JOURNALSJOURNALS

Jurnal Pengabdian Masyarakat IndonesiaJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia

Praktik pertanian masyarakat Amonggedo, Kabupaten Konawe masih bergantung pada metode konvensional yang mengandalkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan. Hal ini menyebabkan degradasi kualitas tanah dan menurunnya produktivitas pertanian. Selain itu, keterbatasan pengetahuan petani menghambat pemanfaatan potensi sumber daya lokal dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal (Low External Input Sustainable Agriculture/LEISA) melalui pelatihan dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pembenah tanah. Konsep LEISA mengedepankan pada pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pertanian. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, mencakup penyuluhan, pelatihan teknis, dan demonstrasi pengelolaan dan pemanfaatan limbah pertanian. Mitra kegiatan adalah kelompok tani di Desa Matabura, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil pelaksanaan kegiatan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Halu Oleo menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani sebesar 93% setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan ini menghasilkan perubahan positif dalam praktik budidaya petani, berupa pengurangan penggunaan input kimia dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lahan pertanian melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Kegiatan pengabdian tim PkM Fakultas Pertanian UHO di Desa Matabura berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola limbah pertanian melalui pendekatan LEISA.Melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan bokashi, biochar, dan biopori, petani mampu memanfaatkan sumber daya lokal untuk meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.Penerapan sistem LEISA berdampak positif terhadap produktivitas pertanian, sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat.Keberhasilan ini berpotensi menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin menerapkan pertanian ramah lingkungan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara praktik pertanian konvensional dan sistem LEISA di Amonggedo, dengan menganalisis dampak jangka panjang terhadap produktivitas, kualitas tanah, dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan model bisnis pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan LEISA dengan pasar lokal, sehingga petani dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Terakhir, studi tentang dampak sosial dan budaya dari penerapan LEISA terhadap komunitas petani Amonggedo dapat memberikan wawasan tentang penerimaan dan keberlanjutan praktik pertanian ramah lingkungan.

  1. Pengelolaan Tanah dalam Pengetahuan Lokal dan Praktik Pertanian Berkelanjutan pada Masyarakat Arfak,... doi.org/10.18343/jipi.26.3.370Pengelolaan Tanah dalam Pengetahuan Lokal dan Praktik Pertanian Berkelanjutan pada Masyarakat Arfak doi 10 18343 jipi 26 3 370
  2. Production of local resource-based soil improvement materials as a community empowerment model in Sindangkasih... journal.unimma.ac.id/index.php/ce/article/view/10446Production of local resource based soil improvement materials as a community empowerment model in Sindangkasih journal unimma ac index php ce article view 10446
  3. Role of bokashi fertilizer in increasing growth and yield components of groundnut on marginal dry land... doi.org/10.15575/34980Role of bokashi fertilizer in increasing growth and yield components of groundnut on marginal dry land doi 10 15575 34980
  4. Building agribusiness model of LEISA to achieve sustainable agriculture in Surian Subdistrict of Sumedang... doi.org/10.1088/1755-1315/142/1/012062Building agribusiness model of LEISA to achieve sustainable agriculture in Surian Subdistrict of Sumedang doi 10 1088 1755 1315 142 1 012062
Read online
File size571.87 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test