JOURNAL UIM MAKASSARJOURNAL UIM MAKASSAR

ASHLITION : Ash-Shahabah English Literature, Linguistics, & EducationASHLITION : Ash-Shahabah English Literature, Linguistics, & Education

Strategi kepolisan adalah teknik untuk mengelola interaksi sosial. Sering digunakan untuk menghindari konflik, menjaga hubungan yang baik, dan memastikan komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi kepolisan dalam percakapan Buginese di antara anggota keluarga di Kabupaten Pangkep. Pendekatan sosiolinguistik digunakan sebagai kerangka teori utama, dengan menekankan teori kepolisan Brown dan Levinson (1987), yang terdiri dari bald-on record, kepolisan positif, kepolisan negatif, dan off-record. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus etnografis, yang berpusat pada pengamatan sekelompok orang dalam lingkungan alami mereka daripada fokus pada pengaturan formal. Data dikumpulkan melalui daftar cek observasi partisipan, rekaman percakapan, dan wawancara mendalam dengan anggota keluarga dari berbagai usia dan status sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota keluarga Buginese di Kabupaten Pangkep menggunakan berbagai strategi kepolisan untuk menjaga harmoni sosial dan menghormati hierarki keluarga. Strategi ini termasuk menggunakan bahasa sopan dan hormat saat berbicara dengan orang yang lebih tua dengan status sosial yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota keluarga Buginese di Kabupaten Pangkep menggunakan strategi kepolisan positif lebih dominan daripada kategori lain dari strategi kepolisan, yaitu kewajiban sosial, kerjasama interaksi, kekuasaan, usia, hubungan jarak, persepsi tindakan yang mengancam muka (FTAs), dan ketergantungan dan asimetri ketergantungan. Temuan ini menekankan pentingnya memahami dan menghargai strategi kepolisan dalam interaksi antara anggota keluarga, yang dapat berdampak positif pada hubungan sosial di masyarakat Buginese.

Setelah menganalisis strategi kepolisan dalam percakapan Buginese di antara anggota keluarga di Kabupaten Pangkep, ditemukan empat jenis strategi kepolisan berdasarkan teori Brown dan Levinson tahun 1987.Namun, dari keempat jenis tersebut, kepolisan positif adalah yang paling dominan dalam penelitian ini.Faktor-faktor yang mempengaruhi percakapan di antara anggota keluarga di Kabupaten Pangkep adalah lima faktor, yaitu kewajiban sosial, kerjasama interaksi, kekuasaan, usia, dan hubungan jarak, persepsi tindakan yang mengancam muka (FTAs), dan ketergantungan dan asimetri ketergantungan.Temuan ini menunjukkan bahwa dalam percakapan keluarga Buginese di Kabupaten Pangkep, pilihan strategi kepolisan sangat dipengaruhi oleh hubungan antara anggota keluarga, konteks situasional, dan nilai-nilai budaya lokal seperti siri na pacce (kehormatan dan empati).Bald-on-record digunakan dalam situasi yang memerlukan kejelasan, sedangkan kepolisan positif membantu memperkuat ikatan sosial.Kepolisan negatif penting untuk menjaga otonomi dan menghindari paksaan, sedangkan off-record digunakan untuk menjaga harmoni dan menghindari konfrontasi.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Melakukan studi komparatif antara strategi kepolisan dalam percakapan Buginese dengan strategi kepolisan dalam percakapan bahasa lain di Indonesia, seperti Makassarese atau Betawi. Hal ini dapat membantu memahami perbedaan dan kesamaan dalam penggunaan strategi kepolisan di berbagai budaya dan bahasa. 2. Menganalisis lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi kepolisan dalam percakapan keluarga Buginese, seperti peran gender, usia, status sosial, dan hubungan kekerabatan. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang dinamika keluarga dan interaksi sosial dalam masyarakat Buginese. 3. Mengkaji pengaruh strategi kepolisan pada hubungan keluarga dan harmoni sosial di masyarakat Buginese. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana strategi kepolisan yang digunakan oleh anggota keluarga mempengaruhi kualitas hubungan mereka, rasa saling menghormati, dan pemeliharaan harmoni sosial di dalam keluarga dan komunitas.

  1. RECOUNTING AS REALIZATION OF BROWN AND LEVINSON’S POSITIVE POLITENESS STRATEGIES IN INSTRUCTIONAL... ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara/article/view/9996RECOUNTING AS REALIZATION OF BROWN AND LEVINSONAoS POSITIVE POLITENESS STRATEGIES IN INSTRUCTIONAL ejournal umm ac index php kembara article view 9996
  2. An Analysis of Impolite Words among Makassarese Youngsters | Humanitatis : Journal of Language and Literature.... doi.org/10.30812/humanitatis.v8i1.1533An Analysis of Impolite Words among Makassarese Youngsters Humanitatis Journal of Language and Literature doi 10 30812 humanitatis v8i1 1533
  3. How A Betawinese Family Implement Politeness in Their Daily Conversation | Lingua Cultura. betawinese... doi.org/10.21512/lc.v11i2.924How A Betawinese Family Implement Politeness in Their Daily Conversation Lingua Cultura betawinese doi 10 21512 lc v11i2 924
  4. 0. pdf obj endobj xref trailer startxref eof sb 1v r5spl ev la ext i8 type catalog name headers footers... academypublication.com/issues2/jltr/vol06/01/01.pdf0 pdf obj endobj xref trailer startxref eof sb 1v r5spl ev la ext i8 type catalog name headers footers academypublication issues2 jltr vol06 01 01 pdf
Read online
File size189.65 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test