UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry

Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi InformasiCyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi

Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh jaringan Wi-Fi, kejahatan siber berupa pembobolan password Wi-Fi menjadi semakin marak. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan fluxion portable sebagai alat uji keamanan Wi-Fi yang dilindungi WPA/WPA2. Penelitian dilakukan pada router ZTE-F609 menggunakan pendekatan action research untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai efektivitas metode ini. Fluxion portable bekerja dengan memanfaatkan teknik social engineering, di mana penyerang menciptakan jaringan palsu (rogue AP) yang menyerupai jaringan asli. Melalui rekayasa sosial ini, pengguna tanpa sadar memasukkan kata sandi mereka pada jaringan palsu tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa fluxion portable terbukti efektif dalam memperoleh kata sandi Wi-Fi melalui manipulasi psikologis yang umumnya tidak disadari pengguna. Hasil ini mengindikasikan risiko signifikan yang dihadapi pengguna Wi-Fi, terutama di lingkungan yang tidak memiliki perlindungan tambahan. Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi serangan menggunakan fluxion portable, pengguna disarankan untuk menyembunyikan jaringan Wi-Fi mereka dari publik atau menggunakan router dengan fitur keamanan tambahan, seperti whitelist. Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan jaringan Wi-Fi serta kesadaran pengguna terhadap potensi ancaman yang ada.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Fluxion portable efektif dalam memutuskan koneksi perangkat yang terhubung ke Wi-Fi target dan memperoleh password melalui serangan social engineering.Keefektifan alat ini bergantung pada kondisi jaringan dan kesadaran pengguna.Meskipun SSID dan cara penghubungan Wi-Fi asli dan palsu dapat dibedakan, pengguna yang tidak teliti berpotensi menjadi korban.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem deteksi otomatis yang mampu mengidentifikasi jaringan palsu yang dibuat oleh fluxion portable secara real-time, sehingga pengguna dapat segera menyadari adanya potensi serangan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode mitigasi, seperti penggunaan otentikasi dua faktor atau sistem deteksi intrusi berbasis perilaku, dalam melindungi jaringan Wi-Fi dari serangan fluxion portable. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk menganalisis tingkat kesadaran pengguna terhadap ancaman keamanan Wi-Fi dan merancang program edukasi yang efektif untuk meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap praktik-praktik social engineering yang digunakan oleh penyerang.

Read online
File size497.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test