UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pematuhan prinsip kesantunan berbahasa dan wujud pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa melayu di kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa dan pelanggaran prinsip . Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode rekam dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih adapun teknis analisis data yaitu menyusun dan mengelompokkan wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan serta parameter pragmatik, kemudian menganalisis wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan serta parameter pragmatik. Hasil penelitian yaitu terdapat 60 data yang termasuk ke dalam pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan. Pada pematuhan prinsip kesantunan terdapat 21 data berdasarkan maksim kebijaksanaan 1 data, maksim kedermawanan 1 data, maksim pujian 1 data, maksim kerendahan hati 1 data, maksim kesepakatan 16 data, sedangkan pelanggaran prinsip kesantunan terdapat 39 data berdasarkan maksim kebijaksaan 3 data, maksim pujian 15, maksim kesepakatan 18 data, dan maksim simpati 3 data. Hasil temuan yang kedua adalah penggunaan parameter pragmatik pada remaja di kecamatan Tungkal Ilir berdasarkan tingkat jarak sosial terdapat 30 data.

Berdasarkan hasil analisis data mengenai prinsip kesopanan teori Leech, terdapat tuturan yang mengandung pematuhan dan pelanggaran prinsip kesopanan Leech dan parameter pragmatik yang digunakan pada kalangan remaja kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi.Penelitian ini menemukan 60 data yang termasuk dalam pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan, dengan 21 data menunjukkan pematuhan dan 39 data menunjukkan pelanggaran.Selain itu, penelitian ini juga menemukan penggunaan parameter pragmatik, khususnya tingkat jarak sosial, dalam 30 data tuturan remaja di kecamatan tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi penggunaan kesantunan berbahasa di kalangan remaja, seperti peran keluarga, pendidikan, dan lingkungan pergaulan. Hal ini penting untuk memahami bagaimana norma-norma sosial membentuk perilaku berbahasa remaja. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan membandingkan penggunaan kesantunan berbahasa pada remaja di berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang berbeda, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang signifikan. Studi komparatif ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang kompleksitas kesantunan berbahasa dalam konteks multikultural. Terakhir, penelitian dapat menginvestigasi dampak penggunaan media sosial dan teknologi komunikasi digital terhadap perubahan pola kesantunan berbahasa di kalangan remaja, termasuk bagaimana remaja beradaptasi dengan norma-norma komunikasi baru dan bagaimana hal ini memengaruhi interaksi sosial mereka secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori dan praktik kesantunan berbahasa di era digital.

Read online
File size238.06 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test