ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

OrnamenOrnamen

Perajin batik di Indonesia belum banyak mengeksplorasi pewarna alami jenis baru akibat kurangnya keilmuan mengenai tata cara pembuatan pewarna alami dan faktor ketersediaan jenis tanaman. Lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki kandungan tanin alami. Lidah buaya potensial untuk menjadi pewarna alami. Untuk menghasilkan pewarna alami, diperlukan proses ekstraksi dengan metode maserasi panas menggunakan pelarut ganatex. Hasil ekstraksi lidah buaya efektif sebagai pewarna alami dengan uji laboratorium ketahanan luntur terhadap pencucian 40°C. Hasil pengujian terhadap teknik pewarnaan colet dan celup menunjukkan nilai 4-5 dalam standar grey scale diklasifikasikan sebagai Baik. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode tiga tahap enam langkah oleh Gustami. Proses penggalian ide dimulai dengan studi literatur jenis tanaman yang mengandung zat tanin dan tanaman yang memiliki koagulan alami. Pada tahap perancangan, lidah buaya dan bubuk biji asam jawa digunakan sebagai pewarna dan perintang warna alami pada scarf. Bahan pelarut yang digunakan adalah ganatex sebagai zat pengikat dan pembangkit warna. Bubuk biji asam jawa diolah menjadi gutta tamarind dengan campuran lemak nabati yang diaplikasikan untuk membentuk motif. Bunga Wijaya Kusuma dipilih sebagai sumber ide pengembangan motif scarf sebagai upaya untuk pengenalan bunga khas Keraton Surakarta. Hasil akhir produk berupa scarf dengan variasi warna coklat muda hingga coklat tua. Scarf dapat digunakan oleh wanita usia remaja hingga dewasa.

pertama, sebagai bentuk inovasi pewarna alami baru dari tanaman lidah buaya.Kedua, sebagai upaya pengembangan produk scarf ramah lingkungan dengan menggabungkan dua bahan alami yaitu lidah buaya dan biji asam jawa.Konsentrasi zat tanin yang terkandung pada lidah buaya dapat diekstraksi dengan metode maserasi panas, yakni metode ekstraksi yang melewati proses pemanasan untuk menghasilkan kadar tanin yang tinggi.Untuk memaksimalkan proses ekstraksi, diperlukan pelarut untuk menghasilkan warna rendemen tinggi dari lidah buaya, yaitu ganatex sebagai bahan pembangkit warna.Penggunaan ganatex terbukti efektif sebagai pelarut dalam proses ekstraksi, hal ini dibuktikan dengan hasil uji laboratorium ketahanan luntur terhadap pencucian 40°C.Hasil pengujian terhadap teknik pewarnaan colet dan celup menunjukkan nilai rata-rata 4-5 yang dalam standar grey scale diklasifikasikan sebagai Baik.Hasil ini menunjukkan bahwa ikatan antara zat warna lidah buaya dan serat kain sangat kuat dan tidak mudah pudar karena proses pencucian.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan teknik ekstraksi dan pewarnaan yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil akhir warna yang maksimal. 2. Melakukan studi lebih lanjut tentang potensi tanaman lidah buaya sebagai sumber pewarna alami baru dan mengidentifikasi metode ekstraksi yang optimal. 3. Meneliti dan mengeksplorasi lebih lanjut penggunaan gutta tamarind sebagai perintang warna alami, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam proses pembatikan. 4. Menganalisis dan membandingkan hasil pewarnaan lidah buaya dengan teknik colet dan celup, serta mengeksplorasi teknik-teknik pewarnaan lainnya yang potensial. 5. Melakukan penelitian tentang dampak lingkungan dari penggunaan pewarna alami dan perintang warna alami, serta mengukur keberlanjutan dan kelayakan ekonomi dari produk scarf ramah lingkungan ini.

Read online
File size1.23 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test