ST3BST3B
JURNAL TABGHAJURNAL TABGHAYesus dalam pelayanan-Nya pernah memarahi murid-murid-Nya yang terusik dengan banyak orang membawa anak-anak kecil kepada-Nya supaya Yesus menjamah mereka. Yesus menyambut anak-anak itu dengan sukacita dan memberkati mereka. Selama masa pendidikan Kristen bagi anak-anak Sekolah Minggu, ada anak-anak yang dengan cepat menerima pelajaran yang diberikan oleh guru Sekolah Minggunya, namun ada juga anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, misalnya anak-anak dengan Attention-Deficit / Hyperactivity Disorder (ADHD). Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur untuk menemukan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang menunjang kepada masalah yang dihadapi. Didapatkan bahwa dalam melayani anak-anak Sekolah Minggu dengan gangguan ADHD perlu kerja sama antara orang tua dan guru-guru Sekolah Minggu serta mengupayakan lingkungan yang ramah terhadap mereka.
Banyak orang tua tidak menyadari bahwa anaknya mengalami gangguan ADHD.Pada awal perkembangan anak tersebut orang tua menilai bahwa anaknya aktif, lama kelamaan kebiasaan tersebut berulang dan anak pun tidak bisa fokus untuk mendengarkan firman Tuhan bahkan cenderung mengganggu temannya.Sekalipun ada anak yang mengalami gangguan ADHD, gereja harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada semua anak sekolah minggu tanpa terkecuali.Kerja sama antara orang tua dengan guru sekolah minggu serta didukung dengan lingkungan yang baik dan tepat maka akan membantu anak-anak yang mengalami gangguan ADHD.Bagi orang tua yang memiliki anak dengan gangguan ADHD belajar menerimanya dengan ucapan syukur kepada Tuhan sebab dia adalah anak yang spesial, serta mau bekerja sama dengan guru Sekolah Minggu untuk menginformasikan kondisinya sehingga dapat diberikan perhatian dan pengawasan yang lebih baik.Bagi guru Sekolah Minggu, dengan adanya anak dengan gangguan ADHD, harus lebih kreatif dalam mengajar sekiranya memungkinkan dapat menyiapakan alat-alat permainan yang berwana-warni dan yang menarik.Bagi gereja, pemimpin jemaat memberikan alokasi dana yang lebih besar untuk pelayanan sekolah Minggu, dengan perbaikan ruangan menjadi lebih besar, pengadaan alat permainan/games yang lebih beragam.Bagaimanapun jiwa-jiwa yang perlu dibawa untuk mengenal Kristus dan memperoleh anugrah keselamatan.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi anak-anak Sekolah Minggu dengan ADHD, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode pengajaran yang inklusif dan ramah anak. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi pengajaran yang efektif untuk anak-anak dengan ADHD, termasuk penggunaan alat-alat permainan yang menarik dan berwana-warni. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran orang tua dan guru Sekolah Minggu dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan ramah terhadap anak-anak dengan ADHD. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi gereja dan pihak-pihak terkait dalam mengembangkan pelayanan yang lebih inklusif dan efektif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
| File size | 148.79 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan diMetode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di
ST3BST3B Ditambah lagi dengan inovasi mesin peniru yang fungsinya tidak jauh dari manusia. Namanya Artificial Intelligence (AI), mesin cerdas buatan manusia yangDitambah lagi dengan inovasi mesin peniru yang fungsinya tidak jauh dari manusia. Namanya Artificial Intelligence (AI), mesin cerdas buatan manusia yang
JQWHJQWH Total 210 responden yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari kelas 10 dan 11 SMAN 1 Tempeh Lumajang. Hasil: Menunjukkan bahwa hasil uji-T berpasanganTotal 210 responden yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari kelas 10 dan 11 SMAN 1 Tempeh Lumajang. Hasil: Menunjukkan bahwa hasil uji-T berpasangan
JQWHJQWH Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa dari kelas I hingga kelas VI. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling menghasilkan 171Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa dari kelas I hingga kelas VI. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling menghasilkan 171
JQWHJQWH Uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara higiene personal dan kebersihan lingkunganUji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara higiene personal dan kebersihan lingkungan
ST3BST3B Pola-pola kepemimpanan yang efektif dalam suatu kelompok Family Care seyogyanya mampu melakukan kaderisasi, bimbingan, melatih, mempersiapkan setiap anggotaPola-pola kepemimpanan yang efektif dalam suatu kelompok Family Care seyogyanya mampu melakukan kaderisasi, bimbingan, melatih, mempersiapkan setiap anggota
UNIBAUNIBA Pemberian jus wortel mengandung vitamin E dan betakaroten yang dapat memberikan efek analgesik dan anti inflamasi dengan mekanisme kerja yaitu menghambatPemberian jus wortel mengandung vitamin E dan betakaroten yang dapat memberikan efek analgesik dan anti inflamasi dengan mekanisme kerja yaitu menghambat
UNIBAUNIBA Populasi penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofrenia tipe paranoid dengan jumlah sampel 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, jenisPopulasi penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofrenia tipe paranoid dengan jumlah sampel 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, jenis
Useful /
UNWAHAUNWAHA Materi Protista tersebut dapat diajarkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini ialahMateri Protista tersebut dapat diajarkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini ialah
LENTERADUALENTERADUA Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan pendekatan rekayasa kebutuhan yang lebih efektif dan efisien dalam pengembanganOleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan pendekatan rekayasa kebutuhan yang lebih efektif dan efisien dalam pengembangan
ST3BST3B Ketiga, mengembangkan budaya inklusifisme sebagai budaya bangsa Indonesia melalui tindakan-tindakan persatuan, seperti kegiatan bersama masyarakat, komunikasiKetiga, mengembangkan budaya inklusifisme sebagai budaya bangsa Indonesia melalui tindakan-tindakan persatuan, seperti kegiatan bersama masyarakat, komunikasi
UNIBAUNIBA Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 86. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi, kemudianTeknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 86. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi, kemudian