UNMUHUNMUH
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaBELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaFonetik merupakan salah satu bab yang dipelajari pada mata kuliah fonologi. Pembelajaran fonetik di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia selama ini masih dianggap sebagai materi yang sulit dimengerti dan butuh ketelitian yang lebih. Pemilihan model pembelajaran untuk menyampaikan materi masih berpusat pada penekanan kajian konseptual dan teori dan belum mengarah pada tugas-tugas yang bisa mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Oleh sebab itu, penerapan model pembelajaran dengan model Task-Based dinilai sangat penting untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran fonetik mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan model yang dibutuhkan dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa semester II Program Studi pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia pada materi fonetik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan angket. Data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan angket dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mahasiswa yang menjawab sangat tidak setuju pada penggunaan model task-based ada 2 %; 2) mahasiswa yang menjawab tidak setuju akan penggunaan model task-based untuk materi fonetik ada 8%; 3) mahasiswa yang menjawab setuju akan model task-based untuk pembelajaran materi fonetik ada 10%; dan 4) mahasiswa yang menjawab sangat setuju akan penerapan model task-based untuk membelajarkan materi fonetik ada 80%.
Berdasarkan tujuan penelitian dan pembahasan di atas dapat diuraikan dua simpulan.Kondisi pembelajaran fonetik pada mata kuliah fonologi selama ini dilakukan masih dengan model konvensional ceramah.Model tersebut cenderung membuat mahasiswa pasif dan kurang termotivasi untuk belajar sehingga dari pembelajaran fonetik yang dilakukan selama ini masih berpusat pada penanaman konsep dan teori belum sampai kepada praktik dan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa tingkat I semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro.Model Task-Based sangat dibutuhkan dalam pembelajaran materi fonetik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.hal ini didasarkan pada temuan penelitian dari hasil observasi, wawancara, dan angket yang menyatakan bahwa model task-based sangat dibutuhkan mahasiswa tingkat I semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas model task-based dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada materi fonetik dengan melibatkan kelompok mahasiswa yang lebih beragam, termasuk mahasiswa dari latar belakang pendidikan dan kemampuan bahasa yang berbeda. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi model task-based dalam mengatasi tantangan pembelajaran fonetik pada berbagai konteks. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan materi pembelajaran fonetik berbasis task-based yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. Materi tersebut dapat dirancang dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti video, audio, dan simulasi, untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran dosen sebagai fasilitator dalam penerapan model task-based. Dosen dapat dilatih untuk mengembangkan keterampilan memfasilitasi diskusi kelompok, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis secara mandiri. Dengan demikian, penerapan model task-based dapat menjadi lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
| File size | 229.92 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Setiap spesimen pengujian menunjukkan ketiga jenis defek ini, dan hampir semua variasi arus yang digunakan hadir. Untuk menentukan kekuatan sambungan lasSetiap spesimen pengujian menunjukkan ketiga jenis defek ini, dan hampir semua variasi arus yang digunakan hadir. Untuk menentukan kekuatan sambungan las
BALELITERASIBALELITERASI Namun, setelah menerapkan model PBL selama periode tertentu, skor post-test kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang menunjukkanNamun, setelah menerapkan model PBL selama periode tertentu, skor post-test kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang menunjukkan
BALELITERASIBALELITERASI The research method used is Classroom Action Research (PTK) with two cycles. The study participants consisted of 30 grade X TITL students at SMKN 1 Lopok.The research method used is Classroom Action Research (PTK) with two cycles. The study participants consisted of 30 grade X TITL students at SMKN 1 Lopok.
UMMUMM Analisis data menggunakan perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 23. Hasil analisis of covariance (ANCOVA) menunjukkanAnalisis data menggunakan perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 23. Hasil analisis of covariance (ANCOVA) menunjukkan
AHMARAHMAR Model pembelajaran kooperatif dengan strategi Advisor Grup efektif untuk diterapkan di kelas VII. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar matematika siswaModel pembelajaran kooperatif dengan strategi Advisor Grup efektif untuk diterapkan di kelas VII. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar matematika siswa
UNMUHUNMUH Teori ini memiliki kelebihan dalam menonjolkan bakat bawaan dan mendorong perkembangan diri, namun juga memiliki kekurangan berupa pandangan pesimistisTeori ini memiliki kelebihan dalam menonjolkan bakat bawaan dan mendorong perkembangan diri, namun juga memiliki kekurangan berupa pandangan pesimistis
UNMUHUNMUH Nilai-nilai ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pendidikan karakter melalui cerita narasi berjudul “Kyai Hasan Mukmin, Pahlawan dari Sidoarjo untukNilai-nilai ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pendidikan karakter melalui cerita narasi berjudul “Kyai Hasan Mukmin, Pahlawan dari Sidoarjo untuk
UMBUMB Pertama, pemberian konseling adalah hal yang baru dilaksanakan di RPTRA Sugriwa dan warga sebelumnya tidak pernah mendapatkan layanan ini dari pihak manapun.Pertama, pemberian konseling adalah hal yang baru dilaksanakan di RPTRA Sugriwa dan warga sebelumnya tidak pernah mendapatkan layanan ini dari pihak manapun.
Useful /
BALELITERASIBALELITERASI Generasi Z, sebagai generasi Muslim, terkait dengan masalah keagamaan. Di sisi lain, mereka kurang memahami aspek spiritual. Spiritualitas adalah bagianGenerasi Z, sebagai generasi Muslim, terkait dengan masalah keagamaan. Di sisi lain, mereka kurang memahami aspek spiritual. Spiritualitas adalah bagian
BALELITERASIBALELITERASI Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 1 Atap Wanasaba. Jumlah siswa adalah 15 siswa, 11 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Penelitian iniSubjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 1 Atap Wanasaba. Jumlah siswa adalah 15 siswa, 11 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Penelitian ini
UMMUMM Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa TadrisPenelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa Tadris
UMMUMM Selain itu, sebagian besar guru menerima antara satu hingga lima TPD yang berfokus pada biologi, pedagogi, dan teknologi. Di antara komponen TPACK, guruSelain itu, sebagian besar guru menerima antara satu hingga lima TPD yang berfokus pada biologi, pedagogi, dan teknologi. Di antara komponen TPACK, guru