UNDIKSHAUNDIKSHA

Ganesha Civic Education JournalGanesha Civic Education Journal

Penelitian ini mengkaji peran Subak Wingin di Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegalinggah, Buleleng, Bali, dalam memupuk nilai toleransi di masyarakat yang multietnis, multikultur, dan multiagama. Subak, sistem irigasi tradisional, adalah entitas sosio-religius yang mengintegrasikan pengelolaan air dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual Bali, berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Penelitian kualitatif dengan studi kasus ini mendeskripsikan peran Subak Wingin dalam menumbuhkan toleransi dan integrasi sosial. Hasilnya, nilai toleransi diterapkan konkret dalam pembagian air yang adil berdasarkan kebutuhan dan musyawarah.

Subak Wingin yang terletak di Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegalinggah, Buleleng, memiliki peran penting dalam menumbuhkan sikap toleransi di tengah masyarakat yang beragam etnis, budaya, dan agama.Walaupun Bali kerap diasosiasikan sebagai wilayah yang homogen, faktanya daerah ini telah lama menjadi tempat tinggal bagi kelompok-kelompok etnis dan agama yang beragam, seperti komunitas Tionghoa (penganut Buddha dan Konghucu), Bugis dan Sasak (beragama Islam), serta warga Eropa dan Bali sendiri yang memeluk agama Kristen.Subak bukan hanya sekadar sistem irigasi tradisional, melainkan juga sebuah lembaga sosial dan spiritual yang menyatukan pengelolaan air dengan nilai-nilai budaya, sosial, dan religius khas Bali, terutama yang bersumber dari ajaran Tri Hita Karana.Hasil dari penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi dalam Subak Wingin diterapkan secara nyata, misalnya dalam pembagian air yang dilakukan secara adil berdasarkan kebutuhan petani dan keputusan bersama lewat musyawarah.Selain itu, forum-forum diskusi yang melibatkan anggota dari latar belakang agama berbeda juga menjadi contoh konkret dari praktik sosial yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara Subak Wingin dengan sistem irigasi tradisional lainnya di Bali atau bahkan di luar Bali, untuk melihat apakah nilai toleransi dan integrasi sosial juga diterapkan dalam sistem-sistem tersebut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk melihat bagaimana Subak Wingin dapat menjadi model bagi komunitas lain dalam memupuk toleransi dan integrasi sosial, terutama dalam konteks masyarakat yang beragam etnis, budaya, dan agama. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk melihat bagaimana Subak Wingin dapat mempertahankan nilai-nilai sosial dan budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

  1. NILAI KEARIFAN LOKAL “SUBAK” SEBAGAI MODAL SOSIAL MASYARAKAT TRANSMIGRAN ETNIS BALI | Niswatin... doi.org/10.18202/jamal.2016.08.7015NILAI KEARIFAN LOKAL AuSUBAKAy SEBAGAI MODAL SOSIAL MASYARAKAT TRANSMIGRAN ETNIS BALI Niswatin doi 10 18202 jamal 2016 08 7015
  2. DOI Name 10.10 Values. name values index type timestamp data admin handle create delete modify serv prefix... doi.org/10.10DOI Name 10 10 Values name values index type timestamp data admin handle create delete modify serv prefix doi 10 10
Read online
File size373.59 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test