DINIYAHDINIYAH

Al-AbyadhAl-Abyadh

Anak-anak tidak selalu terkena dampak negatif dari keluarga broken home. Namun, sebagian besar anak sering memiliki pemikiran negatif, seperti mudah marah, emosional, merasa kesepian, menyalahkan diri sendiri, diliputi rasa takut, dan mudah terpengaruh lingkungan negatif, meskipun perilaku tersebut sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan populasi orang tua di Provinsi Jambi, khususnya Guru TK Aldha Novita dan KB Putri Cipiring, serta sampel sebanyak 10 orang tua. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden paling banyak menerapkan pola asuh demokratis dalam keluarga broken home terhadap perkembangan sosial emosional anak. Dalam pola asuh demokratis, anak bebas berpendapat, membuat keputusan, menjalin hubungan baik dan terbuka dengan orang tua, serta hubungan keluarga tetap harmonis.

Berdasarkan hasil analisis data, sebagian besar responden menerapkan pola asuh demokratis dalam keluarga broken home.Dalam pola asuh tersebut, anak dapat bebas mengemukakan pendapat, membuat keputusan, serta menjalin hubungan yang terbuka dan baik dengan orang tua.Orang tua juga senantiasa menjaga agar hubungan keluarga tetap harmonis antara orang tua dan anak.

Pertama, perlu diteliti bagaimana perbedaan penerapan pola asuh demokratis antara orang tua tunggal yang bercerai dan orang tua tunggal karena kematian pasangan dalam memengaruhi perkembangan sosial emosional anak usia dini. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran guru dan lingkungan sekolah sebagai faktor eksternal yang mungkin mengimbangi atau memperkuat efek pola asuh di keluarga broken home. Ketiga, diperlukan studi longitudinal untuk melihat perkembangan jangka panjang anak-anak dari keluarga broken home yang dibesarkan dengan pola asuh demokratis, apakah keleluasaan berpendapat dan kemandirian yang ditanamkan sejak dini tetap terjaga hingga usia remaja dan dewasa. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih mendalam tentang efektivitas pola asuh dalam konteks keluarga tidak utuh, serta membantu merancang intervensi pendidikan dan psikologis yang lebih tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga broken home.

  1. Vol. 8 No. 1 (2023): Januari 2023 | AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies. vol al wijd... ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/alwijdan/issue/view/150Vol 8 No 1 2023 Januari 2023 AL WIJDyEN Journal of Islamic Education Studies vol al wijd ejournal uniramalang ac index php alwijdan issue view 150
  2. GAMBARAN STRATEGI ORANG TUA DALAM PENANGANAN FENOMENA SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH | Marhamah... jurnal.uai.ac.id/index.php/AUDHI/article/view/578GAMBARAN STRATEGI ORANG TUA DALAM PENANGANAN FENOMENA SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Marhamah jurnal uai ac index php AUDHI article view 578
  3. Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Kasus Di... doi.org/10.58258/jupe.v7i2.3824Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5 6 Tahun Studi Kasus Di doi 10 58258 jupe v7i2 3824
Read online
File size243.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test