UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek bahasa perempuan pada prosa Men Coblong karya Oka Rusmini dalam perspektif ginokritik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah teks yang terdapat dalam prosa Men Coblong, berupa kata-kata, kalimat maupun dialog antar tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek bahasa perempuan yang terdapat dalam prosa Men Coblong terbagi menjadi tiga yaitu: (1) bahasa tersurat, merupakan sebuah ungkapan yang terdapat dalam kata, frasa dan kalimat, serta diungkapkan secara satiristik, tajam, dan lugas. (2) bahasa tersirat, merupakan sebuah ungkapan yang terdapat dalam kata, frasa, dan kalimat dengan makna tidak langsung, melalui pengungkapan yang melantunkan ironi, dan sindirian tajam Oka Rusmini menggunakan diksi-diksi yang indah dengan membalut getir itu ke dalam satire. (3) unsur multifokal, merupakan cara pengungkapan yang digunakan Oka Rusmini untuk menampilkan beberapa sudut pandang dalam satu waktu.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai prosa Men Coblong karya Oka Rusmini menggunakan kajian ginokritik dengan model analisis bahasa perempuan dan penulisan perempuan, dapat disimpulkan bahwa Oka Rusmini mampu memunculkan keresahan, pemikiran dan kemampuan perempuan dalam berekspresi.Hal inilah yang kemudian bisa menjadi pembuktian bahwa penulis perempuan, dengan bahasa dan gayanya sendiri mampu untuk bereksistensi dalam sejarah sastra di Indonesia.Adapun aspek pembahasan mengenai bahasa perempuan dan penulisan perempuan dalam penelitian ini meliputi.bahasa tersirat, bahasa tersurat, dan unsur multifokal.Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa tersurat yang digunakan Oka Rusmini terkesan sangat berani.Oka Rusmini dengan cara pengungkapan satiristik, tajam, dan lugas mampu menampilkan sekumpulan isu-isu teraktual yang meliputi beberapa apek seperti pendidikan, hukum, agama, sosial dan lain-lainnya untuk kemudian mengajak pembaca berfikir tentang banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di negeri ini.Selanjutnya Bahasa tersirat yang digunakan Oka Rusmini menggunakan diksi-diksi yang indah dengan membalut getir itu ke dalam satire, dan bahasa kiasan yang digunakannya tidak menyembunyikan point-point atau pesan yang ingin disampaikan.Terakhir, unsur multifokal dalam prosa Men Coblong karya Oka Rusmini.Sebagai penulis perempuan Oka Rusmini mampu menggungkapkan beberapa suara (perspektif) dalam satu waktu tertentu dan hal tersebut mengindikasikan bahwa seorang penulis perempuan memiliki kemampuan yang juga tidak sederhana sebagaimana stigma yang selama ini disematkan kepada penulis perempuan.Oka Rusmini menyampaikan keunikan bahasa perempuan melalui unsur multifokal dalam bahasa perempuan.Oka Rusmini bisa mengemas pikiran-pikirannya dengan bahasa yang menarik hanya dengan melalui pemikiran dan perandaian tentu saja hal ini bisa menjadi pembuktian bahwa perempuan memiliki daya cipta dan imajinasi yang berbeda dari laki-laki.

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang bagaimana bahasa perempuan dalam karya sastra dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan keresahan dan pemikiran perempuan, serta bagaimana hal ini dapat berdampak pada eksistensi perempuan dalam sejarah sastra Indonesia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis lebih rinci tentang penggunaan unsur multifokal dalam karya sastra, terutama dalam karya-karya penulis perempuan, untuk memahami bagaimana penulis perempuan mampu menampilkan berbagai sudut pandang dalam satu waktu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang penggunaan bahasa tersirat dan tersurat dalam karya sastra, terutama dalam karya-karya Oka Rusmini, untuk memahami bagaimana penulis tersebut mampu menyampaikan pesan-pesan penting dengan cara yang menarik dan efektif.

Read online
File size220.42 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test