AHMARAHMAR

ARRUS Journal of Mathematics and Applied ScienceARRUS Journal of Mathematics and Applied Science

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika melalui soal open-ended berdasarkan gaya belajar mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah enam orang, yaitu dua siswa dengan gaya belajar visual, dua siswa dengan gaya belajar auditorial, dan dua siswa dengan gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan meliputi tes tertulis, kuesioner, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi indikator pada tahap memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, mengatur strategi dan taktik, serta menarik kesimpulan. Sedangkan siswa dengan gaya belajar auditorial kurang mampu memenuhi indikator pada tahap memberikan penjelasan sederhana, belum mampu memenuhi indikator pada tahap mengatur strategi dan taktik serta menarik kesimpulan, namun mampu memenuhi indikator pada tahap membangun keterampilan dasar. Siswa dengan gaya belajar kinestetik kurang mampu memenuhi indikator pada tahap memberikan penjelasan sederhana; selain itu, mereka belum mampu memenuhi indikator pada tahap membangun keterampilan dasar, mengatur strategi dan taktik, serta menarik kesimpulan.

Siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal open-ended.Siswa dengan gaya belajar auditorial hanya mampu memenuhi indikator pada tahap membangun keterampilan dasar, namun mengalami kesulitan dalam memberikan penjelasan sederhana, mengatur strategi, dan menarik kesimpulan.Siswa dengan gaya belajar kinestetik mengalami kesulitan pada hampir semua tahapan kemampuan berpikir kritis, termasuk membangun keterampilan dasar, mengatur strategi, dan menarik kesimpulan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis visualisasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa auditorial dan kinestetik dalam menyelesaikan soal matematika open-ended. Kedua, sebaiknya dikaji lebih lanjut pengaruh modifikasi soal open-ended yang disesuaikan secara khusus dengan karakteristik gaya belajar kinestetik, misalnya melalui aktivitas fisik atau simulasi langsung, terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis mereka. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi kombinasi strategi pembelajaran kolaboratif dan scaffolding yang terintegrasi dengan teknologi digital dalam membantu siswa auditorial mengembangkan kemampuan menyusun strategi dan menarik kesimpulan secara lebih efektif. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang pendekatan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perbedaan gaya belajar siswa. Pendekatan seperti ini tidak hanya menargetkan gaya belajar dominan, tetapi juga berusaha menguatkan area yang menjadi kelemahan pada masing-masing gaya belajar. Dengan demikian, hasilnya dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika bagi semua siswa, terlepas dari bagaimana mereka paling efektif menerima dan mengolah informasi.

  1. Description of Students' Critical Thinking Skills in Solving Open Ended Problems Based on Their... jurnal.ahmar.id/index.php/mathscience/article/view/641Description of Students Critical Thinking Skills in Solving Open Ended Problems Based on Their jurnal ahmar index php mathscience article view 641
Read online
File size644.59 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test