UNIRAYAUNIRAYA
Jurnal Panah HukumJurnal Panah HukumNarkotika adalah zat atau obat yang dapat berasal dari tumbuhan maupun bukan tumbuhan, baik sintetik maupun semi sintetik. Obat-obatan ini mungkin dapat mengurangi atau mengubah kesadaran, menghilangkan indera perasa, meringankan atau menghilangkan rasa sakit, dan dapat menyebabkan ketergantungan. Penyalahgunaan narkotika dapat meningkatkan angka kriminalitas. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik meneliti tentang analisis yuridis penjatuhan dibawah ancaman minimal kepada pelaku tindak pidana narkotika (studi putusan nomor 724/Pid.Sus/2016/PN.Sky). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis penjatuhan hukuman di bawah ancaman minimal kepada pelaku tindak pidana narkotika (Studi Putusan 724/Pid.Sus/2016/PN.Sky). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif adalah penelitian hukum yang mengkaji tentang studi kepustakaan, dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data skunder yang diperoleh melalui bahan hukum primer, skunder dan tersier. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan menarik kesimpulan dilakukan dengan metode deduktif. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan maka dapat di simpulkan bahwa penjatuhan hukuman dibawah ancaman minimal kepada pelaku tindak pidana narkotika (studi putusan nomor 724/Pid.Sus/2016/PN.Sky) adalah tidak berkeadilan, dimana hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara. Penjatuhan hukuman kepada pelaku sangat tidak sesuai dimana dalam pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika menegaskan bahwa barang siapa yang tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan 1 dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun paling lama 12 (dua belas) tahun. Penulis menyarankan hendaknya majelis hakim berpatokan pada ketentuan hukum yang berlaku, supaya dapat memberikan efek jera kepada pelaku itu sendiri.
Penjatuhan hukuman di bawah ancaman minimal kepada pelaku tindak pidana narkotika dalam studi putusan nomor 724/Pid.Hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara, yang sangat tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menetapkan ancaman minimal 4 tahun penjara.Oleh karena itu, penulis menyarankan agar majelis hakim berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku untuk memberikan efek jera kepada pelaku.
Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi hakim dalam menjatuhkan hukuman di bawah ancaman minimal dalam kasus narkotika, termasuk pertimbangan sosial, ekonomi, dan psikologis pelaku. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas penerapan program rehabilitasi bagi pelaku narkotika dengan hukuman ringan, serta dampaknya terhadap tingkat residivisme. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan sistem penjatuhan hukuman dalam kasus narkotika di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki pendekatan berbeda, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi perbaikan dalam sistem hukum Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan praktik hukum yang lebih efektif dalam penanganan tindak pidana narkotika, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan hak-hak pelaku.
- PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT DAN MATINYA ORANG | Jurnal Panah... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1930PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT DAN MATINYA ORANG Jurnal Panah doi 10 57094 jph v3i2 1930
- PENJATUHAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN MANUSIA DI BAWAH ANCAMAN BATAS MINIMUM... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1353PENJATUHAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN MANUSIA DI BAWAH ANCAMAN BATAS MINIMUM doi 10 57094 jph v3i2 1353
- KEKUATAN HUKUM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN SECARA HUKUM ADAT | Jurnal Panah Hukum.... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1474KEKUATAN HUKUM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN SECARA HUKUM ADAT Jurnal Panah Hukum doi 10 57094 jph v3i2 1474
| File size | 440.17 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Kegiatan pengabdian ini memperkuat kolaborasi MGMP, serta memperkuat kompetensi guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis deep learning dalam konteksKegiatan pengabdian ini memperkuat kolaborasi MGMP, serta memperkuat kompetensi guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis deep learning dalam konteks
UM SURABAYAUM SURABAYA Terbentuknya komunitas belajar PINBAS Digital menjadi tulang punggung keberlanjutan program. Program ini membuktikan bahwa pendekatan co-creation yangTerbentuknya komunitas belajar PINBAS Digital menjadi tulang punggung keberlanjutan program. Program ini membuktikan bahwa pendekatan co-creation yang
ANANPUBLISHERANANPUBLISHER Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Tunas Harapan Jitra menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata bahasa InggrisKegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Tunas Harapan Jitra menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata bahasa Inggris
UNIRAYAUNIRAYA Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, mengenai kedudukan hak waris anak perempuan mengenai pembagian harta warisan menurut hukum adat, tidak mendapatBerdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, mengenai kedudukan hak waris anak perempuan mengenai pembagian harta warisan menurut hukum adat, tidak mendapat
UNIRAYAUNIRAYA Berdasarkan temuan penelitian, penulis menyimpulkan bahwa putusan majelis hakim telah sesuai dengan kaidah hukum terkait dengan tindak pidana yang dilakukanBerdasarkan temuan penelitian, penulis menyimpulkan bahwa putusan majelis hakim telah sesuai dengan kaidah hukum terkait dengan tindak pidana yang dilakukan
UNIRAYAUNIRAYA Harta warisan adalah harta peninggalan yang diberikan kepada ahli waris atau keluarga yang bersangkutan ketika seseorang meninggal. Memberikan sesuatuHarta warisan adalah harta peninggalan yang diberikan kepada ahli waris atau keluarga yang bersangkutan ketika seseorang meninggal. Memberikan sesuatu
UNIRAYAUNIRAYA Majelis Hakim dalam memutus sebuah perkara haruslah mempertimbangkan kemanfaatan dan tujuam dari pemidanaan agar para pelaku pidana maupun masyarakat lainMajelis Hakim dalam memutus sebuah perkara haruslah mempertimbangkan kemanfaatan dan tujuam dari pemidanaan agar para pelaku pidana maupun masyarakat lain
UNIRAYAUNIRAYA Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pembahasan, dapat disimpulkan dalamAnalisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pembahasan, dapat disimpulkan dalam
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Artikel yang dikaji bersumber dari artikel terindeks Sinta 1 - Sinta 3, Scopus peringkat Q1 - Q3, dan beberapa sumber dari kemendikbud. Hasil menunjukkanArtikel yang dikaji bersumber dari artikel terindeks Sinta 1 - Sinta 3, Scopus peringkat Q1 - Q3, dan beberapa sumber dari kemendikbud. Hasil menunjukkan
ANANPUBLISHERANANPUBLISHER Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pencatatan transaksi keuangan harian 36%, kemampuan mengendalikan biayaHasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pencatatan transaksi keuangan harian 36%, kemampuan mengendalikan biaya
UNIRAYAUNIRAYA Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan analitisPenelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan analitis
UM SURABAYAUM SURABAYA E-modul Sistem Peredaran Darah merupakan salah satu media transformasi hasil perkembangan teknologi yang dapat menarik perhatian dan minat baca pesertaE-modul Sistem Peredaran Darah merupakan salah satu media transformasi hasil perkembangan teknologi yang dapat menarik perhatian dan minat baca peserta