ISI DPSISI DPS
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsLekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsTari kreasi Baris Nadewa merupakan salah satu tari kreasi putra yang keberadaannya relatif baru di Bali. Tarian ini berdurasi sekitar 10 menit dan setiap pementasannya diiringi oleh instrumen gamelan Gong Kebyar. Tari Baris Nadewa adalah tari duet yang ditarikan oleh dua penari pria, masing-masing membawa properti tombak yang menyerupai busur. Tarian ini melambangkan keberanian dan patriotisme Nakula dan Sahadewa yang bertempur di medan perang. Penciptaan tarian ini terinspirasi oleh karakter Nakula dan Sahadewa, yang merupakan bagian dari Panca Pandawa dalam kisah Mahabharata. Ide gerakannya berasal dari pengembangan gerakan tari bebarisan (genre tari tradisional di Bali) yang sudah ada sebelumnya. Bentuk penyajian tarian ini merepresentasikan semangat patriotisme, keberanian, dan keterampilan Nakula serta Sahadewa dalam seni bela diri saat di medan perang. Motivasi penciptaan tari ini tidak lain adalah untuk merespons keberadaan radikalisme yang mulai meracuni generasi muda, khususnya, yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Disajikan melalui gerakan yang dinamis dan tegas, secara tidak langsung karya tari ini ingin menyampaikan pesan pentingnya menumbuhkan patriotisme, seperti berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui fungsi dan motivasi penciptaan tari Baris Nadewa.
Penelitian terhadap tari kreasi Baris Nadewa menyimpulkan bahwa penciptaannya didorong oleh keinginan untuk menumbuhkan semangat pengorbanan dan cinta tanah air, khususnya di kalangan generasi muda Indonesia, sebagai respons terhadap isu radikalisme.Tari kreasi baru ini berfungsi sebagai tarian balih-balihan (profan) yang disajikan secara duet dengan karakteristik gerakan unik, terinspirasi dari tari bebarisan.Dengan durasi sekitar 10 menit, tarian ini diperankan oleh dua penari pria yang masing-masing membawa properti menyerupai busur dan diiringi oleh instrumen gamelan Gong Kebyar.
Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai motivasi dan fungsi tari kreasi Baris Nadewa. Untuk penelitian lanjutan, akan sangat menarik jika dilakukan studi mengenai bagaimana persepsi dan respons generasi muda terhadap pesan patriotisme yang disampaikan melalui tari ini. Hal ini penting untuk mengevaluasi efektivitas tarian dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membendung pengaruh radikalisme, sesuai dengan harapan para penciptanya. Dengan melakukan survei atau wawancara mendalam, peneliti dapat mengukur tingkat pemahaman, apresiasi, serta dampak nyata dari tarian terhadap audiens targetnya. Selain itu, mengingat Baris Nadewa merupakan tari kreasi baru yang berkembang dari tradisi tari bebarisan, investigasi komparatif akan sangat relevan. Penelitian ini dapat membandingkan inovasi gerakan, kostum, musik, dan narasi tematik Baris Nadewa dengan tari bebarisan kontemporer sejenis lainnya di Bali. Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami posisi unik Baris Nadewa dalam evolusi seni tari Bali serta mengungkap tren perkembangan terbaru. Terakhir, dengan fungsi sebagai tari balih-balihan dan kemunculannya di era kenormalan baru, potensi adaptasi dan keberlanjutan tari Baris Nadewa dalam berbagai konteks pementasan perlu dieksplorasi. Studi ini dapat mengidentifikasi strategi inovatif untuk memastikan tarian ini tidak hanya menjangkau audiens yang lebih luas, tetapi juga mempertahankan relevansinya secara kultural dan ekonomis di tengah dinamika globalisasi dan industri pariwisata.
| File size | 756.03 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAUINSA Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. BerdasarkanAnalisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Berdasarkan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Pengimplementasian pembelajaran seni tari berbasis kearifan lokal yang terjadi di SMPN 1 Sukadana menggunakan tari Jepin Senggayong yang dipelajari sebagaiPengimplementasian pembelajaran seni tari berbasis kearifan lokal yang terjadi di SMPN 1 Sukadana menggunakan tari Jepin Senggayong yang dipelajari sebagai
OJSOJS Kegiatan pra menulis menggunakan pasir kinetik terbukti berpengaruh positif terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Cikal. ObservasiKegiatan pra menulis menggunakan pasir kinetik terbukti berpengaruh positif terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Cikal. Observasi
OJSOJS Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui dua siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui dua siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan
OJSOJS Penerapan Artificial Intelligence (AI) mendukung personalisasi dan efisiensi pembelajaran melalui penilaian otomatis dan penyesuaian materi sesuai kemampuanPenerapan Artificial Intelligence (AI) mendukung personalisasi dan efisiensi pembelajaran melalui penilaian otomatis dan penyesuaian materi sesuai kemampuan
PUBMEDIAPUBMEDIA Sanggar ini tidak hanya mengajarkan tari, tetapi juga menginternalisasi prinsip-prinsip Pancasila seperti kebersamaan, keadilan, dan persatuan, menjadikannyaSanggar ini tidak hanya mengajarkan tari, tetapi juga menginternalisasi prinsip-prinsip Pancasila seperti kebersamaan, keadilan, dan persatuan, menjadikannya
ISI DPSISI DPS Dr. I Wayan Dibia, dan sangat mudah dipahami oleh orang awam yang ingin menciptakan seni. Metode ini mencakup ngawirasa (menemukan inspirasi), ngawacakDr. I Wayan Dibia, dan sangat mudah dipahami oleh orang awam yang ingin menciptakan seni. Metode ini mencakup ngawirasa (menemukan inspirasi), ngawacak
ISI DPSISI DPS Proses produksi video profil Desa Dabdap Putih terdiri dari tiga tahap, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Dalam manajemen produksi, diterapkanProses produksi video profil Desa Dabdap Putih terdiri dari tiga tahap, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Dalam manajemen produksi, diterapkan
Useful /
ABHINAYAABHINAYA Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang perilaku perundungan, video audio-visual, dan modul PINTAR (Peningkatan PengetahuanInstrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang perilaku perundungan, video audio-visual, dan modul PINTAR (Peningkatan Pengetahuan
ISI DPSISI DPS Dalam perwujudannya, film ini mengambil beberapa visual utama dengan latar belakang air yang ditetapkan sebagai simbol sumber kehidupan, kelenturan, dinamisme,Dalam perwujudannya, film ini mengambil beberapa visual utama dengan latar belakang air yang ditetapkan sebagai simbol sumber kehidupan, kelenturan, dinamisme,
ISI DPSISI DPS Third, a development that contains activities to make a design into a product and test the validity of the product repeatedly until the product is producedThird, a development that contains activities to make a design into a product and test the validity of the product repeatedly until the product is produced
ISI DPSISI DPS Pada awal abad ke-21, terjadi kebangkitan wacana seni. Institusi pendidikan seni mulai mengkaji seni secara seimbang. Penelitian kualitatif berorientasiPada awal abad ke-21, terjadi kebangkitan wacana seni. Institusi pendidikan seni mulai mengkaji seni secara seimbang. Penelitian kualitatif berorientasi