BMABERSAMABMABERSAMA
Progressus HumanitatisProgressus HumanitatisTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik sampel jenuh, yaitu seluruh populasi sebanyak 63 pegawai dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y = -0,228 0,450X1 0,556X2. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,940 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai. Nilai determinasi sebesar 0,883, artinya Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik secara simultan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 88,3%, sisanya 11,7% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F tabel > Fhitung atau (225,681 > 3,150). Dengan demikian, HO3 ditolak dan Ha3 diterima, artinya secara simultan Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor.Hal ini dibuktikan melalui uji regresi sederhana yang menghasilkan persamaan Y = 0,555 0,974X1.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,900 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel, sementara nilai R Square menunjukkan sebesar 81,0%.Dengan demikian, Etos Kerja (X1) terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Lingkungan Kerja Fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor.Hal ini dibuktikan melalui uji regresi sederhana yang menghasilkan persamaan Y = 3,760 0,920X2.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,917 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel, sementara nilai R Square menunjukkan sebesar 84,2%.Dengan demikian, Lingkungan Kerja Fisik (X2) terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja (X1) dan Lingkungan Kerja Fisik (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor.Hal ini dibuktikan melalui uji regresi berganda yang menghasilkan persamaan regresi Y = -0,228 0,450X1 0,556X2.Meskipun nilai konstanta sebesar -0,228 tidak signifikan secara statistik (sig.0,911 > 0,05), etos kerja dan lingkungan kerja fisik tetap menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.Artinya, semakin baik etos kerja dan lingkungan kerja fisik, maka kinerja pegawai juga akan semakin meningkat.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,940 menunjukkan hubungan antara kedua variabel bebas terhadap variabel terikat tergolong sangat kuat.Dengan demikian, Etos Kerja (X1) dan Lingkungan Kerja Fisik (X2) secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian ini dapat dilanjutkan dengan mengkaji lebih dalam faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai, seperti motivasi kerja, kepemimpinan, dan stres kerja. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami perspektif pegawai mengenai etos kerja dan lingkungan kerja fisik yang ideal. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji dampak etos kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas kerja dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai dan meningkatkan kinerja lembaga secara keseluruhan.
| File size | 238.99 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
ORLIORLI Hasil: Analisis statistik ekspresi LMP-1 dengan KRAS menunjukkan korelasi positif yang tidak signifikan (p =0,546), dengan koefisien korelasi ρ=0,115.Hasil: Analisis statistik ekspresi LMP-1 dengan KRAS menunjukkan korelasi positif yang tidak signifikan (p =0,546), dengan koefisien korelasi ρ=0,115.
UNUBLITARUNUBLITAR 34. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah sekolah dan jumlah pekerja migran merupakan faktor signifikan yang berpengaruh terhadap angka penyalahgunaan34. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah sekolah dan jumlah pekerja migran merupakan faktor signifikan yang berpengaruh terhadap angka penyalahgunaan
UNDHARIUNDHARI Analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y = 14,520 0,808X, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,586, yang berarti 58,6% variasiAnalisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y = 14,520 0,808X, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,586, yang berarti 58,6% variasi
STIEMADANISTIEMADANI Keunggulan lainnya adalah sistem ini mudah digunakan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan secara fleksibel. Dengan demikian, sistem pengingatKeunggulan lainnya adalah sistem ini mudah digunakan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan secara fleksibel. Dengan demikian, sistem pengingat
NALANDANALANDA Riset ini memakai data primer, data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden melalui google forms yang diuji dengan SPSS 20. 0 forRiset ini memakai data primer, data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden melalui google forms yang diuji dengan SPSS 20. 0 for
UWMYUWMY 2) Pemilihan makanan balita oleh ibu termasuk kategori tinggi dengan frekuensi 48,8%. 3) Terdapat hubungan positif antara pengetahuan gizi ibu dengan pemilihan2) Pemilihan makanan balita oleh ibu termasuk kategori tinggi dengan frekuensi 48,8%. 3) Terdapat hubungan positif antara pengetahuan gizi ibu dengan pemilihan
UPI YAIUPI YAI Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus sampling karakteristik: karyawan yang aktif bekerja di PT. X. Hasil penelitian menunjukkan bahwaTeknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus sampling karakteristik: karyawan yang aktif bekerja di PT. X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
UNMUNM Hal ini dapat dilihat dari analisis deskriptif, yang menunjukkan 3 indikator berada pada kategori tinggi yaitu distribusi, promosi dan budaya. , berdasarkanHal ini dapat dilihat dari analisis deskriptif, yang menunjukkan 3 indikator berada pada kategori tinggi yaitu distribusi, promosi dan budaya. , berdasarkan
Useful /
UMPPUMPP Sistem ini mengombinasikan sensor inframerah TCRT5000 yang stabil (±5% fluktuasi) dengan algoritma filter digital, mampu mengurangi false positive hinggaSistem ini mengombinasikan sensor inframerah TCRT5000 yang stabil (±5% fluktuasi) dengan algoritma filter digital, mampu mengurangi false positive hingga
DIM UNPASDIM UNPAS Sebaliknya, CAATs tidak memoderasi hubungan antara pengalaman audit dan kemampuan deteksi kecurangan. Temuan ini menyoroti pentingnya skeptisisme profesionalSebaliknya, CAATs tidak memoderasi hubungan antara pengalaman audit dan kemampuan deteksi kecurangan. Temuan ini menyoroti pentingnya skeptisisme profesional
NALANDANALANDA Disamping itu siswa memiliki antusias diri yang tinggi dalam belajar pastilah akan meningkatkan hasil belajar yang baik. Terdapat hubungan positif danDisamping itu siswa memiliki antusias diri yang tinggi dalam belajar pastilah akan meningkatkan hasil belajar yang baik. Terdapat hubungan positif dan
NALANDANALANDA 2 = 0,993, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk dalam kategori sangat kuat. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara iklim organisasi2 = 0,993, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk dalam kategori sangat kuat. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara iklim organisasi