UBTUBT

J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianJ-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas kombinasi amelioran tanah, khususnya biochar tempurung sawit dan kompos tithonia, dalam meningkatkan respon hidrologi Ultisol dan meningkatkan hasil jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dosis kombinasi optimal yang secara signifikan memengaruhi respon hidrologi Ultisol dan hasil jagung. Rancangan blok acak (RBD) digunakan untuk melakukan penelitian. Bahan amelioran terdiri dari biochar tempurung sawit dan kompos tithonia, yang dibagi menjadi enam perlakuan dan empat kelompok, termasuk tanpa Biochar dan kompos (p0), 10 ton/ha Biochar (p1), 7,5 ton/ha biochar & 2,5 ton/ha kompos (p2), 5 ton/ha biochar & 5 ton/ha kompos (p3), 2,5 ton/ha Biochar 7,5 ton/ha (p4), dan 10 ton/ha kompos (p5). Parameter fisik tanah, seperti kadar bahan organik tanah, bulk density tanah, total ruang pori tanah, tekstur tanah, permeabilitas, laju infiltrasi, dan kapasitas infiltrasi tanah, dipantau selama penelitian. Uji BNJ dengan tingkat kepercayaan 95% digunakan untuk menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan p3 (5 ton/ha Biochar dan 5 ton/ha kompos) dan perlakuan p4 (7,5 ton/ha kompos & 2,5 ton/ha Biochar) menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dalam laju dan kapasitas infiltrasi, serta permeabilitas tanah, dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selain itu, perlakuan p3 (5 ton/ha biochar & 5 ton/ha kompos) terbukti meningkatkan hasil jagung sebesar 80,53%, sementara perlakuan p4 (2,5 ton/ha biochar & 7,5 ton/ha kompos) menghasilkan peningkatan hasil sebesar 80%.

Aplikasi perlakuan p3 dan p4, yang terdiri dari berbagai rasio biochar tempurung sawit dan kompos tithonia, menghasilkan peningkatan yang lebih efektif dalam respon hidrologi tanah, yaitu laju infiltrasi dan kapasitas infiltrasi.Selain itu, perlakuan p3, dengan aplikasi 5 ton/ha biochar tempurung sawit dan 5 ton/ha kompos, menunjukkan peningkatan hasil jagung tertinggi sebesar 80,53%.Demikian pula, perlakuan p4, dengan aplikasi 2,5 ton/ha biochar tempurung sawit dan 7,5 ton/ha kompos, juga meningkatkan hasil jagung sebesar 80%.Kedua perlakuan tersebut terbukti paling efektif dalam meningkatkan hasil jagung.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman tentang penggunaan biochar dan kompos dalam meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman jagung. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak kumulatif dari aplikasi biochar dan kompos terhadap perubahan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta pengaruhnya terhadap siklus nutrisi dan ketersediaan air dalam tanah. Hal ini penting untuk memahami keberlanjutan penggunaan biochar dan kompos sebagai amandemen tanah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi interaksi antara dosis biochar dan kompos dengan varietas jagung yang berbeda, dengan tujuan mengidentifikasi kombinasi optimal yang dapat memaksimalkan hasil dan kualitas tanaman jagung. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan biochar dan kompos yang diproduksi dari berbagai jenis biomassa lokal, seperti limbah pertanian atau residu tanaman, untuk mengembangkan solusi amandemen tanah yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan praktik pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Read online
File size343.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test