8,38 km, Rc 0,33, dan Re 1,027. Morfometri DAS berbentuk persegi panjang dan ovalDAS Wosi memiliki luas 2. 346,32 ha, keliling 29,95 km2, panjang sungai 8,38 km, Rc 0,33, dan Re 1,027. Morfometri DAS berbentuk persegi panjang dan oval
UNILAUNILA Penelitian ini dilakukan dengan metode titik hitung pada hutan campuran dan hutan pinus. Data dianalisis kemudian digunakan untuk menghitung indeks keanekaragamanPenelitian ini dilakukan dengan metode titik hitung pada hutan campuran dan hutan pinus. Data dianalisis kemudian digunakan untuk menghitung indeks keanekaragaman
UNILAUNILA 061). PDRB di sektor industri dipengaruhi secara nyata oleh tutupan hutan rakyat -7. 434 (p= 0. 077), dan perkebunan 5. 471 (p= 0. 00). Hasil penelitian061). PDRB di sektor industri dipengaruhi secara nyata oleh tutupan hutan rakyat -7. 434 (p= 0. 077), dan perkebunan 5. 471 (p= 0. 00). Hasil penelitian
Useful /
ITLITL Wawancara dalam beberapa putaran menggunakan metode Delphi mengungkapkan jawaban yang memuaskan. Pertanyaan-pertanyaan kami, yang dirancang untuk menyelidikiWawancara dalam beberapa putaran menggunakan metode Delphi mengungkapkan jawaban yang memuaskan. Pertanyaan-pertanyaan kami, yang dirancang untuk menyelidiki
UPIUPI Jumlah RPW yang tertangkap bervariasi tiap bulan, dengan total 3931 ekor dewasa tertangkap selama percobaan. Analisis varians menunjukkan perbedaan signifikanJumlah RPW yang tertangkap bervariasi tiap bulan, dengan total 3931 ekor dewasa tertangkap selama percobaan. Analisis varians menunjukkan perbedaan signifikan
UPIUPI Beberapa analisis seperti Analisis Sorpsi Gas Nitrogen, keasaman, spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier, dan difraksi sinar-X serbuk (XRD) diterapkanBeberapa analisis seperti Analisis Sorpsi Gas Nitrogen, keasaman, spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier, dan difraksi sinar-X serbuk (XRD) diterapkan
UNHASUNHAS Pendekatan normatif dan empiris diterapkan untuk mengkaji kerangka hukum serta data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMN lebih rentan terhadapPendekatan normatif dan empiris diterapkan untuk mengkaji kerangka hukum serta data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMN lebih rentan terhadap