ISI DPSISI DPS

Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsLekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts

Seni wayang telah menjadi bagian penting dalam masyarakat Bali selama lebih dari 3000 tahun, dengan peran dalang sebagai penjaga budaya, sejarah, dan nilai spiritual. Dalam menghadapi penurunan minat akibat kemajuan teknologi dan hiburan modern, diciptakanlah bentuk baru seni wayang yang dikenal sebagai Wayang Kaca, yang memadukan elemen tradisional dengan teknologi pencahayaan modern. Karya ini menggunakan media kaca dan teknologi pencahayaan seperti proyektor LCD, lampu helon, dan pencahayaan artistik untuk mengeksplorasi identitas diri, kesadaran, serta hubungan manusia dengan kehidupan. Wayang Kaca juga mengintegrasikan musik tradisional gamelan dengan instrumen digital (midi), serta melibatkan penari dan kolaborasi berbagai bentuk wayang dalam pertunjukan selama 60 menit di Sanggar Paripurna Bona, Gianyar. Tujuannya adalah memperbarui seni wayang agar tetap relevan, menarik minat publik, sekaligus menyampaikan nilai-nilai filosofis yang mendalam.

Wayang Kaca merupakan bentuk pertunjukan eksperimental yang memanfaatkan teknologi pencahayaan modern seperti proyektor LCD dan pencahayaan artistik untuk menciptakan efek bayangan yang dinamis dan bermakna.Pertunjukan ini menggabungkan unsur tradisional seperti gamelan dengan musik digital (midi), serta menyatukan berbagai bentuk wayang termasuk wayang kulit, golek, dan orang dalam karya selama 60 menit.Pesan utamanya adalah pentingnya kesadaran diri dan transformasi identitas melalui media seni wayang modern.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana penggunaan material kaca dan media transparan lainnya memengaruhi persepsi penonton terhadap makna simbolik dalam cerita wayang, terutama dalam konteks refleksi diri dan identitas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bentuk kolaborasi baru antara dalang, penari, dan teknisi cahaya secara real-time menggunakan sistem interaktif berbasis sensor, sehingga gerakan dan cahaya dapat saling merespons secara dinamis selama pertunjukan. Ketiga, perlu dilakukan studi mengenai efektivitas Wayang Kaca sebagai media pendidikan budaya bagi generasi muda, baik di sekolah maupun di luar kelas, untuk melihat sejauh mana bentuk seni inovatif ini mampu mentransfer nilai-nilai tradisional secara menarik dan relevan. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi regenerasi seni wayang yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menghubungkannya dengan dunia teknologi dan kehidupan kontemporer. Dengan demikian, seni wayang dapat terus berkembang sebagai bentuk ekspresi yang hidup dan bermakna bagi masyarakat modern.

  1. The Theatre of “Glass Puppetry” Enhanced With The Use of The Technology of Lighting | Lekesan:... doi.org/10.31091/lekesan.v6i2.2538The Theatre of AuGlass PuppetryAy Enhanced With The Use of The Technology of Lighting Lekesan doi 10 31091 lekesan v6i2 2538
Read online
File size388.49 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test