ISI DPSISI DPS

Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsLekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts

Pengembangan praktik kerja kuratorial akan sangat penting untuk pengembangan museum, seni, dan budaya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa studi dan pemahaman tentang pengembangan praktik kerja kuratorial masih belum optimal di Indonesia. Kesadaran akan ranah dan tanggung jawab kurator juga terkadang kurang dipahami oleh masyarakat dan para praktisi praktik kerja kuratorial itu sendiri. Kekosongan ini menjadi hambatan dalam pengembangan profesi kurator independen dan kurator museum. Di mana profesi kurator tidak lagi dilihat hanya sebagai penjaga museum atau dilihat hanya sebagai penulis dalam sebuah pameran. Diskursus dalam studi ini akan mengangkat pertanyaan tentang bagaimana praktik kerja kuratorial di Museum OHD didasarkan pada bidang kerja dan tanggung jawab, yang dapat kita lihat dari berbagai jenis kurator di sebuah museum seni. Studi ini berfokus pada menjelaskan dan memahami definisi kurator dan jenis-jenis kurator dalam pengembangan studi kuratorial di sebuah museum seni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari pembagian Kurator Internal dan Kurator Tamu di Museum OHD, mereka dibedakan berdasarkan bidang kerja dan tanggung jawab mereka. Kurator Internal memiliki tanggung jawab, antara lain; akuisisi, deaccession, peminjaman, konservasi, restorasi, dokumentasi, dan penelitian, yang berkaitan dengan bidang koleksi. Kemudian, melihat Kurator Tamu dengan tanggung jawab, antara lain; menciptakan konsep kuratorial untuk sebuah pameran, memilih koleksi dan seniman yang terlibat, menghasilkan dokumen naratif (teks kuratorial), dan merancang sebuah pameran.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik kerja kuratorial di Museum OHD menunjukkan dua jenis kurator, yaitu Kurator Internal dan Kurator Tamu, yang masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda.Kurator Internal fokus pada pengelolaan koleksi, sementara Kurator Tamu berfokus pada penyajian koleksi dalam pameran.Pemahaman yang lebih baik tentang peran dan tanggung jawab masing-masing jenis kurator ini penting untuk pengembangan studi kuratorial dan profesionalisme kurator di Indonesia.Dengan demikian, museum dapat lebih efektif dalam mengelola koleksi dan menyajikan pengetahuan kepada publik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana praktik kuratorial dapat diintegrasikan dengan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pengunjung museum. Kedua, penelitian tentang peran kurator dalam membangun dialog antara museum dan komunitas lokal dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana museum dapat menjadi ruang publik yang lebih inklusif. Ketiga, studi komparatif tentang praktik kuratorial di berbagai museum di Indonesia dan negara lain dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tren dan tantangan dalam dunia kuratorial. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan studi kuratorial dan profesionalisme kurator di Indonesia, sehingga museum dapat menjadi institusi yang lebih relevan dan berdaya guna bagi masyarakat.

  1. Different Types of Curators Based on Field of Work and Responsibilities in OHD Museum | Lekesan: Interdisciplinary... jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/lekesan/article/view/1821Different Types of Curators Based on Field of Work and Responsibilities in OHD Museum Lekesan Interdisciplinary jurnal isi dps ac index php lekesan article view 1821
Read online
File size284.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test