ISI DPSISI DPS

Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsLekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts

Nemu-Ang adalah komposisi musik Karawitan yang inovatif. Latar belakang karya seni musik ini berasal dari fenomena apresiasi terhadap melodi, yang saat ini tidak ada di hampir setiap karya musik. Alasan utamanya adalah masyarakat awam tidak dapat menikmati karya tersebut. Fenomena ini menginspirasi komposisi Karawitan dengan media Gamelan Singapraga. Komposisi musik Karawitan ini mengambil objek madu sebagai objek sentral karena madu memiliki banyak manfaat dan rasa manis yang menonjol, sehingga berfokus pada aspek bagaimana madu diproduksi dan rasa madu itu sendiri. Bentuk inovatif komposisi musik Nemu-Ang menggunakan ritme, melodi, dan harmonisasi dari Gamelan Singapraga untuk memiliki rasa manis seperti madu dan proses pembuatannya. Metode untuk menghasilkan karya ini adalah Panca Stithi Ngawi Sani oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, dan sangat mudah dipahami oleh orang awam yang ingin menciptakan seni. Metode ini mencakup ngawirasa (menemukan inspirasi), ngawacak (eksplorasi objek), ngarencana (konsepsi objek), ngawangun (pelaksanaan konsep), ngebah (presentasi/menampilkan karya seni). Berdasarkan hasil penerapan metode ini, karya Nemu-Ang sangat efektif, dan karya tersebut terwujud sebagaimana mestinya dengan durasi 11 menit. Di masa depan, karya ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas untuk menjadi inspirasi bagi karya musik lebih lanjut.

Pengalaman merupakan aset terpenting dalam menentukan bentuk total yang menghasilkan karya musik berkualitas bagi setiap seniman, yang memiliki interpretasi dan selera masing-masing mengenai keindahan.Oleh karena itu, tidak mudah untuk memahami keindahan sebuah karya seni.Hasil interaksi estetika dalam bentuk imajinasi menjadi esensi, yang kemudian dicoba diwujudkan dalam sebuah karya musik, misalnya dalam karya Karawitan Bali.Nemu–Ang adalah komposisi musik kreatif yang menekankan kebebasan dalam berkarya, terutama dalam bentuk dan struktur lagu yang tidak lagi merujuk pada aturan konvensional, seperti struktur lagu kawitan, pengawak, dan pengecet.Konsep musik dari karya ini berkaitan dengan konsep musik eksperimental, dan karya ini tidak berangkat dari pengikatan tema dan permainan/cerita.Namun, karya ini berangkat dari pemahaman konsep bentuk musik, kemudian diproses dan dikembangkan sesuai dengan keinginan seniman.

Berdasarkan eksplorasi objek madu dalam komposisi Nemu-Ang, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam bagaimana elemen-elemen lain dari alam, seperti tumbuhan atau hewan lain, dapat diinterpretasikan ke dalam bahasa musik Karawitan. Selain itu, menarik untuk meneliti bagaimana metode Panca Stithi Ngawi Sani dapat diadaptasi dan diterapkan dalam berbagai genre musik lain, tidak hanya terbatas pada Karawitan, untuk menghasilkan karya-karya yang inovatif dan relevan dengan konteks sosial budaya yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi atau alat musik baru yang dapat mendukung eksplorasi suara dan tekstur yang unik dalam komposisi Karawitan, sehingga memperkaya palet suara dan ekspresi musikal.

  1. Introduction to the Contemporary Musical Composition “Life Style” | Pengantar Komposisi Musik... doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v1i2.337Introduction to the Contemporary Musical Composition AuLife StyleAy Pengantar Komposisi Musik doi 10 59997 jurnalsenikarawitan v1i2 337
  2. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni. creative process creating dance gendhing murdanata... doi.org/10.33153/dewaruci.v18i2.4904Dewa Ruci Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni creative process creating dance gendhing murdanata doi 10 33153 dewaruci v18i2 4904
  3. THE FORMS OF MEMBRANOPHONE MUSICAL INSTRUMENTS IN THE EARLY ANCIENT JAVANESE CULTURE LITERATURES - Santosa... doi.org/10.26720/anthro.22.05.16.1THE FORMS OF MEMBRANOPHONE MUSICAL INSTRUMENTS IN THE EARLY ANCIENT JAVANESE CULTURE LITERATURES Santosa doi 10 26720 anthro 22 05 16 1
Read online
File size360.38 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test