PUBMEDIAPUBMEDIA

Pubmedia Jurnal Pendidikan OlahragaPubmedia Jurnal Pendidikan Olahraga

Penelitian ini meneliti efektivitas tiga model pengajaran, yaitu pengajaran berbasis demonstrasi tradisional, segmentasi biomekanik, dan instruksi dengan bantuan digital, dalam penguasaan keterampilan dasar senam pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian campuran yang menggabungkan eksperimen pedagogis, analisis gerak biomekanik, pemantauan psikofisiologis, dan evaluasi statistik selama periode intervensi selama dua belas minggu. Sebanyak 120 mahasiswa pendidikan jasmani dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen, masing-masing menerima modus pengajaran yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa instruksi yang didukung digital secara signifikan mempercepat pembelajaran motorik, meningkatkan akurasi teknis, meningkatkan stabilitas keseimbangan, dan meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas dibandingkan dengan pendekatan tradisional dan biomekanik saja. Pelajar di kelompok digital juga menunjukkan efisiensi koreksi kesalahan yang lebih baik, tingkat ketakutan yang lebih rendah selama gerakan terbalik, dan otonomi yang lebih tinggi dalam autoregulasi. Hasil ini selaras dengan teori dinamika ekologis pembelajaran motorik dan mengonfirmasi nilai pedagogis lingkungan belajar yang kaya informasi. Temuan ini mendukung pengembangan model pengajaran terintegrasi yang menggabungkan biomekanika, teknologi umpan balik digital, dan pelatihan kesiapan psikologis. Model ini sangat relevan untuk memodernisasi sistem pendidikan jasmani di konteks pendidikan yang terbatas sumber daya, di mana alat digital terjangkau dapat meningkatkan kualitas pengajaran secara signifikan. Penelitian ini berkontribusi pada pedagogi olahraga kontemporer dengan menunjukkan bahwa peningkatan digital bukan hanya peningkatan teknologi, tetapi strategi pedagogis transformasional untuk pendidikan senam.

Penelitian ini menunjukkan bahwa instruksi senam yang didukung digital secara signifikan meningkatkan akuisisi keterampilan teknis, keseimbangan, kekuatan, fleksibilitas, motivasi, dan stabilitas emosional.Pengajaran tradisional tidak memadai untuk kebutuhan pendidikan modern, sedangkan instruksi biomekanik saja - meskipun efektif - dilampaui oleh metode yang mengintegrasikan teknologi digital.Penelitian ini mengusulkan model pedagogis multidimensi baru yang menggabungkan biomekanika, peningkatan digital, teori kognitif-motor, dan prinsip-prinsip keselamatan psikologis.Model ini sangat berlaku untuk Uzbekistan dan lingkungan pendidikan serupa yang mencari modernisasi tanpa memerlukan peralatan mahal.Bahkan aplikasi seluler sederhana dapat menghasilkan perbaikan yang berarti dalam hasil belajar.Penelitian masa depan harus menyelidiki penangkapan gerak berbasis AI, pelatihan pengurangan rasa takut berbasis VR, dan retensi jangka panjang keterampilan motor yang dibantu secara digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki apakah manfaat serupa tetap bertahan pada elemen akrobatik tingkat lanjut yang melibatkan dinamika rotasi kompleks. Penelitian longitudinal juga diperlukan untuk mengevaluasi retensi keterampilan dan keberlanjutan koreksi diri otonom setelah dukungan digital dihapus. Teknologi yang muncul, seperti estimasi pose berbasis kecerdasan buatan dan realitas virtual, layak untuk diselidiki sebagai alat potensial untuk lebih meningkatkan pembelajaran dan pengurangan rasa takut. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang menggabungkan AI untuk memberikan umpan balik dan bimbingan kepada siswa secara real-time, serta mengeksplorasi potensi VR dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menarik untuk mengurangi rasa takut dan meningkatkan motivasi.

Read online
File size413.61 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test