STIKKENDALSTIKKENDAL

Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Problematika yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, kebanyakan mengenai permasalahan anak yang menunjukan hal-hal yang kurang pantas dilakukan ataupun diucapkan. Adanya pergaulan yang tidak dikontrol menjadi salah satu penyebabnya, namun dengan adanya Taman Pendidikan Al-Quran anak lebih bisa mengontrol pergaulan dengan adanya pembiasaan yang baik dan penanaman sikap sopan santun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan karakter anak melalui taman pendidikan Al-Quran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di Masjid Madinatul Mukminin. Upaya yang dilakukan para pendidik ustad/ustadzah dalam pembentukan akhlak peserta didik antara lain: (1) Belajar membaca al-quran dan menghafal surat-surat pendek, (2) hafalan doa sehari-hari, (3) praktek sholat, (4) Membiasakan mengucapkan salam ketika masuk dan keluar kelas, dan (5) menceritakan kisah- kisah teladan.

TPQ memiliki peran yang sangat strategis dalam usaha pembentukan karakter anak sejak dini dengan pendidikan agama yang mengajarkan tentang belajar membaca al-quran dan terjemahannya selain itu terdapat juga pengajaran praktek shalat, surat-surat pendek dan doa harian dimana hal ini secara tidak langsung dapat mengajarkan anak nilai-nilai kehidupan sesuai ajaran islam, namun tidak terlepas dari itu diperlukan adanya keluarga dalam membimbing dan membentuk karakter anak yang baik.Selain itu, di Taman Pendidikan Al-Qur`an menghasilkan bahwa anak anak lebih bisa dalam hal belajar membaca al-quran, menghafal surat-surat pendek, dan mempraktikkan sholat.Dengan adanya hal tersebut mengindikasikan bahwa peran Taman Pendidikan Al-Qur`an merupakan cikal bakal seorang anak dalam mengembangkan potensi nya masing-masing.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas metode pembinaan akhlak yang digunakan oleh TPQ dalam jangka panjang, dengan menelusuri dampak pembinaan tersebut terhadap perilaku anak-anak setelah mereka meninggalkan TPQ. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran keluarga dalam mendukung dan memperkuat pembinaan akhlak yang telah dilakukan oleh TPQ, dengan mengidentifikasi strategi kolaborasi yang efektif antara TPQ dan keluarga. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh lingkungan sosial dan budaya di sekitar Desa Jenarsari terhadap pembentukan akhlak anak, serta bagaimana TPQ dapat beradaptasi dan memberikan kontribusi positif dalam konteks tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran TPQ dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan program pembinaan akhlak yang lebih efektif dan relevan.

  1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Peserta Didik Autis | JOEAI (Journal of Education... doi.org/10.31539/joeai.v3i1.1304Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Peserta Didik Autis JOEAI Journal of Education doi 10 31539 joeai v3i1 1304
  2. Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Pembinaan Akhlak Anak di Masjid Madinatul Mukminin... jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/view/1846Peran Taman Pendidikan Al QurAoan TPQ Dalam Pembinaan Akhlak Anak di Masjid Madinatul Mukminin jurnal stiq amuntai ac index php al madrasah article view 1846
Read online
File size1.03 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test