ITATSITATS
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyJournal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyPerkembangan Industri 4.0 telah berdampak signifikan terhadap pemanfaatan gas sebagai sumber energi, mendorong Qatargas untuk memperluas kapasitas produksinya dengan menambahkan platform baru di lokasi produksinya. Proses konstruksi platform Qatargas dikelola oleh Project X, yang berlokasi di fasilitas fabrikasi di Batam, Indonesia, berdasarkan kontrak yang mencakup engineering, procurement, construction, dan installation (EPCI) yang dimulai pada akhir tahun 2021. Namun, pandemi COVID-19 membawa tantangan tak terduga, yang mengakibatkan pembatasan aktivitas kerja yang berdampak negatif terhadap produktivitas konstruksi. Studi ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) non-parametrik untuk mengukur tren kinerja Project X melalui data kemajuan harian dari tahun 2022, yang mewakili kondisi pandemi, dan tahun 2023 sebagai fase pasca-pandemi. Analisis SWOT dan PEST juga diterapkan untuk merumuskan strategi peningkatan kinerja proyek. Pengukuran efisiensi dilakukan menggunakan pendekatan DEA dengan tiga variabel input: jumlah karyawan, jumlah pengelasan, dan WP (Work Pack) yang dikeluarkan, serta satu variabel output, yaitu total manjam yang dicapai. Studi ini meneliti enam divisi sebagai Decision-Making Units (DMUs) dan juga menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja proyek dan strategi untuk meningkatkan efisiensi. Hasil menunjukkan bahwa kondisi pandemi tidak berdampak signifikan terhadap kinerja Project X, karena proyek tersebut mampu melanjutkan proses fabrikasi sambil mematuhi protokol kesehatan. Proyek tersebut mencapai rata-rata efisiensi sebesar 0,734 pada tahun 2022 dan 0,656 pada tahun 2023, yang menunjukkan penurunan sebesar 0,078. Penurunan kinerja ini terutama disebabkan oleh produktivitas yang lebih rendah di divisi Production Electrical dan Structural Quality. Strategi untuk meningkatkan efisiensi proyek termasuk mengoptimalkan jumlah karyawan, meminimalkan pekerjaan ulang, dan melakukan pemantauan harian terhadap total manjam yang dicapai untuk mencegah klaim jam kerja yang tidak akurat.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata efisiensi Project X selama pandemi pada tahun 2022 adalah 0,734.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan signifikan selama pandemi, seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat, pembatasan mobilitas, dan gangguan rantai pasok, Project X masih mampu mempertahankan tingkat efisiensi yang relatif tinggi dalam pelaksanaan proyek.Tindakan mitigasi yang diambil, seperti penyesuaian jadwal kerja dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, membantu mengurangi dampak negatif pandemi.Pada periode pasca-pandemi pada tahun 2023, rata-rata efisiensi Project X menurun menjadi 0,656.Penurunan kinerja Project X pasca-pandemi disebabkan oleh permintaan pekerjaan di luar kapasitas di DMU U03 (Production Electrical) dan perubahan fokus pekerjaan tanpa pengurangan jumlah karyawan di DMU U04 (Structural Quality).Strategi untuk meningkatkan efisiensi Project X di masa depan termasuk mengoptimalkan penggunaan personel dan meminimalkan pekerjaan ulang.Hal ini dapat dicapai melalui pemilihan pekerja secara selektif dan distribusi tugas yang berorientasi pada hasil, di mana setiap pihak yang terlibat menetapkan prioritas pekerjaan berdasarkan tingkat urgensinya.Pengendalian yang ketat terhadap Indeks Kinerja Kunci (KPI) mingguan dan penerbitan Work Packages (WP) sesuai prioritas juga penting untuk memastikan fokus dan produktivitas tetap tinggi.Selain itu, pemantauan harian terhadap total manjam yang dicapai harus dilakukan untuk menghindari klaim jam kerja yang tidak sesuai dengan tugas yang sebenarnya, sehingga menjaga efisiensi dan produktivitas proyek secara optimal.
Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan: Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang dampak pandemi COVID-19 terhadap produktivitas kerja di industri konstruksi secara umum, bukan hanya terbatas pada Project X. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi dan praktik yang diterapkan oleh perusahaan konstruksi lain untuk mempertahankan produktivitas selama pandemi, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mempertahankan produktivitas. Kedua, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model prediktif yang dapat memproyeksikan kinerja proyek konstruksi di masa depan, khususnya dalam konteks pandemi atau kondisi darurat lainnya. Model ini dapat memanfaatkan data historis dan tren kinerja proyek untuk memprediksi dampak potensial dari pandemi atau peristiwa serupa terhadap produktivitas dan kinerja proyek. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dan inovasi dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi proyek konstruksi. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital, seperti otomasi, sistem manajemen proyek, dan analitik data, dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja proyek, mengurangi waktu dan biaya, serta meningkatkan kualitas pekerjaan. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian ini dengan saran penelitian lanjutan yang diusulkan, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang strategi dan praktik terbaik untuk mempertahankan produktivitas dan efisiensi proyek konstruksi dalam menghadapi tantangan pandemi atau kondisi darurat lainnya.
| File size | 257.66 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat variabel yang mempengaruhi Sistem Penerapan SMK3 yaitu variabel pengetahuan, variabel lingkungan kerja,Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat variabel yang mempengaruhi Sistem Penerapan SMK3 yaitu variabel pengetahuan, variabel lingkungan kerja,
POLNAMPOLNAM Sebuah proyek konstruksi adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan atau konstruksi dengan batasan tertentu dalam halSebuah proyek konstruksi adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan atau konstruksi dengan batasan tertentu dalam hal
POLNAMPOLNAM Penelitian ini dilakukan di Teluk Madang, Sukamara, untuk menentukan distribusi dan ketebalan pasir kuarsa serta memperkirakan potensi sumber dayanya.Penelitian ini dilakukan di Teluk Madang, Sukamara, untuk menentukan distribusi dan ketebalan pasir kuarsa serta memperkirakan potensi sumber dayanya.
POLNAMPOLNAM Penelitian ini berhasil mengembangkan model matematis motor brushless DC dengan tingkat akurasi tinggi, ditunjukkan oleh nilai RMSE antara 15. 9 rpm danPenelitian ini berhasil mengembangkan model matematis motor brushless DC dengan tingkat akurasi tinggi, ditunjukkan oleh nilai RMSE antara 15. 9 rpm dan
POLNAMPOLNAM Pola temporal menunjukkan variasi musiman sistematis dengan efisiensi puncak pada bulan Mei (96,2%) dan periodisitas harian-tahunan yang berkorelasi denganPola temporal menunjukkan variasi musiman sistematis dengan efisiensi puncak pada bulan Mei (96,2%) dan periodisitas harian-tahunan yang berkorelasi dengan
POLNAMPOLNAM Kapasitas dukung tiang tunggal menggunakan metode Mayerhoff menghasilkan kapasitas dukung izin rata-rata sebesar 1537,34 kN, sedangkan metode Reese & ONeilKapasitas dukung tiang tunggal menggunakan metode Mayerhoff menghasilkan kapasitas dukung izin rata-rata sebesar 1537,34 kN, sedangkan metode Reese & ONeil
POLNAMPOLNAM Dalam dunia jasa konstruksi, produktivitas tenaga kerja adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek pembangunan yang mengukur berhasilDalam dunia jasa konstruksi, produktivitas tenaga kerja adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek pembangunan yang mengukur berhasil
POLNAMPOLNAM Sedangkan durasi optimal dan biaya optimal diketahui pada alternative penambahan 3 jam lembur didapat 110 hari kerja dengan biaya sebesar Rp.2,992,374,365.55.Sedangkan durasi optimal dan biaya optimal diketahui pada alternative penambahan 3 jam lembur didapat 110 hari kerja dengan biaya sebesar Rp.2,992,374,365.55.
Useful /
ITATSITATS COP improved significantly, from 7. 95 to 8. 92 in Aspen Plus® and from 3. 33 to 3. 71 in CoolPack. Furthermore, product quality improved as shown byCOP improved significantly, from 7. 95 to 8. 92 in Aspen Plus® and from 3. 33 to 3. 71 in CoolPack. Furthermore, product quality improved as shown by
ITATSITATS Analisis kriteria kinerja ruas jalan, aksesibilitas, keberlanjutan lingkungan, dan biaya investasi awal menghasilkan penilaian nilai tertinggi untuk lokasiAnalisis kriteria kinerja ruas jalan, aksesibilitas, keberlanjutan lingkungan, dan biaya investasi awal menghasilkan penilaian nilai tertinggi untuk lokasi
ITATSITATS Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis cacat produk, mengetahui nilai sigma level untuk produk cacat yang dihasilkan, serta menganalisisTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis cacat produk, mengetahui nilai sigma level untuk produk cacat yang dihasilkan, serta menganalisis
POLNAMPOLNAM Metode yang digunakanan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengelola pemeliharaan dan perawatan terhadap gedung. DariMetode yang digunakanan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengelola pemeliharaan dan perawatan terhadap gedung. Dari