DIM UNPASDIM UNPAS

Kontigensi : Jurnal Ilmiah ManajemenKontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman audit dan skeptisisme profesional terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan, dengan penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer (CAATs) sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 65 auditor eksternal yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta. Metode analisis yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan, sementara skeptisisme profesional memiliki pengaruh positif. Penerapan CAATs secara langsung juga tidak secara signifikan memengaruhi kemampuan deteksi; namun, CAATs mampu memoderasi hubungan antara skeptisisme profesional dan kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Sebaliknya, CAATs tidak memoderasi hubungan antara pengalaman audit dan kemampuan deteksi kecurangan. Temuan ini menyoroti pentingnya skeptisisme profesional dan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efektivitas auditor dalam deteksi kecurangan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengalaman audit tidak berpengaruh terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan.Skeptisisme profesional memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan.Penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) tidak berpengaruh terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan.Namun, TABK dapat memoderasi pengaruh skeptisisme profesional terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan auditor dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan, seperti tingkat pendidikan, pelatihan khusus, atau karakteristik perusahaan yang diaudit. Ketiga, penelitian dapat menguji efektivitas berbagai jenis CAATs dalam mendeteksi jenis-jenis kecurangan tertentu, sehingga dapat memberikan panduan praktis bagi auditor dalam memilih teknik yang paling sesuai. Dengan demikian, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam meningkatkan kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dan menjaga integritas laporan keuangan.

Read online
File size242.22 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test