UVAYABJMUVAYABJM
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-BudayaPahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-BudayaArtikel ini membahas fenomena objektifikasi seksual dan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Objektifikasi seksual yang mengurangi perempuan hanya pada tubuh dan seksualitasnya berkontribusi signifikan terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, baik di ruang publik maupun domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai objektifikasi seksual yang terjadi di masyarakat, serta mengeksplorasi hubungan antara objektifikasi tersebut dan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, artikel ini juga menyoroti peran penting media dalam membentuk persepsi sosial terhadap perempuan, di mana representasi mereka sering kali berfokus pada penampilan fisik dan mengabaikan dimensi kemanusiaan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objektifikasi seksual memiliki dampak buruk terhadap perempuan, baik secara psikologis maupun sosial, dan memperburuk ketidaksetaraan gender. Artikel ini juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan hukum bagi korban, termasuk implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) 2022, serta perlunya perubahan sosial dan budaya untuk mengatasi masalah ini. Diharapkan, temuan dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam mencegah kekerasan seksual di Indonesia.
Objektifikasi seksual terhadap perempuan merupakan persoalan serius yang terjadi di berbagai aspek kehidupan.Menurut teori objektifikasi, perempuan kerap diperlakukan sebagai objek untuk memenuhi kepuasan orang lain, bukan dihargai sebagai individu seutuhnya.Fenomena ini tampak jelas dalam media, di mana tubuh perempuan sering dieksploitasi dan dinilai hanya dari sisi fisik.Kekerasan terhadap perempuan sangat beragam, mulai dari kekerasan fisik hingga kekerasan berbasis teknologi.Dampak dari objektifikasi dan kekerasan ini sangat besar, baik secara psikologis maupun sosial.Diperlukan perubahan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan berbasis kesetaraan gender hingga peran media yang lebih adil dalam merepresentasikan perempuan.Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci penting dalam memutus rantai objektifikasi dan kekerasan terhadap perempuan.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif perempuan yang menjadi korban objektifikasi seksual di berbagai konteks sosial, seperti di lingkungan kerja, media sosial, dan ruang publik lainnya. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak psikologis dan sosial yang dialami oleh korban, serta strategi coping yang mereka gunakan. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosio-ekonomi dan budaya yang berkontribusi terhadap tingginya angka kekerasan berbasis gender di Indonesia. Penelitian ini dapat menggunakan data statistik dari Komnas Perempuan dan lembaga terkait lainnya, serta melakukan survei terhadap masyarakat untuk mengukur tingkat kesadaran dan sikap terhadap kesetaraan gender. Ketiga, penelitian interdisipliner yang melibatkan ahli hukum, psikologi, sosiologi, dan komunikasi dapat dilakukan untuk mengembangkan model intervensi yang efektif dalam mencegah kekerasan seksual dan objektifikasi perempuan. Model intervensi ini dapat mencakup program pendidikan gender di sekolah dan masyarakat, pelatihan bagi aparat penegak hukum, serta kampanye media yang bertujuan untuk mengubah persepsi publik terhadap perempuan dan kekerasan seksual. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah objektifikasi seksual dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif untuk melindungi hak-hak perempuan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.
