ITATSITATS

Journal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyJournal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology

CV. Hikmah Jaya Konveksi adalah perusahaan yang beroperasi di sektor konveksi yang melayani perusahaan, kantor, kampus, dan sekolah, baik swasta maupun pemerintah. CV. Hikmah Jaya Konveksi sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor konveksi didirikan pada tanggal 26 Januari 2011. CV. Hikmah Jaya Konveksi beralamat di Griya Kebraon Utara VIII No. 27 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis cacat produk, mengetahui nilai sigma level untuk produk cacat yang dihasilkan, serta menganalisis penyebab cacat produk untuk memberikan rekomendasi atas permasalahan yang ada di perusahaan sehingga dapat mengurangi tingkat cacat pada produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) dengan menghitung nilai sigma perusahaan dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) untuk rekomendasi perbaikan terhadap permasalahan. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data, diperoleh 3 cacat pada produk, yaitu skip stitch, creasing seams, dan oblique stitching dengan nilai sigma rata-rata 4.08. Berdasarkan analisis FMEA, usulan perbaikan yang diberikan untuk meminimalisir produk cacat adalah memberikan pelatihan terkait SOP menjahit dan melakukan evaluasi. Pemimpin dan Supervisor bertanggung jawab atas produk cacat di area masing-masing, melakukan briefing untuk setiap line sebelum produksi untuk menjelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing, memberikan pelumas pada bagian mesin yang berpotensi menyebabkan gesekan yang menimbulkan suara, dilakukan secara berkala setiap 3 minggu, meningkatkan pengawasan terhadap seluruh pekerja agar pekerja dapat fokus saat memproduksi seragam, mengecek perawatan mesin, membuat jadwal perawatan secara berkala setiap bulan 3 kali.

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pada tahap penentuan Critical To Quality, terdapat 3 jenis cacat produk pada seragam, yaitu skip stitches disebabkan oleh operator yang tidak teliti dan lelah, creasing seams disebabkan oleh kurangnya perawatan mesin (performa mesin jahit kurang optimal, mesin tersendat atau mati), dan skewed seams disebabkan oleh pemotongan bahan mentah yang tidak tepat.Berdasarkan pengolahan data menggunakan diagram Pareto, terlihat bahwa tingkat cacat yang paling dominan pada produk pakaian seragam adalah cacat pada skip stitching.Usulan kontrol kualitas dan perbaikan berdasarkan implementasi alat dari FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) sebagai berikut.memberikan pelatihan terkait SOP menjahit dan melakukan evaluasi kepada operator sekali atau dua kali sebulan.Contoh SOP menjahit adalah mengecek dan mempersiapkan peralatan menjahit mulai dari (jarum, benang, gunting) sesuai dengan bahan yang akan dijahit.Pemimpin dan supervisor bertanggung jawab atas produk cacat di area masing-masing dan bertanggung jawab untuk memotivasi karyawan agar meningkatkan kesadaran terhadap pekerjaan yang dilakukan.Melakukan briefing untuk setiap line sebelum produksi untuk menjelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing dan selalu fokus pada pekerjaan untuk meminimalisir cacat produk.Memberikan pelumas pada bagian mesin yang berpotensi menyebabkan gesekan yang menimbulkan suara, dilakukan secara berkala setiap 3 minggu dan memasang sound dampeners untuk mengurangi suara.Meningkatkan pengawasan terhadap seluruh pekerja agar pekerja dapat fokus saat produksi seragam berlangsung.Penyusunan jadwal perawatan secara berkala dilakukan setiap 3 kali sebulan untuk meminimalisir kerusakan pada mesin jahit.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk, seperti kualitas bahan baku, desain produk, dan proses produksi. Selain itu, dapat juga dilakukan studi kasus pada perusahaan lain di sektor konveksi untuk membandingkan hasil dan strategi kontrol kualitas yang diterapkan. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan metode Six Sigma dan FMEA untuk meningkatkan efektivitas dalam mengurangi cacat produk. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam bidang manajemen kualitas dan meningkatkan kompetensi industri konveksi di Indonesia.

  1. Efektivitas Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen: Literature Review Manajemen Pemasaran... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/BUDGETING/article/view/6933Efektivitas Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Literature Review Manajemen Pemasaran journal ipm2kpe index php BUDGETING article view 6933
  2. Analisis Pengendalian Kualitas Produk Outsole Sepatu Casual menggunakan Metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen... doi.org/10.24014/jti.v9i1.22449Analisis Pengendalian Kualitas Produk Outsole Sepatu Casual menggunakan Metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen doi 10 24014 jti v9i1 22449
  3. Analisis pengendalian mutu keju mozzarella menggunakan metode six sigma (studi kasus CV. ABC Malang)... doi.org/10.37373/jenius.v4i1.464Analisis pengendalian mutu keju mozzarella menggunakan metode six sigma studi kasus CV ABC Malang doi 10 37373 jenius v4i1 464
Read online
File size337.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test