ITATSITATS

Journal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyJournal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bobot prioritas dalam pengambilan keputusan pada proyek pembangunan Pelabuhan Sanur, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan kepentingan dan kekuasaan yang beragam. Keputusan yang diambil dalam proyek ini dapat menentukan keberhasilan implementasi dan mengurangi dampak yang disebabkan, terutama dalam menangani situasi masalah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode diskusi kelompok terfokus yang melibatkan para ahli yang berpengalaman dalam pengembangan pelabuhan. Selanjutnya, digunakan metode Rank Order Centroid (ROC) untuk menghitung bobot prioritas setiap pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan pendapat para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11 pemangku kepentingan dikumpulkan ke dalam 4 kuadran dalam pemetaan pemangku kepentingan. Bobot prioritas tertinggi diperoleh oleh pemilik proyek (0,5467), JO - konsultan perencana & kontraktor (0,2567), dan konsultan manajemen konstruksi (0,1566), yang berada di kuadran 1, diikuti oleh pemerintah daerah (0,0900) di kuadran 2, dan masyarakat terdampak (0,0400) yang merupakan kombinasi dari kuadran 3 dan 4. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam pengambilan keputusan pada proyek pembangunan Pelabuhan Sanur, diperlukan pendekatan yang beragam untuk meminimalkan kerugian dari setiap pemangku kepentingan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil keputusan untuk memahami dinamika pemangku kepentingan dalam proyek pembangunan pelabuhan. Pemahaman ini akan membantu meningkatkan efektivitas manajemen proyek di masa mendatang.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pengambilan keputusan pada proyek pembangunan Pelabuhan Sanur, pemilik proyek memiliki bobot prioritas tertinggi (0,5467), diikuti oleh Konsultan Perencanaan & Kontraktor (0,2567), Konsultan Manajemen Konstruksi (0,1566), Pemerintah Daerah (0,0900), dan Masyarakat Terdampak (0,0400).Temuan ini mencerminkan bahwa kekuasaan terbesar berada pada pemilik proyek dan konsultan manajemen konstruksi, yang bertanggung jawab langsung atas kesuksesan teknis dan operasional proyek.Sementara itu, meskipun bobot Pemerintah Daerah dan Masyarakat Terdampak lebih rendah, kedua pemangku kepentingan ini masih memiliki peran penting yang tidak boleh diabaikan, terutama dalam hal regulasi dan penerimaan sosial.Untuk memastikan kesuksesan proyek, disarankan agar JO sebagai penyedia layanan yang melaksanakan proyek memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan kunci sambil membangun hubungan positif antara pemerintah dan masyarakat setempat.Pendekatan inklusif ini akan membantu mengurangi risiko konflik dan memastikan kelancaran dan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang jika ditemukan masalah di masa depan yang memerlukan pengambilan keputusan dari berbagai pemangku kepentingan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan model analisis yang lebih komprehensif untuk mengukur dan memetakan pengaruh serta kepentingan setiap pemangku kepentingan dalam proyek pembangunan pelabuhan. Model ini dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti kekuatan finansial, pengaruh politik, dan kepentingan sosial-ekonomi, serta mengidentifikasi strategi komunikasi yang efektif untuk melibatkan dan mengakomodasi kepentingan setiap pemangku kepentingan.. . 2. Melakukan studi kasus lanjutan yang berfokus pada peran dan pengaruh pemerintah daerah dalam proyek pembangunan pelabuhan. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pemerintah daerah dapat berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pengambilan keputusan, serta bagaimana mereka dapat memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah yang berkelanjutan.. . 3. Menganalisis dampak sosial dan lingkungan dari proyek pembangunan pelabuhan terhadap masyarakat setempat. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana proyek tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup, aksesibilitas, dan mata pencaharian masyarakat, serta bagaimana pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan manfaat sosial dari proyek tersebut.

  1. Managing the Extended Enterprise: The New Stakeholder View - James E. Post, Lee E. Preston, Sybille Sachs,... doi.org/10.2307/41166151Managing the Extended Enterprise The New Stakeholder View James E Post Lee E Preston Sybille Sachs doi 10 2307 41166151
  2. Repozytorium Uniwersytetu w Białymstoku: Rank Ordering Criteria Weighting Methods – a Comparative... doi.org/10.15290/ose.2013.05.65.02Repozytorium Uniwersytetu w BiaCymstoku Rank Ordering Criteria Weighting Methods Ae a Comparative doi 10 15290 ose 2013 05 65 02
  3. Sage Research Methods - Qualitative Marketing Research - Focus Group Interviewing. sage research methods... doi.org/10.4135/9781849209625.n8Sage Research Methods Qualitative Marketing Research Focus Group Interviewing sage research methods doi 10 4135 9781849209625 n8
  4. Choosing by Advantages Application Areas in Facilities Management: A Literature Review - IOPscience.... doi.org/10.1088/1755-1315/1176/1/012028Choosing by Advantages Application Areas in Facilities Management A Literature Review IOPscience doi 10 1088 1755 1315 1176 1 012028
Read online
File size357.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test