- Meningkatkan Kualitas Karakter Siswa Melalui Keberagaman pada Pendidikan Multikultural | Jurnal Ilmiah... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/2257Meningkatkan Kualitas Karakter Siswa Melalui Keberagaman pada Pendidikan Multikultural Jurnal Ilmiah jipp unram ac index php jipp article view 2257
- Gangguan Stres Pasca Trauma pada Kasus Pelecehan Seksual: Case Report | Darmayasa | Jurnal Kesehatan... journal.ugm.ac.id/jkr/article/view/78372Gangguan Stres Pasca Trauma pada Kasus Pelecehan Seksual Case Report Darmayasa Jurnal Kesehatan journal ugm ac jkr article view 78372
| File size | 337.01 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIRESDINASTIRES Pencapaian kesetaraan gender di kawasan pesisir memerlukan reformasi dalam pengakuan hukum, pendidikan, dan implementasi kebijakan agar hak perempuan sebagaiPencapaian kesetaraan gender di kawasan pesisir memerlukan reformasi dalam pengakuan hukum, pendidikan, dan implementasi kebijakan agar hak perempuan sebagai
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan—yang menanggung beban ganda dalam rumah tangga sekaligus dalam perjuangan memperolehPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan—yang menanggung beban ganda dalam rumah tangga sekaligus dalam perjuangan memperoleh
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Namun, studi ini bersifat kualitatif dengan cakupan terbatas pada satu desa, sehingga tidak dapat digeneralisasi ke komunitas Muslim lain, dan belum menggaliNamun, studi ini bersifat kualitatif dengan cakupan terbatas pada satu desa, sehingga tidak dapat digeneralisasi ke komunitas Muslim lain, dan belum menggali
UM SURABAYAUM SURABAYA 000 perempuan yang mengalami subordinasi pekerjaan hanya dibidang domestik rumah (c) Lusi Lindri, Kusir Perempuan, dan Istri Kepala Kampong, masing-masing000 perempuan yang mengalami subordinasi pekerjaan hanya dibidang domestik rumah (c) Lusi Lindri, Kusir Perempuan, dan Istri Kepala Kampong, masing-masing
LIFESCIFILIFESCIFI Bentuk ketidakadilan gender ini sering muncul melalui stereotip, pelabelan, subordinasi, marginalisasi, dan beban ganda yang biasanya merugikan perempuan.Bentuk ketidakadilan gender ini sering muncul melalui stereotip, pelabelan, subordinasi, marginalisasi, dan beban ganda yang biasanya merugikan perempuan.
ISI DPSISI DPS Marjinalisasi direpesentasikan melalui tokoh utama (Ni Ketut Sinar) yang mengalami diskriminasi atas haknya sebagai manusia untuk dapat bekerja selayaknyaMarjinalisasi direpesentasikan melalui tokoh utama (Ni Ketut Sinar) yang mengalami diskriminasi atas haknya sebagai manusia untuk dapat bekerja selayaknya
UNUDUNUD Dampaknya bahkan dirasakan juga pada sektor informal termasuk para pemulung terutama pemulung perempuan yang menggantungkan hidup dalam tumpukan sampah.Dampaknya bahkan dirasakan juga pada sektor informal termasuk para pemulung terutama pemulung perempuan yang menggantungkan hidup dalam tumpukan sampah.
ITENASITENAS Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui kualitas air menggunakan metode indeks pencemaran dengan indikator planktonBerdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui kualitas air menggunakan metode indeks pencemaran dengan indikator plankton
Useful /
UVAYABJMUVAYABJM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kejahatan korporasi di pasar keuangan Indonesia, dengan fokus pada berbagai kasus besar yang telahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kejahatan korporasi di pasar keuangan Indonesia, dengan fokus pada berbagai kasus besar yang telah
UVAYABJMUVAYABJM Kurikulum pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pembelajaran di sekolah. Faktor pembaruan kurikulum memiliki dampak signifikanKurikulum pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pembelajaran di sekolah. Faktor pembaruan kurikulum memiliki dampak signifikan
LIFESCIFILIFESCIFI Keunggulan bersaing dan kinerja pemasaran UMKM di Kota Semarang juga akan meningkat jika mereka memiliki orientasi pasar yang luas yang mencakup orientasiKeunggulan bersaing dan kinerja pemasaran UMKM di Kota Semarang juga akan meningkat jika mereka memiliki orientasi pasar yang luas yang mencakup orientasi
UNEJUNEJ Namun, saat ini sebagian orang lebih memilih menggunakan istilah difabel daripada disabilitas. Difabel bersama kelompok feminis, LGBT, dan kelompok minoritasNamun, saat ini sebagian orang lebih memilih menggunakan istilah difabel daripada disabilitas. Difabel bersama kelompok feminis, LGBT, dan kelompok minoritas