UPSUPS

Integral (Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika)Integral (Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika)

Perbedaan gaya berpikir antara satu siswa dengan siswa lainnya mempengaruhi kemampuan literasi matematika yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kemampuan literasi matematika siswa yang memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa kelas VIII A SMPN 24 Surabaya yang memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner gaya berpikir, tes literasi matematika, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak dapat memenuhi semua indikator pada aspek penyelesaian masalah matematika, yaitu merumuskan masalah secara sistematis sesuai dengan karakteristik gaya berpikir ini yang mudah menemukan hal-hal penting dan menganalisis informasi.

Berdasarkan hasil penelitian, siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak memiliki kemampuan literasi matematika pada aspek penalaran matematika yang memenuhi 2 indikator, yaitu (1) mengidentifikasi batasan model yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dan (2) menginterpretasikan hasil atau solusi matematika ke dalam situasi dunia nyata.Namun, siswa tidak mampu memenuhi indikator (5) karena tidak dapat memberikan kesimpulan dari hasil yang diperoleh.Pada aspek penyelesaian masalah, bagian merumuskan masalah secara sistematis memenuhi semua indikator, yaitu (1) memilih representasi yang sesuai dengan konteks masalah, (2) memilih definisi atau representasi yang menggambarkan masalah, (3) membaca, membongkar, dan memahami pernyataan, pertanyaan, tugas, dan gambar untuk menciptakan model situasi, (4) mengidentifikasi simplifikasi dalam model matematika, dan (5) menyederhanakan atau menggambarkan situasi atau masalah agar sesuai dengan analisis matematika.Aspek menggunakan konsep matematika, fakta, dan prosedur memenuhi 2 indikator, yaitu (1) melakukan perhitungan sederhana dan (2) menyimpulkan dan menyajikan hasil atau solusi matematika.Bagian menginterpretasikan, menerapkan, dan mengevaluasi hasil matematika memenuhi 2 indikator, yaitu (1) mengenali batasan konsep matematika dan solusi dan (2) mengidentifikasi batasan model yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.Namun, siswa tidak mampu memenuhi indikator (4) dan (5) karena tidak dapat memberikan penjelasan dari hasil yang diperoleh.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model pembelajaran yang adaptif dan efektif untuk siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak, dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan gaya berpikir ini dalam literasi matematika. 2. Meneliti lebih lanjut pengaruh gaya berpikir sekuensial abstrak pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika yang kompleks dan tidak rutin, serta strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas berpikir siswa. 3. Menganalisis hubungan antara gaya berpikir sekuensial abstrak dengan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika, serta cara-cara untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika pada siswa dengan gaya berpikir ini.

Read online
File size544.58 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test