UNISLAUNISLA
E-LINK JOURNALE-LINK JOURNALDalam artikel ini dijelaskan konsep Extensive Reading. Artikel tersebut dimulai dengan pengenalan keseluruhan mengenai Extensive Reading. Selanjutnya, dijelaskan manfaat serta hambatan yang terkait, beserta tinjauan penelitian sebelumnya. Terakhir, diuraikan asal-usul keterampilan menulis dan bicara dalam kaitannya dengan langkah-langkah penerapan Extensive Reading dalam proses pengajaran dan pembelajaran.
Berpola minat membaca yang kuat penting bagi pembelajaran EFL karena dapat membantu mengatasi hambatan dalam performa komunikatif di kelas.Metode Extensive Reading yang diimplementasikan dalam durasi 10 menit dapat memperkuat keterampilan menulis dan berbicara siswa melalui tahapan instruksi, pengecekan pemahaman, dan produksi.Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan tersebut menawarkan manfaat bagi guru dan siswa, sekaligus memperbaiki proses pengajaran dan pembelajaran.
Pertama, meneliti pengaruh variasi durasi Extensive Reading—misalnya 5, 15, atau 30 menit—terhadap peningkatan keterampilan menulis dan berbicara, sekaligus mengamati bagaimana waktu membaca memengaruhi pemahaman konteks naratif. Penelitian ini akan membantu menentukan durasi optimal bagi siswa tingkat dasar yang memungkinkan mereka cukup waktu membaca namun tetap fokus pada praktik bahasa dan memudahkan pengolahan perasaan terhadap teks. Kedua, memanfaatkan platform daring untuk menambahkan latihan interaktif pasca sesi membaca, seperti kuis singkat, diskusi kelompok virtual, dan penulisan respon otomatis, guna mengevaluasi dampak pembelajaran hybrid terhadap komunikasi lisan. Penyelidikan ini juga akan membandingkan efektivitas belajar tatap muka dengan daring, serta menilai dampak penggunaan media digital pada motivasi, engagement, dan kualitas latihan berbicara. Ketiga, meneliti peran guru sebagai fasilitator dengan memantau dan mengklasifikasikan jenis umpan balik—verbal, tertulis, dan digital—selama kegiatan produksi; studi ini bertujuan memahami strategi paling efektif bagi siswa introvert maupun ekstrovert, serta memetakan hubungan antara umpan balik, motivasi, konsentrasi, dan partisipasi dalam proses belajar.
| File size | 835.9 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUHAUNMUHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran menggunakan bahasa Inggris melalui metode teka-teki cenderung memiliki tingkatHasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran menggunakan bahasa Inggris melalui metode teka-teki cenderung memiliki tingkat
ABULYATAMAABULYATAMA Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran juga meningkat, terlihat dari persentase aktivitas siswa yang naik dari 59,9 % pada siklus I menjadiSelain itu, partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran juga meningkat, terlihat dari persentase aktivitas siswa yang naik dari 59,9 % pada siklus I menjadi
JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA Penelitian ini dilakukan di SMAN 18 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas pada tahun ajaran 2022/2023. Jumlah sampel adalahPenelitian ini dilakukan di SMAN 18 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas pada tahun ajaran 2022/2023. Jumlah sampel adalah
USIUSI Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental sejati digunakan, melibatkan 64 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkanPendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental sejati digunakan, melibatkan 64 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan
RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons siswa terhadap pembelajaran Inkuiri Digital Pribadi (PDI) yang terintegrasi dengan Proyek Sains WargaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons siswa terhadap pembelajaran Inkuiri Digital Pribadi (PDI) yang terintegrasi dengan Proyek Sains Warga
BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM Studi literatur ini mengeksplorasi tren terkini, tantangan, dan strategi efektif dalam TEYL dengan menganalisis karya ilmiah terbaru yang diterbitkan antaraStudi literatur ini mengeksplorasi tren terkini, tantangan, dan strategi efektif dalam TEYL dengan menganalisis karya ilmiah terbaru yang diterbitkan antara
UNISLAUNISLA Thus, students enjoy and continuously use speechace in speaking class activities. The research revealed that students have a positive attitude toward SpeechaceThus, students enjoy and continuously use speechace in speaking class activities. The research revealed that students have a positive attitude toward Speechace
UNNESUNNES Seorang guru memerlukan work engagement yang tinggi agar segala tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik. Hasil studi awal ditemukan bahwa sebagianSeorang guru memerlukan work engagement yang tinggi agar segala tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik. Hasil studi awal ditemukan bahwa sebagian
Useful /
UIGMUIGM Penelitian ini menyimpulkan bahwa Logistic Regression memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan Decision Tree dengan AdaBoost dalam hal akurasi,Penelitian ini menyimpulkan bahwa Logistic Regression memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan Decision Tree dengan AdaBoost dalam hal akurasi,
UIGMUIGM Sampel penelitian sebanyak 235 orang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dan analisis data menggunakan ujiSampel penelitian sebanyak 235 orang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji
RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana siswa kelas 4 memahami dan merespons penggunaan AI dalam pembelajaran mereka, apakah mereka menyadariPenelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana siswa kelas 4 memahami dan merespons penggunaan AI dalam pembelajaran mereka, apakah mereka menyadari
RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS Evaluasi berfokus pada kegunaan, kepuasan, dan akurasi sistem dalam merangking indispliner siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa 85% siswa dengan rangkingEvaluasi berfokus pada kegunaan, kepuasan, dan akurasi sistem dalam merangking indispliner siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa 85% siswa dengan rangking