UMBUMB

Jurnal Abdi Masyarakat (JAM)Jurnal Abdi Masyarakat (JAM)

Di era saat ini, Arsitektur lanskap dituntut untuk lebih berkontribusi dalam membangun lingkungan perumahan permukiman dan perkotaan yang tetap ramah bagi ekosistem sekitarnya. Di lingkungan perumahan saat ini, mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga Rukun Warga (RW), telah banyak digalakkan peneneman apotik hidup. Apotik hidup adalah pemanfaatan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Salah satu lingkungan perumahan yang memiliki lahan apotik hidup adalah lingkungan RT 06 RW 08, Kelurahan Jatiraden, Kota Bekasi. Melihat hal tersebut, program studi Arsitektur tergerak untuk turut menyumbangkan wawasan keilmuan dalam bidang Arsitektur Lanskap. Bentuk pengabdian yang akan dilakukan adalah pembuatan lanskap taman tanaman apotik hidup. Pada kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan ini akan berfokus pada pengikutsertaan masyarakat dalam pembuatan media tanam tanaman apotik hidup yang berbahan material bambu yang mudah didapatkan.

Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Universitas Mercubuana Kranggan memberikan manfaat bagi warga dan pengetahuan tambahan mengenai cara menanam budaya sehat melalui apotik hidup.Melalui kegiatan ini, masyarakat terlibat aktif dan penuh antusiasme untuk menambah wawasan mengenai lingkungan, terutama memanfaatkan lahan yang tidak terpakai.Diharapkan kegiatan selanjutnya dapat memberikan wawasan, membuat apotik tumbuh bagi warga, serta membuat area bermain anak yang berdampingan dengan area apotik hidup sehingga pola kebiasaan yang dibangun dapat diajarkan kepada generasi berikutnya.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai jenis-jenis tanaman obat yang paling sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di lingkungan RT 06 RW 08, serta potensi manfaatnya bagi kesehatan warga. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan desain media tanam bambu yang lebih inovatif dan efisien, misalnya dengan mempertimbangkan aspek drainase, aerasi, dan kekuatan struktur. Ketiga, penting untuk dilakukan evaluasi berkelanjutan terhadap dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan apotik hidup ini, termasuk peningkatan kesadaran kesehatan warga, pemanfaatan lahan kosong, dan potensi pengembangan produk herbal lokal. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif, melibatkan partisipasi aktif warga, dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti puskesmas dan dinas pertanian.

Read online
File size532.47 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test