IAI TABAHIAI TABAH

Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamAlamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Penelitian ini mengkaji penggunaan simbol warna #bravepink dan #herogreen dalam demonstrasi di Indonesia pasca 25 Agustus 2025 sebagai bentuk aktivisme berbasis afeksi. Studi ini bertujuan menganalisis makna, pola mobilisasi, dan peran kedua simbol dalam membangun solidaritas kolektif di media sosial. Menggunakan studi kasus dengan purposive sampling, penelitian melibatkan 212 akun publik di Twitter/X, Instagram, TikTok, dan Facebook yang memenuhi kriteria interaksi dan penggunaan tagar. Data dikumpulkan melalui BrandMention dan Talkwalker, kemudian dianalisis menggunakan semiotika sosial Kress dan van Leeuwen. Hasil menunjukkan bahwa #bravepink lebih unggul dalam viralitas, sedangkan #herogreen lebih kuat dalam penerimaan publik dan asosiasi nilai moral. Kedua simbol memicu keterlibatan emosional tinggi, terutama pada perempuan muda. Temuan ini menegaskan warna sebagai medium utama politik emosional digital dan menawarkan konsep color-based activism sebagai kontribusi teoretis baru.

herogreen berfungsi sebagai simbol ideologis yang kuat dalam demonstrasi digital di Indonesia, dengan warna pink merepresentasikan keberanian moral dan warna hijau merepresentasikan heroisme rakyat.Warna-warna ini tidak hanya membentuk identitas kolektif yang cair, tetapi juga memicu resonansi emosional yang cepat di kalangan partisipan muda, terutama perempuan.Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya warna sebagai medium politik baru yang efektif dalam konteks media sosial kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggabungkan metode semiotika sosial dengan analisis wacana kritis atau analisis jaringan digital untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang fenomena ini. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk memahami bagaimana simbol warna dapat dimanfaatkan secara strategis oleh gerakan sosial lain di Indonesia dan negara-negara lain. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada dampak jangka panjang dari color-based activism terhadap partisipasi politik dan kesadaran publik, serta bagaimana hal ini dapat berkontribusi pada penguatan demokrasi digital di Indonesia. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dinamika politik kontemporer dan membantu mengidentifikasi strategi yang efektif untuk memobilisasi dukungan publik dan mencapai perubahan sosial yang positif. Dengan memahami bagaimana warna dapat berfungsi sebagai medium politik yang kuat, kita dapat memanfaatkan potensi ini untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, partisipatif, dan demokratis.

  1. Universal Patterns in Color-Emotion Associations Are Further Shaped by Linguistic and Geographic Proximity... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0956797620948810Universal Patterns in Color Emotion Associations Are Further Shaped by Linguistic and Geographic Proximity journals sagepub doi 10 1177 0956797620948810
  2. Media Use and Protest Mobilization: A Case Study of Umbrella Movement Within Hong Kong Schools - Donna... journals.sagepub.com/doi/10.1177/2056305118763350Media Use and Protest Mobilization A Case Study of Umbrella Movement Within Hong Kong Schools Donna journals sagepub doi 10 1177 2056305118763350
  3. Demokrasi Di Era Digital: Tantangan Dan Peluang Dalam Partisipasi Politik | Jurnal Riset Multidisiplin... doi.org/10.59653/jimat.v2i01.342Demokrasi Di Era Digital Tantangan Dan Peluang Dalam Partisipasi Politik Jurnal Riset Multidisiplin doi 10 59653 jimat v2i01 342
Read online
File size365.41 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test